MEDIA INDONESIA
Sabtu, 18 Juni 2005


                  Pecat Semua Hakim, Sewa dari Luar yang Bersih! 
                  Komentar dan Tanggapan Via Media Indonesia Online 
                 
           
     
     SAPU kotor dieliminasi dengan memecat semua hakim tanpa pandang bulu. 
Mereka dimutasi saja ke departemen lain yang tak ada kaitannya dengan hukum.

            Sewa para penegak hukum dari luar negeri yang terbukti bersih 
selama lima tahun. Dijamin, para pesakitan tidak bisa 'bermain' uang.

            Kiowa

            Sapu Kotor Kadang Perlu

            KALAU duit korupsi buat senang-senang, itu memang tidak baik. 
Namun, kalau untuk kemaslahatan umat, ya tidak apa-apa, dong. Misalnya, buat 
menyekolahkan anak di luar negeri. Berarti, untuk memperbaiki SDM. Jadi, tidak 
semua korupsi jelek.

            Muhadi

            Tanggapan atas Muhadi

            UANG hasil korupsi tidak dapat membuat keluarga kita sejahtera 
karena bagaimanapun itu haram. Banyak contoh keluarga koruptor menjadi 
amburadul akibat uang tersebut, yang mestinya untuk kemaslahatan rakyat, 
ternyata dimanfaatkan buat keperluan sendiri.

            Jika anak-anak kita dibiayai dari uang korupsi, mereka nanti tak 
bisa menjadi orang yang baik. Maukah keturunan kita seperti itu? Mudah-mudahan 
tidak!

            Bambang1

            KPK Haruslah Suatu...

            BETUL, akan banyak pihak berusaha menundukkan KPK, baik secara 
kasar (ancaman, teror) maupun halus (disuap). Semoga saja, KPK dapat tetap 
menjadi sapu yang bersih. Gaji orang KPK harus bisa meredam niat untuk menerima 
suap.

            Gundala2005

            Wartawan pun Tahu

            MASYARAKAT umum hanya mengetahui sebagian, atau sepintas, atau 
banyak tidak tahu, dan sering terkejut dengan peristiwa yang terungkap di 
permukaan melalui berita yang disajikan wartawan.

            Wartawan sosok manusia luar biasa, dapat bersentuhan langsung 
dengan masyarakat berbagai kalangan, sesuai dengan kapasitas individu wartawan 
tersebut.

            Wartawan sering menjadi perantara pesaing seseorang untuk 
membongkar kejahatan pihak lawan dengan memberikan masukan untuk dipublikasikan.

            Wartawan memonitor perilaku pungli, korupsi, dan manipulasi di 
masyarakat. Wartawan memang bukan penegak hukum. Namun, dengan data milik 
mereka, wartawan dapat melakukan trial by the press. Atau minimal, membeberkan 
perilaku koruptor.

            Wartawan dapat digunakan penguasa dan pengusaha dalam mempromosikan 
sisi baik yang telah dilakukan di masyarakat guna mengimbangi ataupun menutupi 
sisi hitam mereka.

            Saking takutnya pelaku kejahatan diungkap perilakunya ke 
masyarakat, mereka menyediakan dana khusus untuk menjamu wartawan. Segala 
kebohongan dan sandiwara koruptor di masyarakat, ataupun sisi gelap perilaku 
mereka, dapat dilihat dengan jelas oleh wartawan. Tergantung keputusan wartawan 
bersangkutan, apakah akan diungkap terbuka, samar-samar, atau disembunyikan.

            Walaupun ditakuti koruptor, wartawan manusia biasa yang harus 
menghidupi diri dan keluarganya. Maka, mereka tidak dapat menolak pemberian 
orang lain yang nominalnya bervariasi dan mencari sisi aman dalam pemberitaan, 
kecuali memiliki backing kuat.

            Harapan kita, wartawan menjadi pelopor pembaruan yang potensial dan 
menjaga martabat walaupun tak mungkin hidup bersih 100%. Intelektual di KPU 
saja tak mampu berpikir kritis untuk mengendalikan diri, tidak ikut larut dalam 
korupsi. Departemen Agama saja, biasa korupsi. Korupsi telah menjalar ke 
seluruh kehidupan masyarakat.

            Utomo

            Koruptor = Teroris

            SETUJUKAH Saudara bila kita meniru China, yang menghukum mati 
koruptor? China menilai, ulah koruptor sama dengan teroris (pembunuh) karena 
banyak masyarakat dirugikan.

            Misalnya, kasus haji. Mestinya orang bisa naik haji dengan tenang 
dan tarif ringan, di negara kita sebaliknya. Kalau mau cepat, harus lewat tol. 
Begitu pula kasus lain. Masyarakat dikorbankan. Uang yang mestinya untuk beli 
susu dan membayar sekolah anak setelah ditabung susah payah, disalahgunakan 
oknum bank.

            Pemerintah harus tegas. Ciptakan hukuman mati yang bisa membuat 
orang jera. Ingat hukum qishas di Arab, yang mencuri dipotong jarinya satu demi 
satu. Kapan negara kita berani tegas terhadap koruptor?

            Ariqsulut

            Tanggapan atas Ariqsulut

            HUKUMAN mati untuk koruptor terlalu berat. Karena ia pencuri, cukup 
dipotong saja tangannya. Masyarakat juga harus benar-benar membenci dan 
menghukum koruptor di lingkungan pergaulan dengan mengucilkan mereka. Jangan 
sebaliknya, dikagumi karena kaya mendadak!

            Burju

            Harus Menyeluruh

            BELAKANGAN, kita banyak dikejutkan dengan penangkapan sejumlah 
orang oleh KPK. Tentu kita berbesar hati dengan dimulainya penegakan hukum yang 
tidak pandang bulu.

            Saya cukup gembira dengan langkah penegakan hukum yang mulai aktif 
dilakukan dan berdoa agar penegakan hukum dapat terus berjalan di Indonesia. 
Namun, yang tak kalah penting, cara yang ditempuh aparat hukum (KPK) jangan 
melanggar hukum dengan kesan cepatnya KPK datang saat transaksi. Apa ada 
sesuatu di balik semua ini? Apa itu bukan show of power dari KPK dengan 
'mengerjai' orang yang terindikasi korupsi?

            Duta

            Rakyat Kecewa

            HARAPAN saya kepada Presiden, ganti pimpinan di kejaksaan, 
kehakiman, dan kepolisian, terutama pejabat yang terindikasi terlibat korupsi. 
Seperti PN Jaksel, yang memvonis bebas Nurdin Halid. Ada apa dengan para 
hakimnya. Padahal sebelumnya, dituntut 20 tahun.

            Sebaliknya, saya sedih karena rakyat jelata yang mencuri sekarung 
beras untuk mengisi perut keluarga akibat kelaparan, malah dipukuli oknum 
polisi dan dihukum 2-3 tahun.

            Presiden harus menegakkan hukum tanpa pandang bulu, baik miskin 
maupun kaya. Koruptor layak dihukum mati. Kalau cuma lima tahun, ia akan 
dicontoh pejabat lain untuk melakukan korupsi karena hukumannya ringan.

            Uang hasil korupsi bisa mencapai Rp50 miliar dan ditimbun entah di 
mana. Saat tertangkap, ia mengakui, duit itu habis. Setelah lima tahun ke luar 
penjara, ia menikmati uang haram itu.

            Mtp110974

            Buang Sapu Kotor!

            JIKA sapunya sudah kotor, buang saja. Kan, masih banyak sapu yang 
bersih. Percaya, deh!

            Sahalatua

            Penjarakan Hakim, Jaksa

            MEMANG di negeri ini, logika sudah terbalik-balik. Bila pejabat 
tidak mau mencuri uang rakyat hingga hidupnya sederhana, ia disebut pejabat 
konyol, bodoh, sok suci, munafik, dan predikat lain.

            Maka, demi penegakan hukum, aparat hukum yang terlibat mestinya 
ikut dihukum dua kali lebih berat dari rakyat biasa. Karena mereka mengerti 
hukum dan digaji negara untuk menegakkan hukum, namun malah merusak hukum.

            Bila perlu, mereka digantung dan harta kekayaan hasil penyelewengan 
disita untuk negara. Jika tak bisa mengembalikan hasil korupsi, diganti dengan 
kurungan badan ataupun anggota keluarganya.

            Jackhp
           
     


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke