"Namun, pertanyaan yang kemudian dimunculkan oleh Rehman dan Askari bukan 
semarak ritual, melainkan seberapa jauh ajaran Islam itu membentuk kesalehan 
sosial berdasarkan ajaran Alquran dan Hadis. Contoh perilaku sosial di 
Indonesia yang sangat jauh dari ajaran Islam adalah maraknya korupsi, sistem 
ekonomi dengan bunga tinggi, kekayaan tidak merata, persamaan hak bagi setiap 
warga negara untuk memperoleh pelayanan negara dan untuk berkembang, serta 
banyak aset sosial yang mubazir. Apa yang dikecam ajaran Islam itu ternyata 
lebih mudah ditemukan di masyarakat muslim ketimbang negara-negara Barat."

Korupsi,  diskriminasi, dll itu justru merupakan ajaran Islam, jadi ga aneh 
sama sekali kalo di negara2 bersyariat iblis itu kita temukan korupsi gede2an, 
penindasan thd golongan lain, kesenjangan sosial dll.
 
Nabinya yg disebut sbg orang yg paling mulia akhlaknya dan hrs dijadikan contoh 
tauladan semua orang itu ternyata adlah perampok dan tukang bunuh yg gila sex 
dan pedophile. Ga aneh kalo orang2 Islam itu banyak yg bejad spt nabinya, bukan?

 

From: Sunny <[email protected]>
>To: [email protected] 
>Sent: Monday, January 2, 2012 10:58 AM
>Subject: [proletar] Antagonisme Penerapan Ajaran Islam di Indonesia (2)
>
>
>  
>http://www.equator-news.com/kolom/20111226/antagonisme-penerapan-ajaran-islam-di-indonesia-2
>Depan › 
>Senin, 26 Desember 2011 
>Antagonisme Penerapan Ajaran Islam di Indonesia (2) 
>H. Munawar M. Saad
>Dosen STAIN Pontianak dan sedang menyelesaikan program doktor di UGM Yogyakarta
>Kesimpulan penelitian di atas tak jauh berbeda dari pengalaman dan pengakuan 
>beberapa ustaz dan kiai sepulang dari Jepang setelah kunjungan selama dua 
>minggu di Negeri Sakura. Program ini sudah berlangsung enam tahun atas kerja 
>sama Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dengan 
>Kedutaan Besar Jepang di Jakarta.
>
>Para ustaz dan kiai itu difasilitasi untuk melihat dari dekat kehidupan sosial 
>di sana dan bertemu sejumlah tokoh. Setiba di tanah air, hampir semua mengakui 
>bahwa kehidupan sosial di Jepang lebih mencerminkan nilai-nilai Islam 
>ketimbang yang mereka jumpai, baik di Indonesia maupun di Timur Tengah. 
>Masyarakat terbiasa antre, menjaga kebersihan, kejujuran, suka menolong, dan 
>nilai-nilai Islam lain yang justru makin sulit ditemukan di Indonesia.
>
>Pernyataan serupa pernah dikemukakan Muhammad Abduh, ulama besar Mesir, 
>setelah berkunjung ke Eropa. “Saya lebih melihat Islam di Eropa, tetapi kalau 
>orang muslim banyak saya temukan di dunia Arab,” katanya.
>
>Kalau saja yang dijadikan indikator penelitian untuk menimbang keberislaman 
>masyarakat itu ditekankan pada aspek ritual-individual, saya yakin Indonesia 
>menduduki peringkat pertama menggeser Selandia Baru.
>
>Namun, pertanyaan yang kemudian dimunculkan oleh Rehman dan Askari bukan 
>semarak ritual, melainkan seberapa jauh ajaran Islam itu membentuk kesalehan 
>sosial berdasarkan ajaran Alquran dan Hadis. Contoh perilaku sosial di 
>Indonesia yang sangat jauh dari ajaran Islam adalah maraknya korupsi, sistem 
>ekonomi dengan bunga tinggi, kekayaan tidak merata, persamaan hak bagi setiap 
>warga negara untuk memperoleh pelayanan negara dan untuk berkembang, serta 
>banyak aset sosial yang mubazir. Apa yang dikecam ajaran Islam itu ternyata 
>lebih mudah ditemukan di masyarakat muslim ketimbang negara-negara Barat.
>
>Di Indonesia, penyimpangan perilaku sosial terjadi di tengah kehidupan 
>masyarakat yang secara individual sangat taat beragama. Namun kesalehan 
>individu justru tidak berdampak pada kehidupan sosial. Misalnya, sering kita 
>jumpai dalam kehidupan keluarga, muncul berbagai tindakan kekerasan. Seperti 
>misalnya kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, penganiayaan 
>terhadap pembantu, anak kandung tega menghabisi nyawa orang tuanya sendiri.
>
>Dalam kehidupan antarumat beragama masih sering muncul masalah yang berujung 
>konflik. Dalam kehidupan bermasyarakat, kata jujur sudah semakin sulit kita 
>jumpai, budaya antre sudah semakin langka, budaya gotong royong dan kerja sama 
>antarwarga terasa semakin jauh. Padahal salatnya taat dan sudah melaksanakan 
>haji. Puasa dan zakatnya tidak pernah ketinggalan.
>
>Demikian pula saat ini berkembang tindakan kriminalitas, seperti tindakan 
>perampokan, pemerkosaan, pembunuhan, dan teror. Kerusuhan dan tawuran 
>antarwarga telah terjadi di berbagai daerah. Dalam kehidupan berpolitik 
>menjelang pemilukada, atmosfer bumi pertiwi semakin panas. Pertikaian 
>antarparpol semakin tajam dan berakhir dengan jatuhnya banyak korban. 
>Sementara itu tindakan pelanggaran moral sudah sampai pada titik kritis. 
>Misalnya gejala prostitusi yang berakhir dengan aborsi, termasuk seksualitas 
>yang bisa jadi komoditas.
>
>Mengapa semarak dakwah dan ritual keagamaan di Indonesia tidak mampu mengubah 
>perilaku sosial dan birokrasi sebagaimana yang diajarkan Islam, yang justru 
>dipraktikkan di negara-negara sekuler? Tampaknya keberagaman kita lebih senang 
>di level dan semarak ritual untuk mengejar kesalehan individual, tetapi 
>menyepelekan kesalahan sosial. (bersambung)
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke