Pengurus voa-islamnya pindah aja ke arab maksudnya menetap disana biar mangstab hahaha...
--- In [email protected], "Sunny" <ambon@...> wrote: > > Refl Barangkali supaya tidak diracuni, maka seharusnya yang berdagang, > mempunyai toko, restauran atau transport, etc berhenti berbisnis selama 3 > bulam bulan mulai 1 November s/d 31 Januari. Bagi yang mempunyai pendapat > atau usulan lebih jitu, silahkan dikemukakan. > > > http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/12/24/17174/umat-islam-jangan-sampai-diracuni-dengan-budaya-natal/ > > Sabtu, 24 Dec 2011 > > Umat Islam Jangan Sampai Diracuni Dengan Budaya Natal > JAKARTA (voa-islam.com) - Hari raya natal yang diperingati umat Kristiani > sudah menjadi budaya di negeri-negeri mayoritas Kristen. Natal yang tidak > pernah ada contohnya dan diperintahkan dalam bible ini oleh Herbert W. > Amstrong dalam bukunya The Plain Truth about Christmas terang-terangan > dikritik lantaran budaya natal ini berasal dari budaya pagan. > > Masih dalam buku tersebut, atribut-atribut natal seperti pohon cemara juga > merupakan budaya pagan kuno, pohon itu disebut "Mistletoe" yang dipakai pada > saat perayaan musim panas, karena mereka harus memberikan persembahan suci > kepada matahari, yang telah memberikan mukjizat penyembuhan. > > Sementara kisah Sinterklas atau Santa Claus asalnya adalah Santo Nicolas > seorang pendeta yang diagung-agungkan oleh bangsa Yunani dan Latin. > > Dari sinilah kemudian budaya natal mendunia di tengah-tengah kaum kristiani > dengan atribut-atribut pohon natal dan Sinterklas. Budaya ini pun lama > kelamaan menjalar ke berbagai negeri muslim seperti di Indonesia. Ironisnya > yang ikut meramaikan syiar agama Kristen ini adalah umat Islam sendiri baik > secara sukarela maupun terpaksa. Fakta ini bisa kita lihat di berbagai > perusahaan ataupun ritail-ritail di mal di mana mereka yang mengenakan > atribut natal seperti Sinterklas adalah karyawan-karyawan muslim. > > Melihat fenomena tersebut Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) pusat KH. Ahmad > Cholil Ridwan, Lc. mengungkapkan bahwa bagaimana pun perayaan natal merupakan > bagian dari perang budaya yang dilancarkan oleh barat terhadap Islam. Lebih > lanjut ia mengibaratkan budaya seperti bunga dalam satu pohon sedangkan > rantingnya adalah syariâat dan akarnya adalah âaqidah. > > âNatalan itu saya kira budaya, di mana sekarang itu sedang perang budaya > Islam dengan budaya barat. Budaya itu ibarat bunga bagi pohon, batangnya > dengan rantingnya itu kan syariâat ibadah, âaqidahnya itu akar. Seperti > pakaian menutup aurat itu syariâat tapi bentuk warna, bahan, corak pakaian > yang menutup aurat itu budaya. Seperti di timur tengah, orang laki-laki > Indonesia pecinya hitam, syariâatnya adalah menutup kepala, cara menutup > kepala apakah pakai peci atau blangkon itu budaya,â jelasnya kepada > voa-islam.com Senin (19/12). > > Budaya menurut ulama yang juga pimpinan SKPPMI (Syabakah Konsumen Pengusaha > Produsen Muslim Indonesia) ini bukanya tidak berbahaya, justru menurutnya > jika budaya ini telah terkontaminasi maka laksana pestisida yang ditaburkan, > meski awalnya hanya mengenai daun nantinya ranting hingga akarnya pun juga > akan kering bahkan mati. > > âBudaya ini bukan tidak berbahaya justru sangat berbahaya. Apabila pohon > itu daunnya disemprot dengan racun, maka nanti seminggu daunnya rontok sampai > nanti kemudian anting dan cabangnya ikut kering, tiga minggu hingga sebulan > nanti akarnya ikut kering lalu matilah pohon itu secara total, seperti petani > kalau menghilangkan hama kan begitu,â paparnya. > > Akhirnya pengasuh Ponpes Al Husnayain ini mengimbau agar umat Islam menolak > budaya yang jelas-jelas bertentangan dengan Islam seperti budaya mengucapkan > selamat natal atau mengenakan atribut-atribut natal. > > âNah, budaya barat itu racun, kalau pohon Islam itu sudah diracuni dengan > budaya barat dengan Sinterklas, ucapan selamat natal dan lain sebagainya, > akarnya itu akan ikut rusak. Jadi umat Islam harus menyerukan bahwa budaya > yang bertentangan dengan syariâat Islam itu harus ditolak karena budaya itu > harus sesuai dan sejalan dengan syariâat Islam,â tutupnya. (Ahmed Widad > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
