http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=202980&kat_id=23
Sabtu, 25 Juni 2005  19:04:00


Kecerdasan Sistem Pendidikan Baru dalam Tataran Gagasan


Yogyakarta-RoL-- Sistem pendidikan di Indonesia yang dalam tataran gagasan 
dinilai cerdas, ternyata tidak cukup membuat para pelaku pendidikan dan 
masyarakat peduli untuk menerapkannya dengan baik.

"Contohnya, konsep pengajaran yang ditawarkan pemerintah seperti Kemampuan 
Berbasis Kompetensi (KBK) dan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah 
(MPMBS) cukup cerdas, tetapi hingga kini belum tersosialisasikan dan diterapkan 
dengan baik," kata Direktur Pelaksana Smart and Creative Pro Jakarta, Miriani 
Kamalia dalam dengar pendapat dengan Komisi E DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta 
(DIY), Sabtu.

Saat ini, menurut dia, pola pengajaran masih menyamaratakan potensi dan gaya 
belajar anak. Padahal untuk lebih menggali potensi dalam diri masing-masing 
anak dibutuhkan pendekatan dan cara mengajar yang berbeda. Ia juga menyinggung 
kualitas pendidik yang kurang memadai. "Kondisi ekonomi yang kurang bagus telah 
memaksa guru untuk lebih memilih  menambah penghasilan dengan bekerja sambilan 
daripada memperkaya diri dengan membaca literatur atau kursus," katanya.

Selain itu, program pendidikan yang tidak berkesinambungan dalam  kabinet juga 
membuat program tidak dilaksanakan secara utuh. "Sebuah program pendidikan 
biasanya hanya sempat dilaksanakan tanpa dievaluasi hasilnya, dan terpaksa 
diganti program lain milik menetri berikutnya," kata Miriani.Kondisi tersebut 
perlu segera diubah untuk lebih meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. 
Masyarakat harus meningkatkan kepedulian pada masalah pendidikan dan berperan 
aktif di dalamnya.

Untuk itu, pihaknya berencana menggelar simposium peduli pendidikan dengan tema 
Mencermati Sistem Pendidikan Kita yang pada  9 Juli 2005 di Auditorium Fakultas 
Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. "Kami berharap, 
simposium itu mampu memberikan kontribusi untuk memperbaiki mutu pendidikan dan 
pengajaran di Indonesia dan menjadi rekomendasi bagi kebijakan yang akan 
diambil pemerintah," ujar dia.

Penyelenggaraan simposium itu dilatarbelakangi kekhawatiran orang tua dan 
mereka yang peduli dengan masalah pendidikan, yang disampaikan melalui surat 
elektronik (e-mail) dan 'mailing list' (milis) [EMAIL PROTECTED] Simposium 
tersebut akan menghadirkan beberapa pembicara antara lain Staf ahli Mendiknas 
Bidang Desentralisasi Pendidikan, Ace Suryadi PhD, Ir Bukhori Nasution dari 
Indonesia Education Management Institute, dan  Firman Supriyadi dari 
Indosat.ant/mim


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke