si a punya kekayaan dengan variabel 7 si b punya kekayaan dengan variabel 1 si c punya kekayaan dengan variabel 1 si d punya kekayaan dengan variabel 1
maka per kapita adalah 7 + 1 + 1 +1 = 10 / 4 2.5 tentu si b,c,d tetap kelaparan, dan si a tetap kaya raya --- In [email protected], "Sunny" <ambon@...> wrote: > > Refl: Diberitakan oleh rezim berkuasa bahwa penduduk berpendapatan US$ > 3.000,â"per capita, jadi seharusnya anak jalanan berkurang dan tidak > menjamur, tetapi ternayta sebaliknya. Mungkin sekali salah satu dari berita > ini tidak benar. Menurut Anda mana yang tidak benar? > > > http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/01/21/ArticleHtmls/ANAK-JALANAN-MENJAMUR-21012012141008.shtml?Mode=0 > > > ANAK JALANAN MENJAMUR > > > Depok akan menerapkan jam malam untuk anak jalanan. > > Malam turun di Kota Depok, Rabu lalu. Gelap mulai me nyelimuti. Buat > anak-anak kebanyakan, ini jelas waktunya masuk kamar dan beristirahat kalau > tidak bergelut dengan buku-buku pelajaran. > Tapi tidak bagi Asmawati Efendi, 13 tahun. Bocah perempuan itu malah semakin > asyik dengan ukulele lusuhnya tepat di bawah lampu pengatur lalu lintas yang > menyala hijau di satu persimpangan di Jalan Margonda. Setiap kali lampu > berganti menyala merah, dia melangkah maju dan menghampiri setiap pengendara. > > Asmawati tidak sendiri. Banyak teman sebayanya yang lebih memilih > menghabiskan malam justru di jalanan dan mengamen seperti itu. > âKalau pagi tetap sekolah, Bang,â katanya. > > Kota Depok memang mendelegasikan diri sebagai kota layak anak. > Tapi yang terjadi belakangan ini pasti bukan seperti yang diharapkan. Kota > penyangga Ibu Kota di sebelah selatan ini kini justru diramaikan oleh > anak-anak di jalanan. > Mereka seperti Asmawati dan teman-temannya itu, yang âtiba-tibaâ saja > bermunculan di sepanjang ruas Jalan Margonda. > > Mereka tak hanya mengamen, tapi bahkan meminta-minta. Ini seperti yang > dilakukan Abim, 13 tahun.âDaripada mencuri, Bang,âkatanya. > > Pohan, 13 tahun, yang ditemui di sudut lain dari Jalan Margonda, menyatakan > tidak ada yang menyuruhnya untuk berada di sana mencari uang. Pohan tinggal > bersama kakeknya dan tidak tahu di mana orang tuanya. âEnggak ada yang > suruh. > > Uangnya untuk beli nasi,âkatanya. > > Kepala Seksi Pengendalian Operasional di Satuan Polisi Pamong Praja Kota > Depok, Diki Erwin, mengaku tahu kemunculan anakanak jalanan yang bak jamur di > musim hujan itu. Diki, yang ditemui di kantornya Kamis lalu, menyatakan > mengawasi keberadaan anakanak jalanan itu sepanjang hari, setiap pagi sampai > sore. > > âTapi mereka munculnya mulai malam,â katanya sambil menambahkan, âkami > akan membuat jam malam.â > > Namun Diki memastikan anakanak jalanan di wilayahnya tidak terorganisasi. > âMereka sendiri-sendiri. Jika ada kelompok, itu hanya karena > pertemanan,âkata Diki. > Terhadap anak-anak berusia belasan tahun itu, Diki mengatakan, ia menjalankan > pendekatan secara khusus. Dia menolak cara-cara razia dan pengusiran. Dia > menyebut teknik menjangkau atau menjaring tanpa menggunakan paksaan. âKalau > mereka tidak mau ikut, saat terjaring, kami minta identitasnya saja,âkata > Diki. > > Setelah mendapatkan alamat tempat tinggalnya, petugas Satpol PP langsung > bergerak mendatangi rumah dan keluarga atau orang tua si anak. Disekolahkan > atau tidak, Diki menegaskan, si anak tidak diperbolehkan mencari uang di > jalan. > > Diki mengatakan Satpol PP Kota Depok juga menjalin kerja sama dengan Dinas > Ketenagakerjaan dan Sosial Kota Depok. Lewat kerja sama itu, beberapa anak > jalanan yang dijaring ada yang dikirim untuk sekolah di Yayasan Bina Insan > Mandiri Depok. âTiga hari yang lalu, dua orang kami kirim ke > sana,âkatanya. > > Diki menunjukkan data kedua anak yang terjaring dari Terminal Depok itu, > masing-masing Fahmi Fahrozi, 15 tahun, dan Fais, 13 tahun.Yang pertama > berasal dari Kelurahan Cipayung, Jakarta Timur, bapaknya buta dan ibunya > bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Banyuwangi, Jawa Timur. > > Adapun Fais mengaku tak lagi punya orang tua. âMereka kami jaring di > Terminal Depok,âkata Diki. > > Tidak hanya disekolahkan, ada pula anak jalanan yang telah berusia lebih dari > 16 tahun dikirim sebagai tenaga kerja. Satu orang disebutkan Diki sudah ada > yang dikirim bekerja di Hong Kong. > > ILHAM > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
