Refl: Wah, masyaálloh disiksa?

http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/12/23/17161/kristenisasi-makin-brutal-dari-masjid-umat-diangkut-ke-gereja-dipaksa-kebaktian/

Kristenisasi Makin Brutal! Dari Masjid Umat Diangkut ke Gereja, Dipaksa 
Kebaktian! 

JAKARTA (voa-islam.com) – Jelang Natal tipuan kristenisasi makin brutal! Umat, 
tokoh dan ormas Islam harus meningkatkan kewaspadaan, karena para misionaris 
sudah berani menipu umat Islam secara terang-terangan menipu umat Islam, 
berkedok sembako di masjid.
Kasus tipuan kristenisasi yang terkini, terjadi di Jakarta dan Bekasi pada hari 
Minggu lalu (18/12/2011). Dengan iming-iming sembako di masjid, lalu ratusan 
umat diangkut ke gereja dan dipaksa mengikuti kebaktian.

Mulanya, seorang wanita berusia sekira 55 tahun mendatangi para tukang becak di 
Bekasi, Kranji, dan sekitarnya. Wanita berjilbab ini menawarkan bantuan sembako 
kepada para tukang becak.

Dengan senang hati, para tukang becak menerima tawaran ini, karena mereka 
dikumpulkan di Masjid Al-Ikhlas Duren Jaya, Bekasi. Setelah menunggu satu jam, 
sebuah mobil menjemput mereka.

“Kalau mau, ngambilnya di Jakarta. Besok ngumpul di Masjid Al-Ikhlas jam 2 
siang. Kita naik mobil ke Jakarta,” ujar Jaka (54), salah satu korban tipuan 
kristenisasi, menirukan wanita utusan gereja itu.

Tepat pada waktu yang dijanjikan, 19 orang tukang becak dan para ibu berjilbab 
menunggu di Masjid Al-Ikhlas, Ahad (18/12/2011). Setelah menunggu setengah jam, 
mereka diangkut ke Jakarta menggunakan angkot Elf 01 jurusan Bekasi-Pulogadung.

Tak disangka, ternyata rombongan kaum miskin ini diangkut ke sebuah ruko di 
kawasan Kelapa Gading. “Pas sampai, saya kaget, kok di ruko? Lalu saya dan 
teman-teman disuruh masuk, naik ke lantai tiga” papar Jaka.

Di dalam gedung yang ternyata adalah gereja itu, sudah berkumpul 700-an orang 
yang siap beribadah. Tidak semuanya Kristen, tapi sebagian umat Islam, karena 
banyak wanita berjilbab.

Ternyata, rombongan tukang becak dari Bekasi itu tidak sendirian, ada juga 
rombongan umat Islam dari Tanjungpriok, Tipar, Cakung, dan sebagainya. Mereka 
juga dijanjikan akan diberi sembako gratis.

Di dalam ruangan yang ternyata gereja itu, rombongan di suruh duduk di kursi, 
berbaur dengan hadirin lainnya untuk mengikuti kebaktian. “Di dalam kami tidak 
ngapa-ngapin, cuma disuruh ngikut-ngikutin. Nyanyi-nyanyi dan berdoa,” jelas 
Jaka.

Karena ritual di gereja itu tidak sesuai dengan ajaran agamanya, maka Jaka tak 
mau mendengarkan apapun, baik ceramah maupun nyanyian pujian. “Saya gak 
dengerin sedikit pun. Saya hanya nunduk aja,” ujar Jaka. “Ajaran Kristen gak 
masuk sedikitpun ke hati saya,” tambahnya.

Protes yang sama dilakukan oleh Ziyad, tukang becak yang terkenal fanatik dalam 
Islam. Di dalam gereja, ia melantunkan kalimat-kalimat islami dengan suara 
keras, tak peduli siapapun di sekitarnya. “Makanya saya cuma bilang masya 
Alloh! Masya Alloh dengan keras! Saya gak peduli di sekitar saya ada orang Cina 
dan Batak,” tuturnya.

Penyesalan serupa juga dirasakan oleh Wasli. Tukang becak warga Kampung Mede 
Bekasi ini mengecam pihak gereja yang sudah terang-terangan melecehkan agamanya.

“Masya Allah, kayak gini rupanya. Apalagi ini cuman sembako. Dihargai seratus 
ribu juga saya gak bakalan datang kalau disuruh ibadah di gereja ginian mah,” 
ujar pria berusia 50 tahun itu. “Kalau tahu itu gereja mah, baru sampai di 
depannya saya langsung kabur. Ini bukan cari kebenaran tapi cari neraka!” 
tambahnya.

  ....Setelah kejadian ini saya kapok. Gak bakalan mau diajak-ajakin ke gereja. 
Gak bakalan mau diiming-iming sembako kalau belum jelas orangnya...

Meski protes dan berontak, namun Wasli merasa tak bisa berbuat apa-apa, karena 
semua tukang becak dan umat Islam yang sudah masuk gereja itu dilarang keluar 
sebelum acara berakhir. “Masalahnya gak boleh keluar. Kalau boleh keluar, saya 
langsung pulang,” jelas Wasli

Saking ketatnya penjagaan gereja, satpam mengawasi seluruh gerak-gerik umat 
Islam agar tidak kabur dari ruang kebaktian. “Jangankan keluar, mau kencing 
saja sama satpamnya diawasi,” tutur Wasli. “Belum selesai gak boleh keluar. Mau 
kencing, mau mandi silakan, tapi gak boleh pulang,” ujar Wasli menirukan satpam.

Tepat pukul 21.00, kebaktian gereja berakhir. Rombongan umat Islam yang 
diangkut dari berbagai daerah itu pun disuruh pulang tanpa diberi apapun. Tak 
ada sembako maupun transport sedikit pun seperti yang mereka janjikan 
sebelumnya.

Mereka hanya diberi air minum, roti bungkus yang tertera label harga Rp 1.000 
dan kalender Kristen terbitan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jemaat MOI yang 
beralamat di Ruko Gading River View Blok H/2, Mall of Indonesia (MOI), Kalapa 
Gading Jakarta.

“Nggak ada itu sembako atau uang transport sama sekali. Boro-boro dikasih uang 
transport. Orang saya sampai rumah jam 10 malam, langsung makan karena lapar. 
Padahal saya berangkat dari jam 12 siang dari rumah. Saya nggak dikasih 
apa-apa, cuma dikasih air, roti yang harganya seribuan, sama kalender Kristen 
itu. Air juga gak saya minum, roti juga nggak saya makan. Saya buang aja di 
gereja itu,” ujar Jaka geram. “Makanya rombongan dari Priok ribut karena 
janjinya tak ditepati. Kami dibohongin,” tambahnya.

  ...Kalau tahu mau dibawa ke gereja, dorongin aja badan saya pakai mobil, 
kagak bakalan saya mau ikut...

Para tukang becak Bekasi itu menilai kebohongan gereja sudah luar biasa dan 
keterlaluan, karena berani memperalat masjid untuk kristenisasi. “Saya tidak 
curiga kalau mau dibohongin ke gereja, karena mereka mengumpulkan rombongan mau 
ambil sembako di masjid. Saya kan percaya sama masjid. Pikir saya ngambil 
sembakonya itu di masjid yang dikasih oleh orang partai,” ujar Wasli. “Ini 
bukan dibohongin lagi. Mending narik becak dapat duit. Kalau gak dibohongin 
gereja, narik becak juga dapat saya kalau 25 ribu dari jam 11 siang sampai 
sore,” imbuhnya.
Pengalaman ditipu oknum Gereja Bethel itu membuat para tukang becak Bekasi 
sinis kepada gereja dan orang Kristen. “Setelah kejadian ini mah, saya kapok. 
Gak bakalan mau diajak-ajakin ke gereja. Gak bakalan mau diiming-iming sembako 
kalau belum jelas orangnya,” jelas Wasli. “Kalau tahu mau dibawa ke gereja, 
dorongin aja badan saya pakai mobil, kagak bakalan saya mau ikut!” tutupnya. 
[taz]


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke