Just pig ama bleki mana mampu otaknya dipake nulis seperti ini
-----Original Message----- From: Batara Hutagalung <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 16 Jan 2012 01:02:48 To: milis paj<[email protected]>; ExHamburg Milis<[email protected]>; Gelora45 milis<[email protected]>; Milis Mediacare<[email protected]>; PPI India milis<[email protected]>; SastraNusantara milis<[email protected]>; Sav Tao Toba milis<[email protected]>; bhinneka tunggal ika milis<[email protected]>; budaya_tionghua milis<[email protected]>; fsab milis<[email protected]>; milis Indonesia-Rising<[email protected]>; milis alumni SMA 6<[email protected]>; milis parapemikir<[email protected]>; milis pemimpin teladan<[email protected]>; milis pepicek<[email protected]>; milis reformasi birokrasi<[email protected]>; milis temu eropa<[email protected]>; milis wahana<[email protected]>; milis zamanku<[email protected]>; tionghoa-net milis<[email protected]>; milis Pembebasan<[email protected]>; BatakCyber milis<[email protected]>; milis proletar<[email protected]>; AntropologiBatak milis<[email protected]>; [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Cc: [email protected]<[email protected]> Subject: [proletar] Re: Indonesiëweigeraars dan Oorlogsliefdekin d: Korban agresi militer Belanda yang terlupa kan Oleh Batara R. Hutagalung, Ketua KUKB Sejak mulai meneliti berbagai peristiwa sejarah perjuangan bangsa Indonesia memperoleh dan mempertahankan kemerdekaan, saya melihat sangat banyak peristiwa-peristiwa penting yang tidak ditulis di buku-buku sejarah di Indonesia. Kurangnya referensi dalam bahasa Indonesia menjadi salahsatu penyebabnya, Juga kurangnya tulisan dari para pelaku sejarah dan korban-korban agresi militer Jepang dan kemudian agresi militer Belanda. Kebanyakan para peneliti dan sejarawan di Indonesia menunggu dan menggunakan sumber-sumber dan hasil penelitian dari luar negeri, terutama dari Belanda, sehingga sangat banyak sejarawan Indonesia yang menyebarluaskan versi Belanda di Indonesia, dan terlihat ikut berkonspirasi dalam menutup-nutupi lembaran hitam sejarah agresi militer Belanda di Indonesia antara tahun 1945 – 1950. Perlahan-lahan dan sangat lambat perkembangannya di Indonesia, muncul beberapa kasus yang dialami oleh rakyat Indonesia selama masa pendudukan Jepang, kemudian di masa agresi militer Belanda di Indonesia, yang dibantu oleh tiga divisi tentara Inggris dan dua divisi tentara Australia. Namun di Belanda sendiri, tuntutan yang dimajukan oleh Komite Nasional Pembela Martabat Bangsa Indonesia (KNPMBI) dan Komite Utang Kehormatan Belkanda (KUKB) mendapat dukungan luas, baik di masyarakat maupun di parlemen Belanda. Indonesiëweigeraars Ada dua kelompok manusia yang dapat disebut sebagai korban agresi militer Belanda. Yang pertama adalah yang di Belanda disebut sebagai Indonesiëweigeraars, yaitu para pemuda Belanda yang antara tahun 1946 – 1949 dikenakan wajib militer dan akan direkrut menjadi tentara untuk dikirim ke Indonesia, namun membangkang. Selanjutnya, baca: http://batarahutagalung.blogspot.com/2012/01/indonesieweigeraars-dan.html [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
