> "suryana" <gsuryana@...> wrote: > Woalahhhh tega benar Oom SLB menulis > Pancasila yg akan datang sampai 65 > tahun ke depan.
Tidak perlu tunggu sampai 65 tahun, sekarangpun Pancasila sudah tidak berlaku sama sekali. Disekolah pun bisa dibuktikan tidak perlu hafalkan Pancasila, tidak perlu hafal Sumpah pemuda, BAHKAN, para anggauta legislatif diwajibkan bisa membaca AlQuran bukan membaca Pancasila. Lalu kenapa harus ditunggu sampai 65 tahun??? bego bukan ??? Siapa sih yang masih mengakui Pancasila dibumi Indonesia ini ??? Orang Indonesia yang Kristen sudah mencemohkan Pancasila gara2 gereja-nya di=bakar2in tidak diberi ganti rugi dan pelakunya ter-tawa2 tidak ada yang ditangkap. Orang Indonesia yang Hindu, Buddha, Konghucu dll juga mencemohkan Pancasila gara2 mereka dijarah, agama mereka dinodai, dihina, dan patung2 mereka dirusak dan dihancurkan. Orang Indonesia yang Islam, juga mencemohkan Pancasila gara2 umat sesama Islam yang lain alirannya bisa memfatwakan kepercayaan Islam yang dianutnya sebagai diharamkan sehingga penganutnya dimurtadkan, halal dibantai, dianiayai disiksa sampai mati. Lalu kenapa masih harus berPancaslia ??? siapa yang butuh pancasila beginian ??? Sukarno juga si pencipta Pancasila sudah mati secara hina dina gara2 memerangi negara tetangga tapi kalah dan dijatuhkan oleh rakyatnya sendiri yang dibuat menderita akibat perang yang tak ada gunanya ini. Coba deh, siapa yang bisa menerangkan kepada saya disini tentang kegunaan Pancasila ????? Ny. Muslim binti Muskitawati. > > Eniwe pandangan Oom SLB juga tidak keliru, selama pimpinan Indonesia hanya > menjadi bebek doangan, dan lebih suka menggadaikan tanah air beta. > > Saat ini sedang gencar gencar nya istilah 4 pilar dikumandangkan : > - NKRI > - Pancasila > - UUD 45 > - Bhineka Tunggal Ika > > 4 Pilar ini dijadikan jargon politik PDI-Perjuangan ketika mengadakan > Kongres ke III di Bali April 2010 yg dijadikan pidato pembukaan oleh Ibu > Megawati. > > Mengenai pelaksanaan di bawah nya.......memang menjadi berbeda. > > Perbedaan didalam berpolitik di Indonesia aku tulis menjadi 4 pola. > > 1. Ketika Sumpah Pemuda dikumandangkan oleh para pemuda/i ditahun 1928 > pada saat itu bisa disebut awal dari warga Nusantara mulai berpolitik > praktis, > dengan dasar karena dijajah oleh sebuah Perusahaan Terbatas/CV Kompeni. > Sehingga pola berpolitik nya belum bisa mencapai akar rumput karena > tidak merata nya pengetahuan apa yg dimaksud di jajah di tataran > akar rumput, akar rumput masih terbiasa dengan pola kasta dari sistim > kerajaan yg masih eksis pada masa itu. > > 2. Ketika Indonesia Merdeka 1945, pada saat itu politikus sudah mulai > bermunculan dari banyak daerah dan memiliki kesamaan pandangan didalam > membentuk > Kemerdekaan Indonesia, dimana polemik maupun masalah dibahas secara > santun berdasarkan Musyawarah Mufakat yg menjadi Sila ke IV, dan para > politikus > bisa beradu aragumentasi dengan keras tanpa memandang etnis dan agama > dimana setelah selesai baku argumentasi bisa ngopi bareng. > > 3. Ketika Soeharto berkuasa dimana para politikus dibungkam, sehingga > politikus di era Soeharto lebih memilih menjadi bebek, sampai sampai > para > seniman acapkali menyindir > baik melalui lagu, maupun sendatari dan pembacaan sajak dan puisi, di > era Soeharto bisa dibilang politikus sejati berpindah posisi menjadi > seniman. > > 4. Era Reformasi, Politikus dari banyak daerah bermunculan dengan awal > memiliki cita cita setinggi langit, sampai sampai langit langit rumah > pun > dianggap setinggi langit, karena peran politikus menyusut menjadi > seniman > baik didalam berpolitik maupun ber seniman, dalam hal ini 10 tahun > lebih > setelah reformasi kondisi politik > Indonesia tidak lagi memiliki kesamaan visi dan tidak memiliki misi yg > jelas, semua misi dan visi sesuai lakunya seniman, dimana seniman akan > melakukan karya nya > sesuai dengan situasi dan kondisi, seperti hal nya votang dan voting > dijadikan tujuan akhir dari musyawarah dan mufakat. > Politikus di era reformasi menjadi kenalnya disaat ada kue, diluar itu > basa basi membahas rancangan undang undang dengan melakukan study > banding ke manca negara, mengenai di manca negara menjadi jalan jalan > thok > siapa yg bisa peduli. > Setiap ada kasus yg dianggap bisa menaikan populitar partai, maka > langsung diadakan dengar pendapat, tanpa peduli hakekat dari legislasi, > karena dengan dengar pendapat > minimal media massa mempunyai berita, dan berita menyatakan wakil rakyat > bekerja dilain pihak sifat membebek masih tetap berjalan, semisal tidur > disaat > sidang, biarpun hal tsb bisa menjadi ' wajar ' karena sang politikus > sudah memahami > apa yg sedang di sidang kan, ada juga karen memang tidak paham sama > sekali sehingga > mata lelah dan telinga menjadi budeg yg mengakibatkan kantuk berat, > belum lagi udara > ber ac yg sedemikian sejuknya, menjadi tidak wajar kan di masyarakat. > Bila yg mampu ber Ipad ria jangan heran pula mata serius kebawah, tangan > ketak ketik > utk kirim kirim mail maupun nonton film, yah namanya juga usaha agar > tidak ngantuk. > > > Apa yg Oom SLB tulis utk 65 tahun kedepan........sangat tergantung dengan > Rakyat Indonesia apakah Rakyat Indonesia dalam kurun waktu 65 tahun masih > tetap rela di bohongi oleh partai dan para politikus, apa sudah paham apa yg > di maksud > ber politik, untuk saat ini di kalang an akar rumput dan cerdik cendikiawan > pun pengertian > berpolitik masih berbeda, ada yg menganggap menjadi politikus itu mewakili > rakyat di daerah pilihannya, ada pula politikus sanggup dan tugasnya mampu > menyelesaikan banyak masalah, sehingga bila rakyat sebel yg pertama di demo > adalah para wakil rakyat yg terhormat. > > Beberapa waktu lalu aku mengirim topik dengan pertanyaan sederhana, bila > anda mempunyai uang selembar seratus ribuan, milik siapakah uang tsb ? > dan hebat hanya seorang yg memberi komentar..... > > Belum lagi pertanyaan lanjutannya apa beda politikus dan negarawan, > semoga pertanyaan kedua ini ada yg bisa bantu jelaskan garis besarnya > karena aku bertanya di dunia nyata khawatir jadi anggota dewan di jalanan. > :o) > > Akhir kata selama hakekat Trias Politica tidak dipahami secara baik, selama > itu pula NKRI belum mampu menjalankan Pancasila dengan baik dan benar. > > sur. > ps. > Bila tulisanku ngawur mohon di koreksi yah, bila ngawurnya banyak di voting > juga boleh koq, asal jangan di bungkam apalagi di Sukabumi kan :o)) > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
