http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/01/05/index.shtml
Alternatif Kontrasepsi Pria
Indonesia menyimpan kekaI yaan alam, bahkan termasuk bahan
untuk mencegah ke hamilan. Berawal dari kebiasaan para pria di pedalaman Papua
yang belum bisa membayar mahar ketika menikah. Di sana mereka diwajibkan
mengkonsumsi tanaman gandarusa atau daun rusa (Justicia gendarussa Burm.f.).
Gunanya, mencegah kehamilan istri. Sebab, memiliki anak tapi
belum membayar mahar atau biaya perjanjian pernikahan dipandang hal tabu.
Di Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Surabaya, 36 pria
jadi “kelinci percobaan“untuk kontrasepsi alternatif pria itu. “Mereka dicoba
minum gandarusa selama 108 hari. Hasilnya, tidak ada masalah pada fungsi hati,
ginjal, darah. Semuanya normal,“ kata peneliti dari Universitas Airlangga,
Bambang Prayogo, Dari percobaan itu ditemukan, gandarusa berhasil menurunkan
stabilitas sel sperma untuk membuahi sel telur. “Ada proses enzimatik yang
digunakan untuk memvertilisasi telur,“ ujar Bambang.
Hasil penelitian itu menunjukkan, tanaman ini memiliki efek
menekan kadar testosteron pada mencit (tikus percobaan) melalui kadar zat kimia
tertentu.Tanaman ini menurunkan aktivitas enzim hialuronidase pada sel sperma,
sehingga sel sperma tidak bisa menembus dinding sel telur.
Bambang menguji klinis khasiat gandarusa melalui tiga fase
secara lengkap, dari efektivitasnya hingga aspek farmakologi. Pada fase
pertama, Bambang menguji efektivitas tanaman ini pada 36 pria. Hasilnya,
gandarusa tidak memiliki efek samping. Pengujian kedua, gandarusa diberikan
kepada 120 pria subur, dan menunjukkan hasil efektif. Rencananya, pada tahap
ketiga, barulah gandarusa akan diujikan kepada 350 pria.
Bambang berani mengujikan ini kepada manusia setelah lebih
dulu melakukan pengujian lewat hewan.“Kontrasepsi pada hewan sudah dicoba, bayi
tabung pada hewan juga sudah dicoba, dan hasilnya negatif, tidak terjadi
pembuahan. Karena itu, saya berani uji klinis secara invitro--mempertemukan sel
sperma dan sel telur di luar tubuh,“ujarnya.
Dari sekian banyak percobaan dan uji klinis, kegagalan jarang
terjadi. Karena itu, apabila tak ada rintangan, tanaman ini akan dikemas dan
diedarkan ke pasar pada 2012. “Gandarusa masih dalam tahap pengajuan izin edar
saat ini,“kata Bambang.
Gandarusa adalah tanaman semak, memiliki karakter liar, yang
tumbuh di dataran berketinggian 0 sampai 1.000 meter di atas permukaan laut.
Bambang meneliti efektivitas tanaman ini sejak 1987, meneruskan penelitian
Profesor Moeso Soerjowinoto dan Agus Pudjoarianto dari Fakultas Biologi
Universitas Airlangga. Selain berkhasiat sebagai tanaman kontrasepsi, gandarusa
bisa digunakan sebagai obat melancarkan peredaran darah, antiperadangan, memar,
antirematik, dan pereda nyeri.
Meski gandarusa akan diedarkan segera, Bambang belum bisa
memastikan bentuk kemasannya sebagai alat kontrasepsi pria.“Belum jelas, apakah
berbentuk pil, cairan, atau injeksi,“ kata Bambang. Ia hanya memastikan bahwa
harga gandarusa murah.“Mestinya murah sekali, karena ini herbal, jadi semua
orang bisa menggunakan, asalkan jangan disalahguna kan,“ujarnya. Dosis
menggunakan gandarusa disesuaikan dengan kebutuhan. Tak perlu di konsumsi
setiap hari se perti kontrasepsi pada perempuan. Saat dikonsumsi, gandarusa
tidak memiliki efek samping lain. Sebab, setelah konsumsinya dihentikan,
keadaan pengguna akan kembali normal. “Biasanya nafsu makan dan libido pengguna
naik,“ujar Bambang.
Ketua Badan Koordinasi Keluarga Berencana Sugiri Syarif
mendukung penemuan ini. “Kami sangat mendukung, dan memberikan dana senilai Rp
2 miliar kepada Pak Bambang,“ ujarnya. Diharapkannya, gandarusa bisa menjadi
alternatif jika kontrasepsi paling populer di kalangan pria saat ini, vasektomi
dan kondom, tak lagi efektif. SYARI FANI | CHETA NILAWATY | AT
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/