Menteri agama itu kan hrs adil, kalo Ahmadiyah dianggap bukan Islam, maka Shia 
jg hrs diperlakukan sama. Pokoknya, semua yg bukan Islam Salafi itu bukan Islam.
 

From: Sunny <[email protected]>
>To: [email protected] 
>Sent: Saturday, January 28, 2012 2:37 AM
>Subject: [proletar] Skap Berbahaya Menteri Agama
>
>
>  
>Refl: Sebagai Menteri Agama, Suryadharma Ali, tentu ucapannya sesuai beleid 
>politik negara, jadi tidak mengherankan jika terjadi pembabatan terhadap kaum 
>minoritas.
>
>http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/01/27/ArticleHtmls/Sikap-Berbahaya-Menteri-Agama-27012012003004.shtml?Mode=0
>
>Skap Berbahaya Menteri Agama
>
>Pernyataan Suryadharma Ali, yang memojokkan aliran Syiah, sungguh disesalkan. 
>Seharusnya di pahami, sebagai Menteri Agama ia mewakili pemerintah, dan 
>bukannya suara atau kepentingan Partai Persatuan Pembangunan yang dipimpinnya. 
>Sikap yang tak bijak ini hanya akan merusak kebebasan beragama. 
>Menteri Agama mengatakan bahwa pemerintah sejauh ini menganggap Syiah bukan 
>bagian dari Islam.
>Dasarnya, menurut dia, Surat Keputusan Bersama Majelis Ulama Indonesia dan 
>Kementerian Agama. Ia juga mengatakan Rapat Kerja Nasional MUI 1984 
>merekomendasikan umat Islam agar waspada terhadap paham Syiah.
>
>Ucapan seperti itu hanya akan membuat konflik dalam kehidupan beragama memanas 
>lagi. Padahal, sebagai pejabat publik, semestinya ia berupaya menjaga 
>kerukunan beragama. Ia seharusnya justru mengutuk keras pembakaran rumah 
>penganut Syiah di Sampang, Madura, beberapa waktu lalu. Apalagi para penganut 
>aliran ini sampai diusir dari tempat tinggal mereka.
>
>Pak Menteri juga terlihat bersikap plinplan lantaran beberapa hari sebelumnya 
>ia mengatakan Syiah masih dalam koridor Islam. Bahkan Wakil Menteri Agama 
>Nazaruddin Umar menegaskan Syiah tidak menyimpang dari ajaran Islam. Ia juga 
>mengatakan, di negara-negara Islam lain, Syiah diakui dan tidak mendapat 
>penolakan.
>
>Sikap yang tak tegas itu tentu akan membikin bingung masyarakat. Orang pun 
>akan bertanya-tanya, kenapa Menteri Agama selalu merujuk pada pendapat MUI. 
>Bukankah seharusnya ia bersikap atas nama pemerintah, bahkan negara ini? 
>Pedoman yang seharusnya dipegang oleh Menteri Agama pun jelas, yakni 
>konstitusi. Pada Pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945 jelas dinyatakan bahwa 
>negara menjamin kemerdekaan tiap penduduk untuk memeluk agamanya masingmasing 
>dan beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya itu.
>
>Kebebasan memeluk agama dan meyakini kepercayaan itu ditegaskan pula dalam 
>Pasal 28-E dan 28-I UUD 1945. Bahkan dinyatakan bahwa beragama termasuk hak 
>yang tidak bisa dikurangi dalam keadaan apa pun.
>
>Bukan hanya dalam soal konflik Syiah-Sunni, Suryadharma bersikap aneh. Sikap 
>serupa ia perlihatkan dalam menghadapi kasus pelarangan beribadah jemaat 
>Gereja Kristen Indonesia Yasmin di Bogor. Menteri Agama mengatakan pihaknya 
>angkat tangan lantaran masalah ini lebih bersifat administratif, yakni 
>menyangkut izin mendirikan bangunan. Ia malah menyarankan agar jemaat gereja 
>ini mengalah.
>
>Suryadharma seharusnya memahami kisruh GKI Yasmin bukan lagi soal tidak adanya 
>izin mendirikan gereja. Untuk soal ini, Mahkamah Agung dan Ombudsman RI sudah 
>memutuskan bahwa IMB GKI Yasmin sah. Jadi masalahnya adalah adanya aksi 
>sepihak dari umat lain yang tak menginginkan gereja tersebut berdiri di sana. 
>Karena itu, penyelesaian kisruh yang telah berlangsung selama tiga tahun ini 
>jelas menjadi tanggung jawab Suryadharma.
>
>Sikap sekaligus pandangan Suryadharma yang cenderung bertentangan dengan 
>konstitusi itu amat tak wajar. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mesti 
>menegurnya, bahkan jika perlu mencopotnya, karena sikap itu hanya akan 
>menghancurkan kerukunan umat beragama. 
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke