http://www.kompas.com/kompas-cetak/0506/18/daerah/1823473.htm


 
Puluhan Kendaraan Bantuan Telantar 


Medan, Kompas - Puluhan kendaraan bantuan bencana alam dari luar negeri, hingga 
kini masih terkatung-katung di Belawan, Sumatera Utara. Untuk mobil bekas, hal 
itu karena belum ada izin dari Departemen Perdagangan. Berbagai lembaga 
penerima bantuan itu dinilai kurang cepat mengurus dokumen. Di antara kendaraan 
bantuan tersebut terdapat dua mobil limousine yang dinilai agak janggal karena 
dipertanyakan kesesuaiannya dengan lokasi bencana tsunami.

Kendaraan itu terdiri dari 18 unit mobil bekas yang sudah dibongkar dari 
kontainer, dan kini diparkir di halaman Kantor Bea Cukai Belawan. Sedangkan 
sisanya, yang jumlahnya belum diketahui secara persis, kini masih berada di 
dalam 13 peti kemas di terminal peti kemas Belawan.

"Khusus 18 mobil bekas ini, memang belum bisa dikeluarkan karena belum ada izin 
dari Departemen Perdagangan. Sedangkan, kalau mobil baru jika dokumen lengkap 
tidak ada masalah. Begitu dokumen dan administrasinya diurus, akan segera kita 
keluarkan," ungkap Tambos Naiborhu, Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 
Belawan kepada Gubernur Sumatera Utara Tengku Rizal Nurdin yang inspeksi 
mendadak di Belawan, Jumat (17/6).

Tambos yang didampingi Kepala Seksi Pencegahan dan Penyidikan Cerah Bangun 
mengungkapkan, di antara 18 unit mobil bekas bantuan luar negeri itu terdiri 
berbagai merek. Dua di antaranya malah dari jenis sedan mewah limousine. Dari 
dokumen bea cukai terungkap, pengirim dan penerima belasan mobil ini adalah PT 
Asia Rim Reliance Indonesia. Sedangkan yang merekomendasi pengiriman adalah 
Direktorat Jenderal Bantuan dan Jaminan Sosial, Departemen Sosial.

"Delapan belas unit mobil ini, sebetulnya hampir saja dibawa ke Nanggroe Aceh 
Darussalam. Tetapi, karena dokumennya belum lengkap maka mobil ini tidak 
diizinkan dibawa. Untuk antisipasi, mobil yang semula disimpan di pekarangan 
Kantor Dinas Perhubungan Sumut itu akhirnya terpaksa ditarik kembali ke halaman 
kantor Bea Cukai di Belawan," kata Kapten Bony, staf Satkorlak Sumut di Belawan.

Gubernur Sumut Rizal Nurdin menyebutkan, ia sengaja menginspeksi lokasi 
penumpukan bantuan di Belawan guna memastikan apakah memang ada hambatan di 
lapangan karena bantuan itu harus segera didistribusikan ke wilayah NAD dan 
Sumut. Apalagi, bantuan itu berupa bahan makanan dan obat-obatan.

"Jika dokumennya lengkap, tolong segera saja dikeluarkan dari Belawan. Karena 
kalau ditumpuk lama, apalagi bahan makanan yang memiliki batas kedaluwarsa, 
jelas akan rusak," tegas Rizal Nurdin.

Menerima laporan adanya dua unit mobil sedan limousine yang masih ditahan di 
Belawan, Gubernur Sumut Rizal Nurdin, justru tampak heran. Ia pun kemudian 
mempertanyakan, apakah mobil mewah seperti itu dibutuhkan untuk medan di lokasi 
bencana di NAD.

Kepala Seksi Pencegahan dan Penyidikan Bea Cukai Belawan Cerah Bangun 
mengungkapkan, selain puluhan unit mobil di Belawan hingga kini juga masih ada 
sekitar 639 TEUs barang bantuan.

Ini terdiri dari 431 TEUs yang belum diurus dokumen oleh penerima, dan sebanyak 
208 TEUs lain dokumen sudah diurus tetapi barangnya masih dibiarkan ditumpuk di 
Terminal Peti Kemas, Gabion Belawan.

"Kita harapkan, lembaga penerima bantuan asing ini bisa segera mengurus 
dokumennya sehingga barang bisa dikeluarkan," ujarnya.

"Ini tidak dapat dibiarkan lama, karena sebagian besar barang memiliki batas 
kedaluwarsa seperti bahan makanan kaleng, obat-obatan, dan lain-lain," kata 
Cerah Bangun. (zul)



[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke