RefL. Kalau masalah TKI ini dianggap sangat penting maka seharusnya dikirim 
orang sangat berwewenang dalam pemerintahan seperti yang dilakukan Filipina 
atau Srilanka. Guna menyelesaikan masalah TK Filipina, presiden Aruyo pergi ke 
Arab Saudia dan bukan hanya sekali beliau pergi ke sana. Dan selalu berhasil TK 
mereka diselamatkan. Kalau hanya dikirim pensiunan presiden barangkali efeknya 
tidak seberapa menguntungkan, sebab NKRI mempunyai masalah tenaga kerja yang 
tidak dapat ditampung di dalam negeri. Disebabkan oleh pertumbuhan penduduk 
yang pesat, lapagangan kerja sangat terbatas sekali untuk dapat menampung 
tenaga kerja yang bertambah tiap tahun. Untuk ini, solusi sejak zaman 
berkuasanya rezim militer Soeharto ialah dikirim tenaga kerja murah tanpa 
perlindungan hukum ke negeri-negeri sahabat di Timur Tengah. 

Masalah penempatan tenaga kerja dalam negeri sulit diatasi dan mungkin sekali 
memakan waktu tak terhingga untuk diatasi. 

Bagaimana pun, semoga Habibie bisa membebaskan TKI dari pancungan pedang 
sebagai mana dikehendaki oleh keluarga terhukum..

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2011/12/26/ArticleHtmls/Pemerintah-Utus-Habibie-Selamatkan-TKI-dari-Pancung-26122011008012.shtml?Mode=0

Pemerintah Utus Habibie Selamatkan TKI dari Pancung 
JAKARTA 
Bertemu dengan Pange- ran Al-Walid bin Talal al- Saud untuk mendapat- kan maaf 
dari keluarga.

Satuan Tugas Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia sedang mengupayakan pembebasan 
seorang pekerja Indonesia di Arab Saudi, Tuti Tursilawati, dari hukuman 
pancung. Satuan Tugas telah meminta bantuan mantan presiden B.J. Habibie agar 
melobi keluarga kerajaan Arab Saudi supaya mengupayakan pemberian maaf kepada 
Tuti. 
Juru bicara Satuan Tugas, Humprey Djemat, menyatakan, kemarin sekitar pukul 
15.00 waktu Riyadh, Habibie bertemu dengan Pangeran Al-Walid bin Talal al-Saud. 
“Pertemuan itu dikhususkan untuk pembebasan Tuti dari hukuman pancung,”kata 
Humprey saat dihubungi Tempo kemarin. 

Menurut Humprey, upaya komunikasi langsung Habibie dan keluarga kerajaan Arab 
merupakan kelanjutan perbincangan perwakilan kerajaan Arab saat berkunjung ke 
Indonesia beberapa waktu lalu.Waktu itu disepakati ada pembicaraan lanjutan 
dari perwakilan pemerintah Indonesia dengan keluarga kerajaan Arab untuk 
membantu mendapatkan maaf dari keluarga warga Arab yang menjadi korban 
pembunuhan Tuti. 

Tuti Tursilawati adalah pekerja Indonesia asal Desa Cikeusik, Kecamatan 
Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Tuti terancam hukuman pancung 
karena membunuh majikan yang memperkosa dia. 

Humprey menyebutkan, saat ini, selain Tuti, pemerintah sudah menyelesaikan 
masalah hukum atas 40-an TKI yang bermasalah di Arab Saudi. Pemerintah sudah 
mengupayakan keringanan hukuman untuk TKI yang bermasalah hukum itu. Ada yang 
hukumannya sudah diringankan, ada yang dikembalikan ke Indonesia, dan ada yang 
sudah mendapatkan maaf dari keluarga korban. 

“Tinggal Tuti saja yang masih agak bermasalah. Dan harapan kami, dia bisa 
segera mendapat maaf dari keluarga,”katanya. 

Ia juga menyebutkan, pemerintah sudah menyiapkan dua kantor bantuan hukum di 
Arab Saudi. Kantor bantuan hukum akan bekerja membantu TKI 

yang bermasalah, khususnya setelah berakhirnya masa tugas Satuan Tugas TKI, 
akhir tahun ini. Di Arab Saudi, pemerintah menunjuk dua kantor bantuan hukum, 
satu berkedudukan di Riyadh dan satu di Jeddah. 
“Kantor ini bersama kantor perwakilan Indonesia di sana akan membantu TKI yang 
bermasalah di Arab,” kata Humprey. 

Selain di Arab, Satgas TKI sudah menunjuk kantor bantuan hukum lainnya di 
Malaysia dan Cina. Di Malaysia, dari 148 kasus yang ditangani, 114 adalah kasus 
narkoba, 28 lainnya kasus pembunuhan, dan sisanya berkaitan dengan kepemilikan 
senjata api. Sedangkan di Cina, 22 kasus adalah soal narkoba yang diterima 
warga negara biasa. ● IRA GUSLINA


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke