http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=41&id=36086
SABTU, 23 Desember 2011 | 


Sistem Proporsional Tertutup Rugikan Konstituen


Jakarta, AE.- Belum selesai kontroversi besaran angka parliamentary threshold 
(PT) yang akan disepakati dalam Pemilu 2014, kini politisi dan praktisi sudah 
memperdebatkan sistem pemilu?proporsional tertutup. Usulan sistem proporsional 
tertutup itu dimunculkan PDIP, PKB, dan PKS.

Pengamat menilai sistem yang berlawanan dengan proporsional terbuka ini 
sebetulnya tak berpihak pada rakyat. “Proporsional tertutup sangat rawan, 
sistem ini menghendaki partai untuk berkuasa penuh pada calegnya. Timbulnya 
siapa yang memiliki kedekatan dengan partai, maka sangat rawan bisa mendapatkan 
perlakukan khusus dari parpolnya,” kata pengamat politik LIPI, Indria Samego, 
kepada wartawan, Senin (19/12).

Sementara sistim proporsional terbuka, memberikan ‘keleluasaan’ pada masyarakat 
untuk memilih calegnya tanpa harus?mendapat intervensi dari parpol dari caleg 
itu bernaung. Dalam sistem ini, lanjutnya, hanya caleg yang meraih dukungan 
rakyat penuh yang?bisa duduk di kursi legislatif. Sistem ini juga menciptakan 
kompetisi yang sehat antar para calon.

“Sistem pencalonan yang lebih demokratis dalam partai politik, mengkikis sistem 
oligarki partai, dan mendapatkan calon terpilih yang?lebih akuntabel kepada 
konstituennya. Dengan menggunakan sistem ini, pemilih tidak lagi akan 
dibohongi,” katanya.

Partai juga akan lebih dinilai positif oleh masyarakat karena telah memberikan 
kepercayaan penuh kepada masyarakat pemilih untuk menetapkan siapa yang menjadi 
wakilnya di DPR.

Setali tiga uang, Direktur Eksekutif Indonesia Political Parties Watch (IPPW), 
Mohamad Ikhsan Tualeka, berpendapat, sistem proporsional terbuka adalah tanda 
kemajuan demokrasi di Indonesia. Siapa pun calon?yang maju dalam pemilu harus 
mampu menunjukkan konsep dan komitmennya?kepada rakyat. 

Namun, dirinya juga menilai sistem proporsional yang sudah dipraktikkan pada 
Pemilu 2009 memiliki kelemahan. Tapi, bukan berarti kelemahan itu justru 
mengubah sistem tersebut. “Toh, proporsional tertutup juga banyak masalahnya,” 
katanya.

Menurut dia, banyak manfaat yang bisa diambil dari gagasan menerapkan?sistem 
pemilu legislatif dengan model proporsional terbuka. Selain mendekatkan wakil 
rakyat dengan konstituen, juga akan mendapatkan wakil rakyat yang sesuai dengan 
hati nurani rakyat.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke