http://www.kaltimpost.web.id/berita/index.asp?Berita=Opini&id=120415

Selasa, 28 Juni 2005


Sekolah Itu Bagaikan Orkestra


Oleh: DJOKO IRIANDONO, S.E, M.A. 

Wakil Ketua PGRI Kota Samarinda 


Sebagai negara dengan jumlah penduduk keempat terbesar di dunia, Indonesia 
ternyata belum mampu berbuat banyak dalam mewarnai berbagai perubahan kehidupan 
dalam skala global. Di lain pihak sejak bergulirnya reformasi sampai sekarang 
ini, publikasi mengenai bangsa Indonesia justru lebih banyak yang menyiratkan 
nuansa negatif akibat euforia reformasi yang tak terkendali, kesenjangan sosial 
budaya, serta kesenjangan strata ekonomi yang sangat besar di samping berbagai 
kerusuhan dan perilaku politik yang kurang santun. (Atmosoeprapto, 2002). 


Dari belasan elemen penentu terpuruknya bangsa Indonesia akhir-akhir ini, 
banyak pihak yang menuding "Moral Hazard" sebagai penyebabnya. Secara makro, di 
permukaan tudingan tersebut terasa sangat muskil, jika mengingat bahwa bangsa 
Indonesia selama ini justru terkenal sebagai bangsa yang santun, ramah-tamah, 
tepo seliro dan religius. 

Namun demikian fakta berbicara lain. Dalam kenyataannya pada kehidupan 
sehari-hari rasanya sangat sulit dibantah, jika ada sebagian orang yang 
beranggapan bahwa moralitas masyarakat Indonesia masih relatif rendah, tidak 
mampu bersaing walau di tingkat regional sekalipun, dan bermental suka 
menerabas serta cepat putus asa, tetapi serakah dalam mengejar materi. 

Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya berbagai bentuk dan kualitas kejahatan 
yang dilakukan oleh sebagian masyarakat kita, mulai dari mereka yang berada 
pada strata sosial ekonomi yang paling bawah sampai yang paling atas seperti 
yang ditayangkan di berbagai stasiun televisi maupun media cetak akhir-akhir 
ini. Dan yang lebih menyedihkan, ternyata sebuah lembaga yang banyak berbicara 
masalah "surga dan neraka" justru disinyalir yang paling banyak melakukan 
korupsi. Lalu bagaimana dengan departemen/lembaga lainnya? 

Oleh karenanya, harapan kemajuan Indonesia di masa-masa mendatang menurut, 
hemat penulis, sangatlah bergantung kepada kehadiran generasi muda yang bersih, 
bertangggung jawab, unggul dalam berkarya, berperilaku santun dan hormat, serta 
memiliki moralitas yang baik. Insan-insan seperti ini hanya akan dapat 
diwujudkan jika kesempatan untuk memperoleh pendidikan bagi masyarakat 
Indonesia semakin meluas dan dengan mutu layanan pendidikan yang semakin 
meningkat. 

Para ahli pendidikan sepakat bahwa eksistensi bangsa kita di masa-masa yang 
akan datang lebih banyak ditentukan oleh kualitas SDM yang kita miliki, dan 
kualitas SDM itu sendiri akan ditentukan oleh keberadaan pendidikan yang 
berkualitas pada masa kini. Pendidikan yang berkualitas hanya akan muncul jika 
terdapat lembaga pendidikan yang berkualitas. Oleh sebab itu upaya 
mempersiapkan SDM yang berkualitas di masa-masa mendatang, harus didahului 
dengan peningkatan kualitas lembaga-lembaga pendidikan (sekolah) di negara kita 
pada umumnya dan di lingkungan masyarakat Kaltim pada khususnya. 

Peningkatan kualitas sekolah memerlukan perhatian dan kerjasama yang serius 
dari semua stakeholders sekolah. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan berbagai 
macam cara, antara lain dengan menerapkan sekumpulan teknik dan memberdayakan 
semua komponen lembaga pendidikan untuk secara berkesinambungan meningkatkan 
kapasitas dan kemampuan sekolah, guna meningkatkan kualitas layanan terhadap 
para pelanggannya - peserta didik, orang tua, pemakai lulusan, guru, karyawan, 
masyarakat dan pemerintah. Agar para pelanggan tersebut dapat mencapai tingkat 
kepuasan tertinggi dari setiap layanan yang diberikan sekolah, Mulyasa (2003) 
dalam bukunya yang berjudul "Menjadi Kepala Sekolah yang Profesional" 
menyarankan sedikitnya lima sifat layanan yang harus diwujudkan sekolah, yaitu: 
(1) kepercayaan (reliability), layanan harus sesuai dengan yang dijanjikan; (2) 
keterjaminan (assurance), mampu menjamin kualitas layanan yang diberikan; (3) 
penampilan (tangible), iklim sekolah yang kondusif; (4) perhatian (empathy), 
memberikan perhatian penuh kepada peserta didik dan (5) ketanggapan 
(responsiveness), cepat tanggap terhadap kebutuhan peserta didik. 

Untuk dapat mewujudkan kelima sifat layanan seperti tersebut di atas, maka 
sudah barang tentu diperlukan adanya tenaga-tenaga pendidikan yang handal, 
terutama seorang kepala sekolah yang kreatif dan inovatif. Penting untuk 
digaris bawahi mengapa diperlukan seorang kepala sekolah yang kreatif dan 
inovatif. Hal ini karena seorang kepala sekolah adalah "decison maker" di 
tingkat sekolah. Baik atau buruknya serta didukung atau tidaknya sebuah 
ide/gagasan jika hal itu datangnya dari seorang kepala sekolah maka ide 
tersebut akan berpeluang besar untuk dapat dijalankan sebagai suatu kebijakan. 
Akan tetapi betapapun cemerlangnya suatu gagasan jika hal itu datangnya dari 
seorang guru dan terlebih-lebih jika tidak mendapatkan respon dari kepala 
sekolahnya maka hanya akan menjadi mimpi di siang bolong belaka. Oleh karena 
itu sistem rekrutmen kepala sekolah hendaknya diperbaiki dan dilaksanakan 
dengan komitmen yang tinggi. 

Sebenarnya organisasi yang bernama sekolah dapat dianalogikan seperti kelompok 
orkestra. Sebuah orkestra yang baik adalah orkestra yang memiliki instrumen 
musik (seperti gitar, biola, terompet, perkusi, sound system dll) yang baik, 
para pemain yang handal dan seorang pemimpin atau dirigen yang berpengalaman. 
Betapapun bagus dan mahalnya alat-alat musik yang dimiliki tidak akan pernah 
menghasilkan nada yang indah, karena mereka hanyalah benda mati. Untuk dapat 
berbunyi instrumen musik tersebut memerlukan orang-orang untuk memainkannya, 
dan agar alat musik tersebut dapat menghasilkan nada yang bagus diperlukan 
pemain yang handal di bidangnya. Alat musik yang bagus dan mahal jika dimainkan 
oleh yang bukan ahlinya tidak akan memberikan nada yang indah, bahkan mungkin 
hanya sekedar berbunyi. Selain itu untuk menghasilkan nada lagu yang indah 
tidak cukup dengan peralatan yang mahal dan pemain yang handal tetapi juga 
seorang diregen (pemimpin) yang mengatur dan mengarahkan agar para pemain tidak 
memainkan peralatan masing-masing sesuka hatinya. 

Bayangkan saja bagaimana suara yang akan dihasilkan oleh kelompok orkestra yang 
anggotanya bisa sampai ratusan orang itu dengan berbagai macam alat musik di 
tangannya jika mereka memainkan peralatan masing-masing sesuka hati. Pastilah 
semua orang yang hadir di tempat pertunjukan itu akan menutup telinga dan 
bahkan mungkin akan segera bubar. 

Selain hal-hal seperti tersebut di atas juga perlu anda ketahui dan sangat 
perlu untuk digaris bawahi bahwa kelompok orkestra itu tidak pernah menyanyikan 
lagu yang mereka senangi sendiri, atau yang menurut mereka bagus, indah dan 
populer. Akan tetapi mereka justru selalu berusaha untuk melantunkan 
tembang-tembang yang digemari oleh para penggemarnya. Mereka selalu berusaha 
untuk membuat para hadirin puas walau mungkin lagu yang mereka lantunkan bukan 
merupakan lagu vavorit kelompok mereka. Jika mereka menciptakan lagu, mereka 
tidak pernah berfikir apakah lagu itu nantinya akan mereka sukai atau tidak. 
Tetapi mereka selalu berfikir apakah lagu yang mereka ciptakan itu bisa 
diterima oleh para penggemarnya atau tidak. 

Begitu pulalah seharusnya kelompok atau organisasi yang bernama sekolah. Ia 
memerlukan ruang belajar yang bagus, ruang laboratorium yang bagus, 
perpustakaan yang bagus, alat bantu mengajar yang bagus, ruang guru yang bagus, 
dan sarana prasarana lainnya yang bagus. Sekolah juga memerlukan personel 
(guru, staf administrasi dan pegawai lainnya) yang bagus dan sudah barang tentu 
sekolah juga memerlukan keberadaan seorang diregen yaitu seorang kepala sekolah 
yang bagus pula. 

Seperti halnya pada orkestra, maka betapapun bagus dan lengkapnya sarana dan 
prasarana yang dimiliki oleh sekolah, mereka tidak akan pernah memberikan 
manfaat apa-apa jika para gurunya tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan 
yang memadai dalam menggunakan/memanfaatkan sarana dan prasarana tersebut. 
Begitupula jika sekolah memiliki sarana dan guru yang baik tetapi tidak 
didukung oleh seorang pemimpin yang kreatif, inovatif dan profesional maka juga 
tidak akan memberikan manfaat atau nilai tambah yang optimal. Jadi ketiga unsur 
tersebut harus ada dalam suatu sekolah jika ingin sekolah tersebut maju dan 
berkembang. 

Selain itu perlu disadari oleh segenap personel sekolah bahwa tujuan utama dari 
proses pendidikan yang ada di sekolah adalah tercapainya kepuasan maksimum dari 
para pelanggannya yang dalam hal ini adalah para peserta didik dan bukan hanya 
untuk memenuhi kebutuhan para guru dan kepala sekolah itu sendiri atau oleh 
Dinas Pendidikan. Oleh sebab itu segala kebijakan di sekolah harus diarahkan 
kepada upaya peningkatan layanannya sehingga tujuan pendidikan yaitu 
terciptanya proses pembelajaran, output dan outcome yang berkualitas 
benar-benar dapat terwujud. 

Akhir dari tulisan ini penulis sarankan agar lembaga pendidikan yang bernama 
sekolah itu benar-benar dapat melahirkan para lulusan yang handal maka pilih 
dan angkatlah seorang kepala sekolah yang kreatif dan inovatif yaitu seorang 
kepala sekolah yang mampu memanage, mengorganisasikan dan mengoptimalkan fungsi 
dari segala sumber daya yang ada di sekolah dalam memenuhi kebutuhan para 
stakeholdernya. Dengan daya kreativitas dan inovasi yang dimilikinya, seorang 
kepala sekolah akan selalu berusaha melahirkan ide-ide yang benar-benar baru 
atau mencoba meramu dari ide-ide yang sudah ada apakah itu yang berupa 
perencanaan pembelajaran, penggunaan metoda pembelajaran, teknik penilaian, 
penggalian sumber-sumber dana, pengadaan dan pemanfaatan sarana dan prasarana 
dan lain-lain dalam memajukan sekolah yang dipimpinnya. *** 


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke