Ref. Benarkah teori ini, kalau penyanyi Barry White bersuara rendah 
maka teori ini ada kekecualian , karena badannya besar dan mempunyai 8 orang 
anak. Silahkan nikamti lagunya : “You ‘re the first, my last, my everything” 
bersama Pavaroti : http://www.youtube.com/watch?v=fHCcM_uV-r8&feature=related


                  
http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/01/05/index.shtml?ArtId=011_003&Search=Y


                  Suara Rendah, Kualitas Sperma Juga Rendah  
           
     
     
Pria bersuara berat identik dengan berbagai sifat maskulin, seperti dominasi 
fisik, ukuran tubuh besar, dan lebih menarik perhatian perempuan. Namun 
penelitian terbaru menunjukkan bahwa pria bersuara berat memiliki kualitas 
sperma yang rendah. 
Kelompok ilmuwan dari Australia memulai ekspe rimen mereka dengan meminta 
pandangan sejumlah perempuan mengenai suara dan hubungannya dengan kualitas 
sperma.
Hasilnya, sebagaimana bisa ditebak: perempuan menilai suara berat mencerminkan 
sosok yang maskulin.

Peneliti menganggap hal ini wajar karena, sepanjang evolusi manusia, perempuan 
cenderung memilih pasangan pria subur lewat ciri fisiknya. “Karakter seksual 
sekunder, seperti rambut tubuh, ukuran otot, dan kualitas suara, sering 
dikaitkan dengan tingkat kesuburan,“ kata Leigh Simmons dari Center for 
Evolutionary Biology, School of Animal Biology, University of Western 
Australia, selaku kepala peneliti.

Untuk membuktikan dugaan ini, mereka meminta bantuan 54 pria untuk memberikan 
rekaman suara dan sampel sperma. Pemeriksaan sampel memperlihatkan, pria 
bersuara “nge-bas“ bukan berarti memiliki sperma yang tangguh. “Pria bersuara 
rendah justru memiliki konsentrasi sperma rendah,“ ujar dia.

Dalam publikasi melalui jurnal PLos ONE pada 22 Desember 2011, peneliti 
memiliki penjelasan untuk fenomena ini. Menurut mereka, terjadi imbal balik 
pada tubuh manusia. Karakter yang melambangkan keperkasaan dan daya tarik, 
termasuk suara berat, harus dibayar dengan kualitas sperma yang rendah.

Suara rendah berhubungan dengan kadar testosteron yang tinggi. Meski juga 
memainkan peran penting dalam pembentukan sperma, kehadiran hormon ini pada 
level tinggi justru merusak produksi sperma. LIVESCIENCE | ANTON WILLIAM


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke