Biasaaaa voa-islam itu sukanya menggosip... bikin hoax... mana ada ya gereja 
yang mau2nya kaya gitu? kurang kerjaan kali, soalnya jenis kerjaan ini cuma 
bikin malu yang bikin kerjaan tsb, jadi nalarnya, orang enggak sekolahpun ogah 
bikin malu dirinya sendiri....

Enggak masuk akal pake satpam menahan gak boleh keluar, nalarnya kalo orang 
udah eneg, ditahan, dia bakal berontak, apalagi tidak ada ikatan apa2, kalo 
hubungan ibu rumah tangga dengan pembantu ada ikatannya, mau eneg tetep 
dipertahanin hubungannya, namanya saling membutuhkan.... jadi tulisan ini 
adalah hasil sutradara tulisan hahaha...

--- In [email protected], "Sunny" <ambon@...> wrote:
>
> Refl: Wah, masyaálloh disiksa?
> 
> http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/12/23/17161/kristenisasi-makin-brutal-dari-masjid-umat-diangkut-ke-gereja-dipaksa-kebaktian/
> 
> Kristenisasi Makin Brutal! Dari Masjid Umat Diangkut ke Gereja, Dipaksa 
> Kebaktian! 
> 
> JAKARTA (voa-islam.com) â€" Jelang Natal tipuan kristenisasi makin brutal! 
> Umat, tokoh dan ormas Islam harus meningkatkan kewaspadaan, karena para 
> misionaris sudah berani menipu umat Islam secara terang-terangan menipu umat 
> Islam, berkedok sembako di masjid.
> Kasus tipuan kristenisasi yang terkini, terjadi di Jakarta dan Bekasi pada 
> hari Minggu lalu (18/12/2011). Dengan iming-iming sembako di masjid, lalu 
> ratusan umat diangkut ke gereja dan dipaksa mengikuti kebaktian.
> 
> Mulanya, seorang wanita berusia sekira 55 tahun mendatangi para tukang becak 
> di Bekasi, Kranji, dan sekitarnya. Wanita berjilbab ini menawarkan bantuan 
> sembako kepada para tukang becak.
> 
> Dengan senang hati, para tukang becak menerima tawaran ini, karena mereka 
> dikumpulkan di Masjid Al-Ikhlas Duren Jaya, Bekasi. Setelah menunggu satu 
> jam, sebuah mobil menjemput mereka.
> 
> “Kalau mau, ngambilnya di Jakarta. Besok ngumpul di Masjid Al-Ikhlas jam 2 
> siang. Kita naik mobil ke Jakarta,” ujar Jaka (54), salah satu korban 
> tipuan kristenisasi, menirukan wanita utusan gereja itu.
> 
> Tepat pada waktu yang dijanjikan, 19 orang tukang becak dan para ibu 
> berjilbab menunggu di Masjid Al-Ikhlas, Ahad (18/12/2011). Setelah menunggu 
> setengah jam, mereka diangkut ke Jakarta menggunakan angkot Elf 01 jurusan 
> Bekasi-Pulogadung.
> 
> Tak disangka, ternyata rombongan kaum miskin ini diangkut ke sebuah ruko di 
> kawasan Kelapa Gading. “Pas sampai, saya kaget, kok di ruko? Lalu saya dan 
> teman-teman disuruh masuk, naik ke lantai tiga” papar Jaka.
> 
> Di dalam gedung yang ternyata adalah gereja itu, sudah berkumpul 700-an orang 
> yang siap beribadah. Tidak semuanya Kristen, tapi sebagian umat Islam, karena 
> banyak wanita berjilbab.
> 
> Ternyata, rombongan tukang becak dari Bekasi itu tidak sendirian, ada juga 
> rombongan umat Islam dari Tanjungpriok, Tipar, Cakung, dan sebagainya. Mereka 
> juga dijanjikan akan diberi sembako gratis.
> 
> Di dalam ruangan yang ternyata gereja itu, rombongan di suruh duduk di kursi, 
> berbaur dengan hadirin lainnya untuk mengikuti kebaktian. “Di dalam kami 
> tidak ngapa-ngapin, cuma disuruh ngikut-ngikutin. Nyanyi-nyanyi dan 
> berdoa,” jelas Jaka.
> 
> Karena ritual di gereja itu tidak sesuai dengan ajaran agamanya, maka Jaka 
> tak mau mendengarkan apapun, baik ceramah maupun nyanyian pujian. “Saya gak 
> dengerin sedikit pun. Saya hanya nunduk aja,” ujar Jaka. “Ajaran Kristen 
> gak masuk sedikitpun ke hati saya,” tambahnya.
> 
> Protes yang sama dilakukan oleh Ziyad, tukang becak yang terkenal fanatik 
> dalam Islam. Di dalam gereja, ia melantunkan kalimat-kalimat islami dengan 
> suara keras, tak peduli siapapun di sekitarnya. “Makanya saya cuma bilang 
> masya Alloh! Masya Alloh dengan keras! Saya gak peduli di sekitar saya ada 
> orang Cina dan Batak,” tuturnya.
> 
> Penyesalan serupa juga dirasakan oleh Wasli. Tukang becak warga Kampung Mede 
> Bekasi ini mengecam pihak gereja yang sudah terang-terangan melecehkan 
> agamanya.
> 
> “Masya Allah, kayak gini rupanya. Apalagi ini cuman sembako. Dihargai 
> seratus ribu juga saya gak bakalan datang kalau disuruh ibadah di gereja 
> ginian mah,” ujar pria berusia 50 tahun itu. “Kalau tahu itu gereja mah, 
> baru sampai di depannya saya langsung kabur. Ini bukan cari kebenaran tapi 
> cari neraka!” tambahnya.
> 
>   ....Setelah kejadian ini saya kapok. Gak bakalan mau diajak-ajakin ke 
> gereja. Gak bakalan mau diiming-iming sembako kalau belum jelas orangnya...
> 
> Meski protes dan berontak, namun Wasli merasa tak bisa berbuat apa-apa, 
> karena semua tukang becak dan umat Islam yang sudah masuk gereja itu dilarang 
> keluar sebelum acara berakhir. “Masalahnya gak boleh keluar. Kalau boleh 
> keluar, saya langsung pulang,” jelas Wasli
> 
> Saking ketatnya penjagaan gereja, satpam mengawasi seluruh gerak-gerik umat 
> Islam agar tidak kabur dari ruang kebaktian. “Jangankan keluar, mau kencing 
> saja sama satpamnya diawasi,” tutur Wasli. “Belum selesai gak boleh 
> keluar. Mau kencing, mau mandi silakan, tapi gak boleh pulang,” ujar Wasli 
> menirukan satpam.
> 
> Tepat pukul 21.00, kebaktian gereja berakhir. Rombongan umat Islam yang 
> diangkut dari berbagai daerah itu pun disuruh pulang tanpa diberi apapun. Tak 
> ada sembako maupun transport sedikit pun seperti yang mereka janjikan 
> sebelumnya.
> 
> Mereka hanya diberi air minum, roti bungkus yang tertera label harga Rp 1.000 
> dan kalender Kristen terbitan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jemaat MOI yang 
> beralamat di Ruko Gading River View Blok H/2, Mall of Indonesia (MOI), Kalapa 
> Gading Jakarta.
> 
> “Nggak ada itu sembako atau uang transport sama sekali. Boro-boro dikasih 
> uang transport. Orang saya sampai rumah jam



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke