http://wartajawatimur.com/2012/01/jurnalhukum-aroma-konspirasi-korupsi.html
Malang,
LP (18/12) Hasil pantauan Lawang Post terhadap pelaksanaan lelang
pengadaan barang Dana Alokasi Khusus (DAK) dibeberapa daerah di Jawa
Timur, bahkan diseluruh Indonesia, menunjukkan banyaknya pengusaha yang
berminat acara lelang ini. Dapat dikatakan bahwa pengusaha yang berminat
dalam pelelangan pengadaan barang DAK ini jumlahnya bisa mencapai
puluhan perusahaan, sebagai contoh misalnya di Kabupaten Sumenep telah
mencapai 60 perusahaan. Demikian pula di Kabupaten Ngawi mencapai 49
peserta, di Kabupaten Magetan mencapai 68 peserta dan di Kota Yogyakarta
mencapai 67 peserta.
Akan
tetapi tidak demikian halnya yang terjadi di Kabupaten Malang. lelang
ulang Pengadaan Barang Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Malang
senilai 39,8 milyar kurang diminati pengusaha, hal ini dapat dilihat
dari hasil pelelangan 5 (lima) paket pengadaan yang dilaksanakan oleh
Dinas Pendidikan Kabupaten Malang ternyata hanya diminati oleh beberapa
perusahaan yang juga merupakan peserta lelang paket pekerjaan Jasa
Konstruksi.
Paket Pengadaan Meubelair Ruang Kelas Baru dengan HPS Rp.1.443.600.000,00 hanya
diminati oleh 7 (tujuh) perusahaan, yaitu :
1. CV Surya Indah
2.
CV Rakyat Merdeka
3. CV Wedyakarya
4. CV Ayashovia
5. CV Karya Mandiri
6. CV Tunjang Langit
7. Panderman Dwi Jaya (pemenang lelang).
Paket Pengadaan Buku Pengayaan, Buku Referensi dan Buku Panduan Pendidik
SMP/SMPLB dengan HPS Rp.13.027.215.400,00 hanya diminati oleh 7 (tujuh)
perusahaan yaitu :
1. Bakti Dwitunggal
2. CV Karya Mandiri
3. CV Sawunggaling
4. CV Kartika Fajar Utama
5. CV Adhijaya Sakti
6. CV Tunjang Langit
7. CV Adikersa (pemenang lelang).
Pakert Pengadaan Buku Pengayaan, Buku Referensi dan Buku Panduan Pendidik
SD/SDLB dengan HPS Rp.9.500.000.000,00 hanya diminati 7 (tujuh) perusahaan,
yaitu :
1. Bakti Dwitunggal
2. CV Adikersa
3. CV Karya Mandiri
4. CV Kartika Fajar Utama
5. CV Adhijaya Sakti
6. CV Tunjang Langit
7. CV Sawunggaling (pemenang lelang)
Paket
Pengadaan Peralatan Pendidikan SMP (alat Lab Bahasa, alat Lab IPA, alat
peraga matematika, alat peraga IPS, alat olah raga dan alat kesenian)
dengan HPS Rp.7.500.000.000,00 hanya diminati 5 (lima) perusahaan, yaitu :
1. CV Sawunggaling
2. CV Kartika Fajar Utama
3. CV Adhijaya sakti
4. CV Tunjang Langit
5. CV Karya Mandiri (pemenang lelang).
Paket
Pengadaan Alat Peraga Pendidikan, Sarana Penunjang Pembelajaran dan
Sarana TIK Penunjang Perpustakaan Elektronik dan Multimedia Interaktif
Pembelajaran SD/SDLB dengan HPS Rp.8.445.400.000,00 hanya diminati 5 (lima)
perusahaan, yaitu :
1. CV Karya Mandiri
2. CV Sawunggaling
3. CV Adhijaya Sakti
4. CV Tunjang Langit
5. CV Kartika Fajar Utama (pemenang lelang).
Dalam
pemantauan Lawang Post, pada lelang awal peserta lelang paket pengadaan
ini telah mencapai lebih dari 40 (empat puluh) perusahaan, namun pada
lelang ulang koq menurun menjadi tidak sampai 10 (sepuluh) perusahaan.
Apa yang menjadi latar belakang kejadian ini patut diselidiki dan
dipertanyakan kepada instansi terkait, mulai dari Panitia Pengadaan,
Kepala Dinas Pendidikan, LPSE Kabupaten Malang dan juga Bupati Malang.
Menurut
salah seorang tokoh pemerhati pendidikan yang aktif menyoroti masalah
pelaksanaan DAK Pendidikan di Kabupaten Malang, menurunnya jumlah
perusahaan yang berminat pada paket lelang ulang pengadaan barang ini
harus di-evaluasi lebih jauh untuk mencegah dan menghindari terjadinya
korupsi, kolusi
Dan
juga ada info,. bahwa saat beberapa paket lelang ini mulai diumumkan,
sampai saat pemasukan dokumen penawaran dan pengumuman pemenang, lpse
kabupaten Malang, sama sekali tidak bisa diakses selama lebih kurang 1
minggu. Maka ada harapan dari masyarakat agar ahli IT, bapenas dan
lembaga lain yang berkompeten untuk menyelidiki masalah ini. Karena
masalah ini sebenarnya bisa dilacak, apakah memang ada kesengajaan dari
pihak LPSE kabupaten Malang, sehingga akhirnya perusahaan tertentu saja
yang tahu pengumuman dan bahkan ada dugaan bahwa hanya jam tertentu saat
peserta yang memang diharapkan jadi pemenang dan peserta pendamping
memasukkan penawaran, akses baru dibuka, lalu setelah itu akses
dikecilkan lagi. Bahkan ada dugaan, bahwa peserta yang mendaftar dan
memasukkan penawaran dibantu up load di intern LPSE kabupaten malang.
Harapan
itu berdasar logika teknologi, karena tentunya jejak rekam akses LPSE
apakah ada kesengajaan saat mulai pengumuman lelang berlangsung sampai
dengan selesainya pekerjaan memang akses internet ke LPSE kabupaten
Malang dikecilkan, sehingga tidak bisa dibuka oleh masyarakat, dan baru
normal kembali setelah lelang selesai dilakukan.
Karena
infonya ada aroma, bahwa perusahaan perusahaan, yang tahu pengumuman,
yang yang bisa mendaftar dan yang bisa memasukkan penawaran adalah
dikelola oleh orang yang sama (bisa dilihat dalam tabel, bahwa
perusahaan peserta lelang dalam beberapa paket pekerjaan adalah perusahaan yang
sama,
hanya pemenang dan peserta pendamping dari masing2 paket lelang
dibolak-balik). Apalagi ada aroma mencurigakan bahwa mulai pengumuman
lelang dan pelaksanaan dilakukan pada 2 minggu terakhir desember
2011menjelang liburan, dan pekerjaan diperkirakan akan selesai 2 minggu
kemudian, yakni akhir Desember tahun 2011.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/