http://www.kompas.com/kompas-cetak/0507/13/utama/1893981.htm

 
Kantor KPU Poso Dilempar Bom 
Sepekan Terakhir Ini Unjuk Rasa Terus Berlangsung



Poso, Kompas - Kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, 
yang selama sepekan ini didemonstrasi massa yang menolak hasil pemilihan kepala 
daerah, Selasa (12/7) pukul 19.15 Wita, dilempar bom. Satu bom hampa yang 
dirakit dalam kaleng meledak dan satu bom lainnya tidak meledak, tetapi 
menimbulkan asap cukup tebal.

Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan material. �Suaranya keras. Setelah 
bunyi ledakan, tercium bau karbit,� kata Kadir Mushan, Bendahara KPU Poso, 
yang malam itu masih berada di kantor.

Sejumlah warga yang ditemui di depan kantor KPU di Jalan Pulau Timor itu 
mengaku, mereka mendengar bunyi ledakan sampai radius lebih dari 500 meter. 
�Bunyinya cukup keras, saya sempat kaget. Waktu itu saya sedang shalat 
isya,� kata Udin, warga sekitar kantor KPU.

Menurut Ajun Komisaris Amir, Komandan Kompi BKO Brimob, saat kejadian kantor 
KPU dijaga empat anggota Brimob dan satu regu perintis. Dua bom tersebut, 
katanya, dilempar dari arah belakang kantor KPU dan jatuh di lantai gudang 
tempat penyimpanan logistik. Satu bom meledak dan satu lagi hanya menimbulkan 
asap. �Itu namanya bom hampa,� kata Amir.

Dianalisis

Setelah menemukan dua kaleng bom tersebut, anggota Pusat Laboratorium Forensik 
polres setempat kemudian membawanya untuk dianalisis. Polisi melakukan 
pemeriksaan terhadap pengendara di sejumlah jalan.

Selama sepekan ini Kantor KPU Poso diguncang aksi unjuk rasa yang menolak hasil 
pilkada. Dalam dua hari terakhir ini massa yang berdemo itu menginap di halaman 
Kantor DPRD Poso, sekitar 500 meter dari kantor KPU. Mereka menuntut agar KPU 
Poso membatalkan hasil pilkada yang dimenangi pasangan Piet Inkiriwang-Abdul 
Muthalib Rimiâ?"yang dicalonkan Partai Damai Sejahteraâ?"karena dinilai ada 
pelanggaran selama proses pilkada.

Sejak munculnya gelombang unjuk rasa itu, polisi memperketat pengamanan di 
kantor KPU. Senin lalu kantor KPU sempat dilempari batu sehingga sejumlah kaca 
pecah. Tekanan yang dilakukan massa itu membuat KPU tidak mengumumkan secara 
terbuka hasil rekapitulasi penghitungan suara yang dijadwalkan kemarin. Hasil 
rekapitulasi itu hanya ditempelkan di kantor KPU. (ssd)



[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke