http://hidayatullah.com/read/20318/22/12/2011/ulama-bogor-bentuk-pokja-penanggulangan-pemurtadan.html
Ulama Bogor Bentuk Pokja Penanggulangan Pemurtadan
Kamis, 22 Desember 2011
Hidayatullah.com—Menurut catatan, hingga akhir tahun 2011 ini sudah ada 5 orang
yang menjadi korban pemurtadan di wilayah Bogor. Karena itulah kemarin Selasa
(20/12/2011) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, Markaz Islam Bogor (MIB)
dan Forum Umat Islam (FUI) Bogor mengadakan “Seminar dan Lokakarya
Penanggulangan Pemurtadan” di wilayah Bogor Raya.
Menurut mereka, pemurtadan juga terjadi di wilayah lain; seperti Sukasari,
Cibinong, Cimanggis, Ciawi dll. Kasus pemurtadan di wilayah Bogor di paparkan
oleh Ust Fahrudin Soekarno selaku wakil dari MUI Kota Bogor ketika memberikan
sambutan acara.
Modus pemurtadan banyak sekali dan umumnya melalui kegiatan sosial. Kasus di
Bekasi dengan modus “Berbagi Bahagia” yang dilakukan sebuah Yayasan tertentu.
Alih-alih mengadakan bakti sosial (baksos) pembagian sembako gratis, pernikahan
masal, tetapi mereka melakukan “pembaptisan” masal terhadap kaum Muslimin.
Ada pula sebuah lembaga gereja yang dinilai telah mengadakan acara pencarian
jodoh dan pemberkatan pengantin malam. Brosur acara tersebut di bagikan di
tempat umum dan dibagikan kepada kaum Muslimin.
Kasus yang terakhir menurut Fahrudin adalah “Mobil Pintar” yang berkeliling ke
sekolah-sekolah dasar baik sekolah Islam maupun sekolah umum. Panitia acara
membagikan hadiah peralatan sekolah kepada anak-anak namun terdapat
simbol-simbol salibis seperti pada tas yang ada tulisan ayat injilnya.
Menurut Ustadz Bernard Abdul Jabbar, mantan misionaris yang tahu betul
pergerakan seperti ini, masih banyak kasus-kasus lain dengan modus berbeda.
Acara semiloka bertempat di gedung Balebinarum Bogor dan dilaksanakan dari
pukul 8 pagi hingga pukul 3 sore.
Hadir empat orang narasumber, diantaranya Ustadz Bernard Abdul Jabbar (Mantan
Misionaris), Ustadz Ahmad Iman (Ketua Forkami), Ustadz Tabrani Sabirin (Sekjen
Dewan Masjid Indonesia) dan KH. M Al Khaththath (Sekjen FUI).
Acara tersebut berlangsung antusias dihadiri sekitar 250 orang peserta dari MUI
Kecamatan, DKM, Ormas Islam, Majelis Taklim, LDK, dan Rohis se wilayah Bogor
raya.
Karena pentingnya penanggulangan kasus pemurtadan ini akhirnya pada sesi
terkahir para panitia dan seluruh peserta membentuk kelompok kerja (pokja) anti
pemurtadan.
Seluruh peserta menunjuk wakilnya di wilayah masing-masing untuk dilatih
sebagai satgas anti pemurtadan. Dan sebagai koordinator sementara telah di
pilih tiga orang, yaitu Ustadz Badru Kamal, Ustadz Fatullah, dan Haji Ujang
Abdullah.
Dan sebagai pusat gerakan ini akan dimulai dari masjid-masjid, diharapakan
setiap masjid nantinya memiliki satgas anti pemurtadan yang mampu menanggulangi
setiap permasalahan umat khususnya tentang pemurtadan di wilayah masing-masing.
Agar kasus seperti ini tidak menjadi benturan di masyarakat, memang ada baiknya
Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerukunan Umat Beragama (KUB) segera
diselesaikan. */Saiful Falah
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/