http://www.lampungpost.com/pendidikan/20276-papua-barat-tuan-rumah-olimpiade-fisika.html

      Papua Barat Tuan Rumah Olimpiade Fisika        
      Senin, 02 January 2012 10:38  

      MATARAN—Provinsi Papua Barat akan menjadi tuan rumah penyelenggara 
kejuaraan fisika tingkat dunia yang kedua pada 2012. 

      "World Physics Olympiad (Wopho) atau kejuaraan fisika tingkat dunia pada 
2012 berlangsung di Manokwari, setelah tahun ini Mataram, Nusa Tenggara Barat 
(NTB)," kata pelopor Wopho Yohanes Surya, di sela acara grand final kejuaraan 
fisika tingkat dunia yang pertama di Mataram, Kamis (29-12).


      Ia mengatakan setelah di Manokwari, Papua Barat, Wopho akan 
menyelenggarakan kejuaraan ini di luar negeri. Negara yang sudah bersedia 
menjadi tuan rumah adalah Taiwan.


      "Jika penyelenggaraan kejuaraan fisika tingkat dunia tersebut sudah 
digelar di luar negeri, Indonesia harus menunggu puluhan tahun lagi untuk bisa 
menjadi tuan rumah," ujarnya.


      Menurut Yohanes, pertimbangan pelaksanaan Wopho, peserta Olimpiade Fisika 
Internasional makin banyak. Dalam ajang olimpiade, setiap negara hanya boleh 
mengirim lima orang wakilnya. Daftar tunggu negara berminat menjadi tuan rumah 
juga sudah sampai 2050.


      "Jika Indonesia ingin jadi tuan rumah, mungkin harus menunggu 30 tahun 
lagi. Untuk itu, kami sebagai panitia penyelenggara Wopho yang pertama meminta 
agar kejuaraan fisika tingkat dunia 2012 kembali digelar di Indonesia," 
ujarnya. (ANT/S-3)




      Dubes RI untuk Polandia Raih Doktor


      BANDUNG—Duta Besar RI untuk Polandia Darmansjah Djumala meraih gelar 
doktor bidang ilmu sosial dan politik Universitas Padjadjaran Bandung setelah 
mempertahankan desertasinya Soft Power dalam Penyelesian Konflik, di Kampus 
Unpad, Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung, Kamis (29-12).


      Dalam sidang yang dipimpin Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unpad 
Asep Kartiwa itu Darmansjah mengungkapkan proses dan upaya penyelesaian konflik 
pemberontakan dan pergerakan yang terjadi dalam suatu negara.


      "Selain dilakukan dengan cara kekuatan militer juga dilakukan dengan 
perundingan atau soft power. Hasilnya, soft power berhasil mengatasi konflik di 
Aceh," kata Darmansjah.


      Menurut dia, penyelesaian soft power bisa dilakukan untuk mengatasi 
konflik lainnya, antara lain dengan menyesuaikan dengan simpul-simpul 
kepemimpinan kelompok pergerakan yang terlibat konflik.


      Menurut dia, ada pengalaman berharga dari proses penyelesaian konflik di 
Aceh untuk menangani konflik-konflik internal di suatu negara. Penyelesaian 
konflik secara perundingan di Aceh menjadi salah satu model yang bisa diadopsi 
pemerintah.


      Darmansjah berhasil mempertahankan disertasinya dan di akhir sidang 
terbuka diplomat RI di Eropa Timur itu dinyatakan lulus mendapatkan gelar 
doktor dengan predikat Cumlaude. (ANT/S-3)
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke