http://www.kompas.com/kompas-cetak/0506/18/daerah/1823638.htm
Di Kabupaten Kuningan 1.774 Ruang Kelas SD Rusak Kuningan, Kompas - Sebanyak 1.774 ruang kelas dari 4.682 ruang kelas sekolah dasar (SD) di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengalami kerusakan. Kerusakan itu bervariasi mulai dari kerusakan ringan hingga kerusakan berat. Ruang kelas SD yang rusak itu tersebar merata di 32 kecamatan pada 376 desa. Pemerintah Kabupaten Kuningan berupaya mempercepat rehabilitasi SD dengan meminjam uang sebesar Rp 10 miliar kepada Bank Jabar. Hal ini dilakukan guna menyiasati kesulitan penganggaran, yang dikhawatirkan dapat mengganggu pos-pos pengeluaran lainnya. "Kami harus cepat tanggap terhadap perbaikan sekolah dasar, sebab menyangkut pendidikan bagi anak-anak di Kuningan. Pemkab sengaja meminjam uang dari bank, sebab bila harus menunggu ketersediaan uang pada anggaran, terlalu lama," kata Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda, Jumat (17/6), di Ciniru, Kuningan. Dia mengatakan, proses kegiatan belajar-mengajar harus dapat berjalan optimal dengan menjaga fasilitas sekolah. "Beberapa tahun terakhir telah berhasil direnovasi 250 ruang kelas, sementara 252 lainnya masih dalam pengerjaan. Dengan pinjaman sebesar Rp 10 miliar diharapkan dapat direnovasi 400 ruang kelas lainnya," kata Aang. Di Kuningan terdapat 702 unit SD, yang sebagian besar dibangun pada rentang waktu tahun 1973 hingga 1982. Sebanyak 427 SD merupakan SD non-Inpres (Instruksi Presiden), sedangkan 275 SD merupakan SD Inpres. Bantuan untuk tiap unit SD antara Rp 20 juta-Rp 25 juta, dan kekurangan dana diharapkan dapat ditutupi secara swadaya oleh masyarakat. "Pembangunan SD memang tugas pemerintah, tetapi kami memiliki keterbatasan dana. Di samping itu ada baiknya warga membantu agar tumbuh rasa memiliki," kata Aang. Swadaya masyarakat Sekitar 20 kilometer arah tenggara Kota Kuningan terdapat SD Rambatan II yang terletak di Dusun Tarikolot, Desa Rambatan, Kecamatan Ciniru. SD ini dibangun tahun 1982 dan kini mengalami kerusakan seperti cat tembok yang mengelupas dan langit-langitnya jebol. Berada di atas lahan seluas 1.454 meter persegi, bangunan sekolah yang melayani siswa dari satu dusun ini sangat memprihatinkan. Dua ruang kelas mengalami rusak parah, sedang tiga kelas lainnya rusak di bagian langit-langit. "Dengan dana bantuan Rp 20 juta, perbaikan terhadap dua unit kelas yang rusak parah dapat dilakukan. Ini berkat bantuan warga desa yang mendonasikan dana Rp 8 juta, dengan tenaga kerja dari kalangan warga sendiri," kata Kepala SD Rambatan II Edi Karnadi. Sesungguhnya, keuangan warga Dusun Tarikolot yang berjumlah 120 keluarga itu juga tidaklah terlalu baik karena sebagian besar adalah petani. Permasalahan lain yang dihadapi adalah tingkat putus sekolah yang relatif tinggi setelah menyelesaikan SD. Selain disebabkan letak SMP yang terlampau jauh, juga karena kemampuan ekonomi warga. Tahun 2001 tercatat hanya 60 persen siswa yang melanjutkan ke SMP, tahun 2002 sebanyak 40 persen, dan tahun 2003 sebanyak 66 persen. SMP terdekat berjarak enam kilometer melewati bukit dan lembah, setidaknya menghabiskan ongkos transportasi sebesar Rp 5.000 per hari per siswa. (ryo) +++++ http://www.kompas.com/kompas-cetak/0506/18/daerah/1824426.htm Presiden: Biaya Pendidikan SD-SLTP Gratis Wonogiri, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, mulai tahun ini pemerintah akan membebaskan biaya pendidikan bagi anak- anak, terutama di tingkat sekolah dasar dan sekolah lanjutan tingkat pertama. Selain itu, pemerintah juga akan membebaskan biaya pengobatan bagi masyarakat tidak mampu setiap kali berobat di puskesmas atau rumah sakit kelas tiga. Janji pemerintah tentang pembebasan biaya pendidikan untuk anak SD hingga SLTP itu untuk sekian kalinya disinggung oleh Presiden saat berbicara di depan warga Desa Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Jumat (17/6). "Insya Allah, tahun ini kita akan menuju tahapan baru, yaitu (biaya pendidikan) untuk SD dan SMP kita upayakan untuk gratis biaya sekolahnya. Kita juga ingin, ke depan biaya berobat untuk saudara-saudara kita yang belum mampu, bebas berobat di puskesmas atau rumah sakit kelas tiga," ujar Presiden. Sebelumnya, Presiden dengan didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro serta Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meninjau instalasi air bersih di Desa Eromoko, setelah upacara peresmian Penggunaan Sarana Air Bersih dalam Rangka Peningkatan Ekonomi Kerakyatan di Alun-alun Wonogiri. Menurut Yudhoyono, pemerintah sedang berusaha keras untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan cara meningkatkan pertumbuhan ekonomi. "Agar tumbuh ekonominya, kita sedang mengusahakan agar pendapatan negara bertambah. Jangan sampai korupsi berlangsung, jangan sampai uang negara bocor, jangan sampai pajak- pajak tidak dibayar karena itu berakibat penerimaan negara kecil. Padahal, seharusnya (bisa) lebih besar," katanya. Pandai dan cerdas Menurut Kepala Negara, penerimaan pendapatan negara yang besar dapat digunakan untuk meningkatkan pendidikan, kesehatan, daya beli, fasilitas umum, dan lain-lain. "Pemerintah dan DPR serta semua pihak di negeri ini ingin meningkatkan pendidikan kita, terutama di SD dan SMP. Nantinya juga di perguruan tinggi dan sekolah-sekolah lainnya. Saya ingin orang Indonesia pandai dan cerdas," lanjutnya. Presiden meminta dukungan masyarakat pada pemerintah dalam upaya meningkatkan ekonomi, memberantas korupsi, dan meningkatkan penerimaan negara. "Agar uang itu bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," ujar Presiden didampingi Ny Ani Yudhoyono, yang membantunya mencatat pertanyaan warga. Temu wicara dilakukan dalam suasana santai dan cair di bawah keteduhan, di tepi kolam instalasi air bersih yang memanfaatkan mata air di Desa Eromoko. Presiden dan istri duduk berhadapan dengan warga setempat, yang antara lain menyampaikan keluhan tentang kesulitan air untuk pertanian serta permodalan untuk usaha. Presiden menjanjikan mulai tahun ini pemerintah memberi bantuan modal usaha sebanyak 60 persen yang akan diberikan kepada usaha kecil dan menengah. "Kalau dulu lebih banyak untuk usaha besar, sekarang 60 persen untuk UKM," ujarnya. Ia berharap Menteri Koperasi dan UKM dapat berkoordinasi dengan gubernur dan bupati/ wali kota guna mengusahakan agar modal dari perbankan dapat mengalir ke usaha kecil. "BI dan bank lain akan mengalirkan modal pinjaman. Setelah mendapat bantuan, agar dibimbing, agar usaha kecil terus tumbuh dan berkembang, tidak bangkrut lagi," tegas Presiden. Dalam sambutannya di Alun-alun Wonogiri, Presiden mengimbau masyarakat Indonesia agar menghemat air. "Tetaplah berhemat air. Dalam menggunakan air jangan dibiarkan terbuang percuma," ujarnya berpesan. (eki) [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
