Refl . Kalau provokator adalah kepanjanagan tangan dari kaum elit berkuasa 
seperti di masa lalu, maka tidak mudah untuk provokator ditangkap.

http://www.siwalimanews.com/post/ada_kelompok_yang_inginkan_ambon_rusuh

Friday, 30 December 2011
Kapolres: Tak Mudah Tangkap Provokator 
Ada Kelompok yang Inginkan Ambon Rusuh
 
Ambon - Pangdam XVI Pattimura, Mayjen TNI Suharsono mengingatkan masyarakat 
untuk terus merajut kebersaman dan tidak muda dipro­vokasi, sebab ada kelompok 
yang menginginkan Ambon dan Maluku umumnya terus rusuh.

Hal ini diingatkan Pangdam dalam sambutannya pada kegiatan jalan santai dan 
seruan damai yang digelar Pemerintah Kabupaten Buru Selatan (Bursel) dan Forum 
Solidaritas Masya­rakat Bursel (FSMBS) di Monumen Gong Perdamaian Dunia, Kamis 
(29/12).

Pangdam mengatakan, ada kelompok yang mempunyai kepentingan untuk mengadu domba 
masyarakat dan terus menjadikan masyarakat Ambon dan Maluku hidup dalam 
kebodohan dengan menciptakan situasi konflik di daerah ini.

“Saya yakin ada sebagian besar yang mempunyai kepentingan supa­ya membuat kita 
bodoh untuk tidak maju kedepan. Supaya kita bisa jadi bola dan ditendang sana 
tendang sini dan kita jangan lagi dimanfa­atkan dan dipencundangi. Kita saatnya 
terus merajut persaudaraan untuk hidup dalam kedamaian untuk dapat bisa meraih 
masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Dikatakan, sudah banyak ujian yang dialami warga yang ada di dae­rah ini, 
sehingga kejadian kelam dan memilukan yang terjadi beberapa waktu lalu jangan 
lagi terulang.

“Sudah banyak ujian yang kita dapat dari kejadian masa lalu yang terjadi di 
daerah ini, dan kita harus belajar banyak dari ujian itu untuk meraih masa 
depan yang lebih baik,” ujar Pangdam.

Jika perdamaian dan kebersamaan terus dirajut maka tidak mudah untuk dihasut 
dan diprovokasi.

Pangdam mengajak semua warga yang ada di daerah ini untuk menjer­nihkan pikiran 
dengan terus merajut kebersamaan untuk bersama-sama membangun daerah ini untuk 
lebih baik dengan menciptakan suasana yang aman, damai, indah, lestari dan 
sejuk.

Pangdam juga mengingatkan aparat TNI mempersiapkan diri un­tuk menghadapi 
tantangan dari ber­bagai belahan dunia dan ber­kumpul dengan keluarga, bukan di 
jalan-jalan yang tidak jelas apa kebera­daan mereka.

Provokator Masih Berkeliaran

Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease AKBP Suharwiyono maupun Dandim 1504, 
Letkol Inf J Lumbantoruan mengakui, hingga kini provokator masih berkeliaran 
dan tak menginginkan kondisi di Ambon aman.

“Saya mengakui bahwa masih ada provokator. Tetapi saya yakin jika ada 
kebersamaan kita dan saling peduli, maka perdamaian yang kita inginkan akan 
tetap terjaga,” kata Suharwiyono saat memimpin Rapat Koordinasi Dalam Rangka 
Penga­ma­nan Pergantian Tahun 2011-2012 yang dilaksanakan di ruang Rapat 
Mapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kamis (29/12).

Namun demikian, Suharwiyono mengakui, untuk mengidentifikasi dan menangkap para 
provokator tersebut tidaklah semudah memba­likan telapak tangan. “Para pelaku 
provokator itu kita tidak bisa iden­tifikasi. Tetapi hal ini membutuhkan peran 
kita semua,” ujarnya.

Ia menambahkan, rapat koordinasi dengan Pemerintah Kota Ambon, TNI, tokoh 
agama, tokoh masyarakat maupun tokoh pemuda untuk men­jaga agar kondisi Kota 
Ambon tetap aman dan damai saat pelaksanaan pergantian Tahun 2011 maupun da­lam 
jangka penjang ke depan.

“Jangan ada dusta diantara kita. Apalagi kita semua menginginkan agar Ambon 
aman. Sita semua se­pakat untuk Ambon aman. Olehnya itu, kita perlu 
mengantisipasinya bersama-sama untuk menjaga kon­disi tersebut,” tuturnya 
diselah-selah rakor tersebut.

Senada dengan Suharwiyono, Dandim 1504 Letkol Inf J Lumban­toruan pun mengakui 
adanya kebe­radaan provokator yang mengingin­kan agar kondisi di Ambon tidak 
aman. “Ada orang yang tidak meng­ingin­kan Ambon aman. Kita sepen­dapat bahwa 
provokator itu ada dan seperti angin dan membuat kita bodoh, karena telah 
membuat kita bentrok, padahal dia sedikit dan seharusnya kita membodoh-bodohi 
dia,” kata Lumbantoruan.

Iapun mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan dalam memerangi para 
provokator dengan tidak terpancing dalam berbagai skenario provokasi yang 
dimainkan oleh mereka.

“Keamanan yang kita inginkan bukan semata-mata merupakan tang­gung jawab aparat 
keamanan saja, tetapi tanggung jawab kita semua. Mari kita bersatu untuk kita 
bodoh-bodohin provokator itu dan hujat dia supaya masuk neraka nantinya,” 
ajaknya.

Dikatakan, kendati bukan merupa­kan orang asli Ambon, tetapi seba­gai aparat 
keamanan yang ditugas­kan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat pihaknya 
merasa terbebani jika kondisi di Ambon tidak aman.

“Kita serius dan cinta Ambon agar bisa aman dan damai, sebab kita juga 
terbebani. Apalagi ada orang yang ingin buat Natal dan Tahun baru kacau, 
sehingga nantinya kurang orang yang datang saat MTQ Nasional tahun 2012 nanti. 
Ini yang kita sesalkan, padahal ini merupakan momentum kebanggaan bagi kita 
semua di Maluku, khususnya di Ambon,” tutur Lumbantoruan. (S-26/S-35)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke