Tgl 23 Nov 1998, FPI nyerang 22 gereja di Jakarta ditambah dgn beberapa sekolah2 Kristen. Sdh tentu orang2 Islam pd ngebela ulah FPI itu, hehehe....
From: Sunny <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Friday, February 17, 2012 10:51 PM >Subject: [proletar] FPI, Riwayatmu Kini > > > >http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/fpi-riwayatmu-kini >FPI, Riwayatmu Kini >Diterbitkan : 16 Februari 2012 - 2:25pm | Oleh Aboeprijadi Santoso (Foto: FPI) >Diarsip dalam: >a.. fpi >b.. Indonesia >c.. Islam >Suatu malam di pertengahan 1987, di sebuah kafe di Davao, Mindanao, seorang >pria kekar mendekati saya. Tiba-tiba dia pamerkan pistolnya yang tersembunyi >di pinggangnya. Betapa terkejut saya. > >Ternyata dia seorang pentolan milisi atau vigilante Filipina yang >menggemparkan dunia pada tahun 1980an karena ulah kekerasannya terhadap >gerilya komunis dan Islam di Mindanao. > >Kita tahu, unit-unit jagoan seperti ini berani beraksi karena mendapat >perlindungan dari bos-bos lokal. Mereka punya nyali dan beringas. Bukan karena >bertindak atas nama negara, tapi karena ada proteksi sejumlah kelompok pejabat >(militer) lokal. > >Di Sicilia sebelum Perang Dunia II, para mafioso juga bergerak bebas, karena >perlindungan lokal dari sejumlah tuan tanah perkebunan (latifundia). > >Tanam paksa >Menurut alm. sejarawan Onghokham, ini agak mirip dengan yang terjadi di Jawa >sebelum penguasa kolonial Belanda menerapkan sistim Tanam Paksa >(Cultuurstelsel). Perilaku kekerasan-privat, alias menjadi hakim sendiri >dengan ancaman kekerasan, terjadi di berbagai zaman. > >Kemelutnya marak ketika aparat Negara gagal menunjukkan wibawa, lemah, atau >tengah dilanda perubahan penting. > >FPI (Front Pembela Islam) pada hakekatnya tak berbeda. Reformasi 1998 >melahirkan ketidakpastian di kalangan penguasa lama. Kita tahu, sejumlah >jenderal dan polisi yang jaya di masa Orde Baru pada November 1998 melahirkan >FPI. > >Di kala Revolusi Prancis, juga muncul tokoh-tokoh nekad seperti Robespierre. > >Solidaritas >FPI, seperti mafioso Sicilia tahun 1930an yang dikaji antropolog Belanda Anton >Blok (1975), memiliki keberanian, karena mendapat perlindungan dan solidaritas >dari sejumlah orang kuat. Solidaritas bisa berdalih kekeluargaan (mafia) atau >pun keagamaan (FPI). > >Pada saat seperti itulah diperlukan wibawa Negara dan monopoli penggunaan >alat-alat kekerasan oleh Negara menjadi legitim. > >Kebalikannya, monopoli itu bisa kebablasan dan melahirkan dominasi dan >kediktaturan negara berdasarkan penguasaan alat-alat kekerasan, seperti di >Jawa pada masa kolonial, fasisme Italia dan Orde Baru. > >Aparat resmi negara >Di kala begitu, tokoh-tokoh negara atau pun tokoh-tokoh lokal tidak perlu >berperan sendiri, tapi tampil sebagai aparat resmi negara yang memperalat >milisi. Ingat, misalnya, keberingasan milisi pro-integrasi di Timor Timur >(1999). > >FPI menjadi fenomena yang dibutuhkan sementara elit militer berada di tengah >ketidakpastian. Vigilante religius bergerak dengan dalih yang merujuk kepada >agama dan menggunakan simbol-simbol keagamaan untuk mengabsahkan perilaku >mereka. > >Di bulan Ramadhan mereka menggerebek klab-klab malam. Di kala lain, mereka >mengganggu kelompok minoritas, atau menyerang yang berorientasi politik atau >seksual berbeda, dan lain-lain. > >Atribut lain >Akhirnya, protes publik membuat FPI cemar. Tiga tahun lalu, Juni 2008, FPI >tampil dengan nama dan atribut lain, menggebrak ibu-ibu, perempuan dan >anak-anak yang turun membela nilai-nilai Pancasila dan kehidupan keberagama di >Lapangan Merdeka, Jakarta. Pemerintah dan aparat terkesan kurang tanggap. > >Sehari kemudian, di markas FPI di Jati-Petamburan, Jakarta, saya sempat >menyaksikan kehadiran sejumlah tokoh ormas lain di luar FPI. Ada solidaritas >spiritual seolah mereka adalah korban yang tersudutkan. > >Lagi-lagi mereka merasa terpojokkan. > >Tapi di Kalimantan Tengah, Pemda dan kelompok bisnis setempat telah membangun >jaringan penguasa lokal sejak pembantaian migran Muslim Madura di Sampit pada >2001. Elit Dayak ini dengan tegas menentang pembentukan dan kedatangan >kelompok FPI. > >Jalan aman >Kali ini FPI pun dalam kondisi berbeda. Di kala pertumbuhan ekonomi naik, >kelas menengah marak, permainan politik dan bisnis menjadi akrab dengan >pemilu, pilkada dan pilpes, maka kelompok elit pusat yang dulu mensponsori >vigilante, memilih jalan aman. > >Barisan jagoan tak diperlukan lagi. Dulu mereka berkelana beringas di Jawa, ke >Ambon dan Lombok, kini dibubarkan. FPI bahkan tak cukup duit untuk >beramai-ramai ke Kalimantan. > >Tapi ekornya menyiratkan masalah baru. Di satu pihak, pemerintah, bahkan ulama >juga, menimbang perlunya membekukan FPI. Di lain pihak, tuntutan publik >membubarkan dan melarang FPI makin kencang. > >Nilai-nilai agama perlu dibela, tapi juga bisa terancam ketika pembelaan >menjurus ke larangan berekspresi, berorganisasi dan berserikat. Indonesia >sejak merdeka pernah melarang parpol dan ormas, namun larangan itu tidak >berdasarkan undang-undang yang merincikan persyaratannya. > >1965 >Dengan kata lain, pembatasan kebebasan berserikat itu sendiri perlu dipagari. >Jika tidak, kita dapat terjebak lagi pada negara yang kebablasan, dan >masyarakat yang terjangkit stigmatisasi dan keberingasan seperti Prahara 1965, >yakni tragedi terbesar dalam sejarah kita. > >Apa pun namanya, gagasan dan ideologi tak mungkin dibunuh. FPI … riwayatmu >kini mulai membekas. > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
