Refl: Apa komentar SBY dan konco-konco tentang anak buah ditolak masuk Kalteng 
oleh masyarakat?


http://www.suarapembaruan.com/nasional/lima-pernyataan-sikap-penolakan-warga-kalteng-pada-fpi/17041
Lima Pernyataan Sikap Penolakan Warga Kalteng pada FPI
Senin, 13 Februari 2012 | 15:06

 Aksi kelompok FPI [google] 


Berita Terkait

  a.. Kalteng Tidak Butuh Kehadiran FPI 
[PALANGKA Raya] Dari hasil rapat pimpinan agama, pimpinan organisasi masyarakat 
(Ormas), dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kalteng, ditetapkan lima 
pernyataan terhadap penolakan pembentukan Front Pembela Islam (FPI) di 
Kalimantan Tengah (Kalteng).

Pada hari ini, Senin, 13 Pebruari 2012, bertempat di Aula Jayang Tingang kami 
menyatakan sikap terkait aksi penolakan pembentukan Front Pembela Islam (FPI) 
di Kalteng," kata Wakil Gubernur Kalteng, Ir H Acmad Diran, di Palangka Raya, 
Senin (13/2).

Menurut Diran, isi lima pernyataan sikap itu adalah pertama, semua pimpinan 
agama, pimpinan Ormas dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kalimantan Tengah, 
menyatakan bahwa penolakan pelantikan FBI tersebut tidak ada kaitannya dengan 
agama dan suku.

Kedua, agar kejadian tersebut tidak terulang kembali dan semua pihak wajib 
bersama-sama menjaga kebersamaan dan ketentraman serta kerukunan umat beragama 
dan memelihara tri kerukunan umat Beragama sesuai dengan peraturan 
perundang-undangan yang berlaku.

Ketiga, sepakat menyatakan masalah tersebut telah selesai dan semua pihak siap 
untuk kembali menciptakan kondisi Kalteng yang rukun dan damai. Keempat, 
hindari upaya adu domba dalam masyarakat dan tindak tegas pelakunya sesuai 
dengan hukum yang berlaku.

Kelima, tingkatkan persatuan dan kesatuan dengan semangat huma betang di Bumi 
Tambun Bungai Bumi Pancasila Kalteng, tegas H Achmad Diran.

Pernyataan sikap tersebut, jelas dia, dibuat untuk diketahui dan dilaksanakan 
secara bersama-sama demi keutuhan dan kejayaan Negara Kesatuan Republik 
Indonesia (NKRI).

Secara terpisah, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalteng, Brigjend Pol Drs H 
Damianus Djakie menegaskan, pihaknya siap menindak tegas pelaku aksi pembakaran 
pada saat penolakan pembentukan FPI tersebut.

"Silahkan saja laporkan ke Polres Kota Palangka Raya, dan siap menindaklanjuti 
laporan tersebut," tegas H Damianus Jakie. [Ant/L-9]


+++++

http://www.suarapembaruan.com/nasional/ditolak-di-kalteng-fpi-mau-ngadu-ke-mabes-polri/17021


PolriDitolak di Kalteng, FPI Mau Ngadu ke Mabes 
Senin, 13 Februari 2012 | 11:21

 Kombes Pol Boy Rafli Amar [google] 

[JAKARTA] Pihak Front Pembela Islam (FPI) sampai Senin (13/2) pukul 10.30 WIB 
belum terlihat di Mabes Polri, terkait rencana organisasi tersebut akan 
melaporkan melaporkan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang dan 
Kapolda Damianus Zacky ke Mabes Polri. 

Kepala Bidang Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli 
Amar membenarkan adanya informasi pihak FPI akan mendatangi Mabes Polri terkait 
pengaduan penolakan delegasi FPI di Kalimantan Tengah. 

“Sampai saat ini, saya belum terima informasi soal kehadiran FPI yang akan 
mengadu ke Mabes Polri. Pada prinsipnya, kita semua harus menghormati 
keberagaman untuk bangsa dan negara,” ujar Boy kepada SP, Senin (13/2). 

Rencana pengaduan FPI itu dilatar-belakangi oleh aksi unjuk rasa oleh ribuan 
masyarakat Suku Dayak di Bundaran Besar, yang menyatakan secara tegas menolak 
keberadaan FPI berada di Palangka Raya, Kalteng. Ormas tersebut, ditolak keras 
melebarkan sayapnya ke wilayah Provinsi Kalteng. 

Gerakan massa yang menolak FPI, bergerak sejak Jumat (10/2) dengan pawai 
kendaraan keliling Kota Palangka Raya sambil sweeping spanduk yang bertuliskan 
FIP. Aksi memuncak Sabtu (11/2). 

Ribuan masa berdemo berkumpul di Bundaran Besar yang berada persis di tengah 
kota. Mereka sebagian besar memasang pakaian adat dan atribut suku Dayak sambil 
berorasi dan berteriak menyuarakan kata-kata penolakannya. Mendengar informasi 
bahwa akan ada sebagian utusan FPI datang menggunakan pesawat terbang siap 
mendarat di Bandara Tjilik Riwut, menyebabkan secara spontan salah seorang yang 
memegang pengeras suara memberi petunjuk agar sebagian massa melakukan 
pengadangan . 

Alhasil, massa bergerak menuju bandara, yang jaraknya sekitar 7 km. Mereka 
menguasai beberapa line dan berhasil masuk ruang bandara untuk melakukan 
pengadangan. 

Dalam suasana hiruk-pikuk, terlihat Kapolda Kalteng Brigjen Pol Drs Damianus 
Jackie. Dia hanya mengenakan baju kaos dan topi, menyusup masuk menembus 
barisan pendemo, langsung menuju kelompok para tokoh Dayak yang berkumpul di 
lokasi Bundaran Besar. 

Beberapa tokoh Dayak, diantaranya Siun Jarias dan Lukas Tingkes yang berada di 
tengah kerumunan, langsung memberikan hormat melihat kehadiran sosok Kapolda 
yang mereka kenal. Mereka berembuk mencari solusi menghentikan langkah massa, 
terutama yang telah membuat penumpang pesawat sudah lebih dari setengah jam 
tidak ada yang berani turun. 

Kapolda dan tokoh Dayak menjamin penumpang aman dan bisa turun, dengan catatan 
kalau ada utusan dari FPI yang ikut dalam rombongan penumpang, yang berhasil 
lolos, tidak dijamin keamanannya. 

Empat orang anggota FPI yang ikut dalam pesawat itu, terpaksa tidak turun 
pesawat dan kembali diterbangkan ke Jakarta. 

Rencana para utusan FPI dari Jakarta itu, ingin menghadiri pelantikan pengurus 
organisasi mereka yang diagendakan hari Minggu (12/2). Ketua Dewan Adat Dayak 
(DAD), Sabran Achmad di tempat terpisah mengatakan, penolakan FPI itu bukan 
karena sistem agama, karena di DAD tidak ada membedakan agama yang satu dengan 
lainnya. 

“Kami dalam organisasi DAD ada yang beragama Islam, Kristen, Katolik maupun 
Hindu Kaharingan. Tapi, DAD bergabung dengan organisasi lain serta tokoh dari 
berbagai suku yang ada di Kalteng menilai FPI identik dengan kekerasan dan 
anarkis, sepertri yang kerap diketahui dari hasil pemberitaan media massa cetak 
maupun elektronik,” katanya. 

Dikatakan, khusus untuk organiosasi DAD, yang menolak bukan saja dari Palangka 
Raya, tetapi juga datang berkumpul dari 14 kabupaten/kota se-Kalteng. 

“DAD juga sudah bertemu dengan perwakilan dari suku dan peguyuban yang ada di 
Kalteng sepakat menolak kehadiran FPI,” katanya. 

Presiden Dayak, yang juga Gubernur Kalteng, Teras Narang mengatakan, dia tidak 
pernah mengundang kehadiran massa yang berdemo. Seperti ada beredar melalui SMS 
yang mengatasnamakan dirinya mengundang mengadakan demo menolak kehadiran PFI, 
yang akan mengokohkan kelembagaan kepengurus di Palangka Raya. Demo itu secara 
spontan bergerak dari akar rumput, termasuk dari warga Dayak. “Secara 
organisasi tidak mungkin menyumbat arus aspirasi dari bawah,” katanya. [106]


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke