Refl: Diberitakan oleh rezim berkuasa bahwa penduduk berpendapatan US$ 
3.000,—per capita, jadi seharusnya anak jalanan berkurang dan tidak menjamur, 
tetapi ternayta sebaliknya. Mungkin sekali salah satu dari berita ini tidak 
benar. Menurut Anda mana yang tidak benar?


http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/01/21/ArticleHtmls/ANAK-JALANAN-MENJAMUR-21012012141008.shtml?Mode=0


ANAK JALANAN MENJAMUR 

     
Depok akan menerapkan jam malam untuk anak jalanan.

Malam turun di Kota Depok, Rabu lalu. Gelap mulai me nyelimuti. Buat anak-anak 
kebanyakan, ini jelas waktunya masuk kamar dan beristirahat kalau tidak 
bergelut dengan buku-buku pelajaran. 
Tapi tidak bagi Asmawati Efendi, 13 tahun. Bocah perempuan itu malah semakin 
asyik dengan ukulele lusuhnya tepat di bawah lampu pengatur lalu lintas yang 
menyala hijau di satu persimpangan di Jalan Margonda. Setiap kali lampu 
berganti menyala merah, dia melangkah maju dan menghampiri setiap pengendara.

Asmawati tidak sendiri. Banyak teman sebayanya yang lebih memilih menghabiskan 
malam justru di jalanan dan mengamen seperti itu.
“Kalau pagi tetap sekolah, Bang,“ katanya.

Kota Depok memang mendelegasikan diri sebagai kota layak anak.
Tapi yang terjadi belakangan ini pasti bukan seperti yang diharapkan. Kota 
penyangga Ibu Kota di sebelah selatan ini kini justru diramaikan oleh anak-anak 
di jalanan.
Mereka seperti Asmawati dan teman-temannya itu, yang “tiba-tiba“ saja 
bermunculan di sepanjang ruas Jalan Margonda.

Mereka tak hanya mengamen, tapi bahkan meminta-minta. Ini seperti yang 
dilakukan Abim, 13 tahun.“Daripada mencuri, Bang,”katanya. 

Pohan, 13 tahun, yang ditemui di sudut lain dari Jalan Margonda, menyatakan 
tidak ada yang menyuruhnya untuk berada di sana mencari uang. Pohan tinggal 
bersama kakeknya dan tidak tahu di mana orang tuanya. “Enggak ada yang suruh. 

Uangnya untuk beli nasi,”katanya. 

Kepala Seksi Pengendalian Operasional di Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok, 
Diki Erwin, mengaku tahu kemunculan anakanak jalanan yang bak jamur di musim 
hujan itu. Diki, yang ditemui di kantornya Kamis lalu, menyatakan mengawasi 
keberadaan anakanak jalanan itu sepanjang hari, setiap pagi sampai sore. 

“Tapi mereka munculnya mulai malam,” katanya sambil menambahkan, “kami akan 
membuat jam malam.” 

Namun Diki memastikan anakanak jalanan di wilayahnya tidak terorganisasi. 
“Mereka sendiri-sendiri. Jika ada kelompok, itu hanya karena pertemanan,”kata 
Diki. 
Terhadap anak-anak berusia belasan tahun itu, Diki mengatakan, ia menjalankan 
pendekatan secara khusus. Dia menolak cara-cara razia dan pengusiran. Dia 
menyebut teknik menjangkau atau menjaring tanpa menggunakan paksaan. “Kalau 
mereka tidak mau ikut, saat terjaring, kami minta identitasnya saja,”kata Diki. 

Setelah mendapatkan alamat tempat tinggalnya, petugas Satpol PP langsung 
bergerak mendatangi rumah dan keluarga atau orang tua si anak. Disekolahkan 
atau tidak, Diki menegaskan, si anak tidak diperbolehkan mencari uang di jalan. 

Diki mengatakan Satpol PP Kota Depok juga menjalin kerja sama dengan Dinas 
Ketenagakerjaan dan Sosial Kota Depok. Lewat kerja sama itu, beberapa anak 
jalanan yang dijaring ada yang dikirim untuk sekolah di Yayasan Bina Insan 
Mandiri Depok. “Tiga hari yang lalu, dua orang kami kirim ke sana,“katanya. 

Diki menunjukkan data kedua anak yang terjaring dari Terminal Depok itu, 
masing-masing Fahmi Fahrozi, 15 tahun, dan Fais, 13 tahun.Yang pertama berasal 
dari Kelurahan Cipayung, Jakarta Timur, bapaknya buta dan ibunya bekerja 
sebagai pembantu rumah tangga di Banyuwangi, Jawa Timur.

Adapun Fais mengaku tak lagi punya orang tua. “Mereka kami jaring di Terminal 
Depok,“kata Diki.

Tidak hanya disekolahkan, ada pula anak jalanan yang telah berusia lebih dari 
16 tahun dikirim sebagai tenaga kerja. Satu orang disebutkan Diki sudah ada 
yang dikirim bekerja di Hong Kong.

ILHAM 

     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke