Refl: FPI adalah alat atau problem?

http://www.tempo.co/read/news/2012/02/20/078385279/Organisasi-Kerjasama-Islam-Menyorot-FPI
omePolitikPolitik

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) menerima Sekjen Organisasi Kerjasam 
Islam (OKI) Ekmeleddin Ihsanoglu (kanan) di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin 
(20/2). ANTARA/Widodo S. Jusuf



Infografis
 
Sepak Terjang FPI

Senin, 20 Februari 2012 | 21:50 WIB
Organisasi Kerjasama Islam Menyorot FPI
Besar Kecil Normal 

TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Kerjasama Islam menaruh perhatian pada masalah 
organisasi kemasyarakatan Front Pembela Islam. Sekretaris Jenderal OKI 
Ekmeleddin Ihsanoglu mempertanyakan keberadaan FPI yang membawa-bawa nama Islam 
dalam berbagai kegiatannya. 

"Harus dipertanyakan mereka yang bertindak atas nama Islam, dari mana mereka 
mendapat lisensi untuk melakukan hal itu. Dan siapa yang membuat mereka 
berbicara atas nama Islam," kata Ekmeleddin di Kantor Presiden, Senin, 20 
Februari 2012.

Ekmeleddin mengingatkan segala tindakan atas nama Islam harus dicek berdasarkan 
prinsip-prinsip dan kriteria Islam sebagai agama dan budaya. "Islam memiliki 
standar, Kitab Suci dan Sunnah. Interpretasinya hanya boleh oleh otoritas dan 
menggunakan konteks," kata Ekmeleddin.

Ia melanjutkan, Islam konsisten dalam dua prinsipnya, La Iqra Hafiddin yang 
artinya tidak ada paksaan dalam beragama dan Lakum Diinukum wa Liya Diin yang 
artinya agamamu agamamu, agamaku agamaku.

Ketua Komisi HAM OKI Indonesia Siti Ruhaini Dzuhayatin menyatakan masalah FPI 
bisa dimasukkan dalam pembahasan mengenai kekerasan berbasis agama. Tetapi 
karena usia Komisi HAM masih muda, saat ini baru tahap pembahasan identifikasi 
isu. 

"Seperti yang disampaikan Sekjen OKI tidak ada kekerasan yg disahkan oleh agama 
dan saya kira ini masalah kekerasan atas nama agama. Itu akan jadi bagian isu 
strategis yang akan dibahas komisi ini," kata Siti.

Apalagi, Siti menambahkan, permasalahan organisasi kemasyarakatan yang membawa 
nama Islam ini juga terjadi di negara-negara lain. "Ini akan menjadi satu 
agenda, Komisioner melihat ini sebagai masalah bersama," dia menambahkan.

Untuk pertama kalinya, Komisi Independen HAM OKI mengadakan pertemuan 
merumuskan kelembagaan. Komisi yang terbentuk Juli 2010 ini bertemu pada 20-24 
Februari 2012 untuk mencari ketua, membentuk berbagai aturan terkait HAM, dan 
identifikasi isu. Komisi ini diharapkan mampu menjawab pandangan Islam terkait 
isu HAM setelah dianggap "diam" 20 tahun sejak Deklarasi Kairo.




Organisasi Kerjasama Islam, sebelumnya bernama Organisasi Konferensi Islam. Ini 
adalah organisasi internasional dengan 57 negara anggota yang memiliki seorang 
perwakilan tetap di Perserikatan Bangsa-Bangsa.






ARYANI KRISTANTI


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke