http://www.kompas.com/kompas-cetak/0507/13/opini/1866323.htm


 
TPF dan Misteri Kematian Munir 

Oleh: AKHMAD ZAENAL FANANI

Masa kerja Tim Pencari Fakta kasus kematian Munir sudah berakhir 23 Juni lalu. 
Tak mudah bagi anggota TPF untuk mengungkap misteri kematian Munir.

Teka-teki tentang siapa pembunuh pejuang HAM itu belum juga menemukan titik 
terang. Seolah semua bak benang kusut yang entah kapan akan terurai.

Salah satu kesimpulan yang bisa ditarik oleh Tim Pencari Fakta (TPF) adalah 
tewasnya Munir akibat racun arsenik yang dimasukkan ke makanan saat dalam 
perjalanan dari Jakarta ke Amsterdam merupakan hasil persekongkolan tingkat 
tinggi. Tidak mungkin pembunuhan sistematis itu dilakukan oleh orang biasa yang 
tidak memiliki otoritas untuk membuka akses ke dalam pesawat Garuda Indonesia.

Wajar banyak pihak mencurigai pembunuhan itu ada kaitannya dengan aktivitas 
yang selama ini digeluti Munir. Aktivitas Munir selama ini berkisar pada 
penggugatan terhadap praktik HAM di Indonesia yang karut- marut. Dia terkenal 
amat konsisten menolak militerisme serta sering mengecam perilaku kekerasan 
ABRI/TNI dalam berbagai kasus pelanggaran HAM, di masa lalu maupun sekarang.

Melihat aktivitas dan kepedulian Munir, jelas pihak yang paling melakukan 
resistensi adalah dari kalangan militer. Namun, benarkah militer sebagai dalang 
pembunuhan itu karena tak senang, lalu meracuninya? Mungkin saja.

Namun, tentu tidak sesederhana dan segampang itu jalan ceritanya. Akankah 
kalangan militer melakukan hal gegabah itu saat kredibilitas dan citra mereka 
sedang menjadi sorotan dunia internasional? Tentu akan banyak yang menjawab tak 
mungkin.

Jika melihat persekongkolan tingkat tinggi itu, kematian Munir tentu 
dilaksanakan dengan operasi intelijen tingkat tinggi sehingga memunculkan 
kecurigaan publik, lembaga BIN yang saat itu dipimpin AM Hendropriyono tahu 
kematian Munir. Siapa pembunuh Munir sebenarnya?

Spekulasi

Publik bisa saja berspekulasi dan berdebat dengan berbagai teori konflik atau 
konspirasi tentang pembunuh Munir. Namun, kebenaran hukum tetap datang dari 
hasil penyelidikan TPF dan pembuktian melalui pengadilan.

Sayang, kinerja TPF tidak bisa berjalan maksimal.

Kematian misterius seperti yang dialami Munir ini sebenarnya bukan yang 
pertama. Di antara catatan kelam aksi kekerasan, yang paling parah adalah kasus 
pembunuhan misterius puluhan jenderal pada tahun 1965, Marsinah, Udin, dan 
mungkin Baharuddin Lopa.

Sampai saat ini, pelaku dan dalang di balik pembunuhan itu masih misterius, 
yang entah sampai kapan akan terungkap.

Setiap pembunuhan misterius yang terjadi tidak pernah ditindaklanjuti serta 
dituntaskan melalui penyidikan dan proses hukum yang adil, transparan, serta 
tidak mengandung rekayasa. Tidak ada tersangka, terdakwa, apalagi terpidana 
yang jelas serta pantas.

Anehnya, jika diamati, semua kasus misterius tersebut terdapat kemiripan motif, 
yaitu motif kekuasaan, kepentingan untuk melanggengkan kekuasaan.

Mengapa tidak terbongkar? Tentunya lebih dikarenakan sang pelaku berada dalam 
jaring-jaring kekuasaan atau mempunyai akses yang kuat untuk mengendalikan 
kekuasaan. Sebab, institusi hukum di negeri kita belum bisa berkutik untuk 
tegas terhadap pihak-pihak yang berkuasa atau dekat dengan kekuasaan.

Kebobrokan hukum ini tentu menjadi legitimasi tersendiri bagi publik untuk 
menduga bahwa kasus Munir pun nantinya kemungkinan besar akan bernasib 
sebagaimana kasus pembunuhan misterius sebelumnya, yang sampai sekarang belum 
terbongkar.

Pembunuhan Munir dan ketidakjelasan siapa pelakunya di tengah-tengah 
demokratisasi menyesakkan dan menyakiti perasaan publik. Demokrasi yang sehat 
mensyaratkan adanya jaminan atas partisipasi serta pengawasan publik secara 
bebas terhadap kelas penguasa atau pemerintah.

Presiden SBY beserta jajarannya, Kepala Polri dan Kejagung, harus berani 
menindaklanjuti kesimpulan TPF, membongkar konspirasi tingkat tinggi kematian 
Munir serta menemukan siapa sebenarnya pelaku atau dalang di balik pembunuhan 
Munir dan segera mengajukannya ke pengadilan.

Akhmad Zaenal Fanani Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Administrasi 
Negaraâ?"Kebijakan Publik, UGM Yogyakarta


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke