http://www.republika.co.id/berita/regional/nusantara/12/01/02/lx61so-ini-dia-penyebab-melonjaknya-orang-miskin-di-yogyakarta
   
Tahta/Republika
 
Pengungsi korban Merapi
Ini Dia Penyebab Melonjaknya Orang Miskin di Yogyakarta
Senin, 02 Januari 2012 17:14 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa 
Yogyakarta (DIY) melaporkan, jumlah orang miskin di provinsi itu melonjak 
sebanyak 3.350 jiwa dalam waktu tujuh bulan di tahun 2011. Akibatnya, jumlah 
warga miskin di DIY melonjak menjadi 564.230 jiwa dari sebelumnya 560.880 jiwa. 
Idul Fitri dan meletusnya Gunung Merapi menjadi salah satu pemicu melonjaknya 
jumlah warga miskin.

Kepala BPS DIY, Dyan Purnomo Effendi, mengatakan, penambahan warga miskin itu 
terjadi terjadi pada periode Maret-September 2011. "Ada kenaikan warga miskin 
sebanyak 3,23 persen dalam kurun waktu tujuh bulan itu,'' ujarnya kepada 
wartawan Senin (2/1). Saat ini, menurut dia, jumlah penduduk DIY mencapai 
3.457.491 jiwa.

Jumlah warga miskin paling banyak bertambah pada bulan Agustus dan September. 
Menurutnya, pada pada bulan Agustus ada hari Raya Idul Fitri, sehingga banyak 
warga membelanjakan uangnya untuk kebutuhan hari raya. "Akibatnya banyak warga 
yang masuk kategori miskin karena uangnya habis untuk itu," terangnya.

Kemiskinan itu, kata dia, merupakan suatu kondisi sejumlah penduduk tidak mampu 
mendapatkan sumber daya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok minimum. 
Garis kemiskinan pada September 2011 sebesar Rp 257.909/ kapita/ bulan. 
Sedangkan pada bulan Maret sebesar Rp 249.629/kapita/bulan.

Kepala Bidang Statistik Sosial BPS, Rahmawati, mengatakan penambahan warga 
miskin tersebut juga akibat dampak musibah erupsi gunung Merapi tahun 2010 
lalu. Berdasarkan data , kata Dyan, garis kemiskinan di daerah perkotaan pada 
September 2011 sebesar Rp 273.678/kapita/bulan. Jumlah itu naik sebesar 2,98 
persen dibandingkan Maret 2011 yang hanya Rp 265.752/kapita/bulan. Sedangkan 
garis kemiskinan di daerah pedesaan pada September 2011 Rp 
226.770/kapita/bulan. Jumlah itu naik sebesar 4,06 persen dibandingkan Maret 
2011 yang hanya Rp 217.923/kapita/bulan.

Redaktur: Heri Ruslan
Reporter: Yulianingsih
TERKAIT :
Sebelum Tergelincir, Sriwijaya Air Sempat Dua Kali Dialihkan
Hotspot Gratis di Yogya Disediakan dari Pukul 16.00 Sampai Pagi
Keren...Mulai 2012 'Hotspot' Gratis Tersedia di Seluruh Yogyakarta 
Ada Apa, Bulog Beli Beras Petani dengan Harga Murah
Setiap Tahun Lahan Pertanian di Jawa Hilang 27 Ribu Hektare

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke