Hehehe... si suryana yg katolik itu tpnya bersohib dgn 75% politkus di Bogor, mungkin termasuk jg dgn walikota Bogor. Kalo perlu, si suryana akan jilat pantat orang2 FPI, MUI, Forkami, dll, bukan? Apa yg dilakukan si suryana sbg reaksi atas penindasan atas orang Kristen di Bogor ini? Si suryana akan ngefitnah gua, hehehe....
From: Sunny <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Thursday, January 26, 2012 4:01 AM >Subject: [proletar] Kisruh GKI Yasmin Masuk Catatan Dunia > > > >http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/01/25/ArticleHtmls/Kisruh-GKI-Yasmin-Masuk-Catatan-Dunia-25012012008009.shtml?Mode=0 > >Kisruh GKI Yasmin Masuk Catatan Dunia >JAKARTA >Konflik GKI Yasmin bisa masuk catatan dunia kare- na ada permasalahan hu- kum >dan pelanggaran hak kebebasan beribadah . > >Kisruh rumah ibadah Gereja Kristen Indonesia Yasmin di Bogor, Jawa Barat, >masuk dalam laporan dunia “Human Rights Watch Report 2012, Events of 2011” di >halaman 337 alinea kedua dan ketiga. Laporan itu baru saja dikeluarkan dan >disebarluaskan secara mendunia oleh Human Rights Watch. >Perwakilan Human Rights Watch di Indonesia, Andreas Harsono, mengungkapkan, >konflik GKI Yasmin itu bisa masuk dalam catatan dunia karena dinilai ada >permasalahan hukum dan pelanggaran hak kebebasan beribadah di sana. “Kami >melihatnya dari hukum di Indonesia, di mana ada konstitusi (yang mengatur hal >itu) dan dijabarkan dalam undang-undang,” kata Andreas saat dihubungi Tempo >kemarin. > >Dalam persoalan ini, HRW meminta pihak yang bertikai menaati hukum yang telah >ditetapkan agar persoalan tersebut cepat selesai. > >“Terlepas hukum itu baik atau buruk,”ucap Andreas. > >Seperti diketahui, kisruh GKI > >Yasmin ini, yang diawali dari persoalan izin mendirikan bangunan (IMB), sudah >memasuki tahun ketiga namun belum menunjukkan titik terang. Semula,Wali Kota >Bogor Diani Budiarto menolak IMB gereja, tapi sudah dimentahkan oleh Mahkamah >Agung dan Ombudsman RI yang memutuskan IMB sah. >Meski sudah ada putusan tetap dari MA dan Ombudsman RI yang menjaminnya, >jemaat GKI Yasmin belum bisa bebas beribadah. Setiap hari Minggu, sekelompok >orang masih mengintimidasi jemaat dengan kekerasan, melarang mereka beribadah >di bangunan yang berada di Jalan KH Abdullah bin Nuh, Bogor, Jawa Barat, itu. > >Prihatin atas adanya intoleransi, kekerasan, dan hilangnya rasa aman >menjalankan ibadah yang dialami jemaat GKI Yasmin, Komisi Nasional Anti >Kekerasan terhadap Perempuan telah mengirim surat resmi kepada Wali Kota Bogor >Diani Budiarto. Ketua Komnas Perempuan Yuniyanti Chuzaifah menuntut tanggung >jawab Wali Kota untuk memenuhi hak konstitusional warganya, terutama hak untuk >menjalankan ibadah. ”Jika dibiarkan berlarut, akan berpotensi memperluas aksi >kekerasan dan diskriminasi,”ia menuliskan. > >Sampai saat ini rapat gabungan antara pemerintah, Dewan Perwakilan Rakyat, dan >jemaat GKI Yasmin belum pernah dilakukan. Sudah dua kali pemerintah >membatalkan rapat secara mendadak. Terakhir, 18 Januari lalu perwakilan GKI >Yasmin sudah datang ke DPR ditemani istri mantan presiden Abdurrahman Wahid, >Shinta Nuriyah Wahid, dan pengacara senior Adnan Buyung Nasution. Namun >pertemuan batal lagi. Mereka akhirnya hanya diterima anggota DPR, Eva Kusuma >Sundari, Lily Wahid, dan Martin Hutabarat. > >Dalam kesempatan itu, Shinta Nuriyah mengecam pembatalan rapat dan menyebut >pemerintah seperti kura-kura yang menyembunyikan kepala setiap ada persoalan. > >Sementara itu, Adnan Buyung meminta DPR merespons keras pembatalan karena >pemerintah melalaikan kewajiban konstitusionalnya. > >Saat menemui rombongan, anggota Komisi Hukum DPR, Eva Kusuma Sundari, sempat >berjanji akan segera membahas hal ini dengan pimpinan DPR dan memanggil >pemerintah paling lambat Jumat pekan lalu. Eva bahkan meminta polisi untuk >selalu mengantisipasi bentrokan jemaat GKI Yasmin dengan warga. Namun, hingga >saat ini, DPR belum juga bertemu dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum, >dan Keamanan, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, Kepala Kepolisian RI, >Ombudsman, Gubernur Jawa Barat, Wali Kota Bogor, dan pengurus GKI Yasmin untuk >membahas persoalan ini. > >Sebelumnya, Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Abdul Fatah mengatakan >kasus GKI Yasmin harus diselesaikan secara sosiologis dan psikologis. Perlu >terus dilakukan pendekatan dan musyawarah dengan jemaat GKI Yasmin dan >masyarakat. > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
