http://www.tempo.co/read/news/2012/02/20/058385129/Ribuan-Warga-Papua-Tuntut-Referendum



Puluhan warga papua saat aksi demo menuntut Referendum di Gedung Majelis Rakyat 
Papua, Senin (20/2). TEMPO/Jerry Omona


Berita Terkait
  a.. Polisi Tuduh OPM Bakar Polsek di Papua 
  b.. TNI Bantah Terlibat Penyerbuan ke Markas OPM 
  c.. Polisi Temukan Puluhan Amunisi Milik OPM 
  d.. Ratusan Warga Timika Peringati 50 Tahun HUT Papua 
  e.. Jelang Peringatan Papua Merdeka, Timika Siaga Satu 
Infografis
 
Video Yawan Sudutkan Pemerintah

Foto Terkait
 
Jeritan dari Mutiara Hitam

Senin, 20 Februari 2012 | 13:27 WIB
Ribuan Warga Papua Tuntut Referendum
Besar Kecil Normal 

TEMPO.CO, Jayapura - Ribuan warga Papua yang tergabung dalam Komite Nasional 
Papua Barat menduduki gedung Majelis Rakyat Papua di Kotaraja, Jayapura, Senin, 
20 Februari 2012. Pengunjuk rasa menuntut referendum dan meminta pencabutan 
Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat.

“Kami bukan mau UP4B, kami bukan mau otonomi khusus, kami mau referendum,” kata 
Mako Tabuni, juru bicara Komite Nasional, Senin, 20 Februari 2012. 

Ia mengatakan, kemerdekaan bagi Papua adalah harga mati. Otonomi khusus yang 
diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 telah gagal menyejahterakan 
rakyat Papua. “Otsus gagal. Unit itu juga tidak akan berhasil. Itu hanya 
gula-gula politik Jakarta bagi Papua,” katanya.

Ribuan demonstran berjalan kaki dari Waena hingga Kotaraja, ke gedung Majelis 
Rakyat Papua. Mereka membawa spanduk bertuliskan "Referendum". Massa juga 
menyerukan "Papua" dan disambut dengan teriakan "Merdeka". “Indonesia telah 
gagal. Hari ini kita buktikan bahwa rakyat Papua ingin merdeka di tanahnya 
sendiri,” kata Alfius, seorang demonstran.

Dari pantauan Tempo, sedikitnya dua truk polisi mengawal aksi damai tersebut. 
Akibat aksi unjuk rasa ini, jalan utama Sentani-Jayapura macet total. Sejumlah 
pertokoan dan stasiun pengisian bahan bakar tutup. “Ya, takut kalau terjadi 
apa-apa saja, jadi kita tutup,” kata Marni, seorang pemilik toko.

Setiba di gedung MRP, massa sempat berarak menggunakan motor mengelilingi 
kantor majelis. Namun, tidak ada seorang pun anggota MRP yang datang menemui 
demonstran. 

Hingga berita ini diturunkan, pendemo masih membanjiri halaman gedung MRP. 
“Amanlah, tidak anarkis, kita turunkan seratus personil untuk mengamankan 
massa,” kata Kepala Kepolisian Resor Kota Jayapura, Ajun Komisaris Besar Polisi 
Alfred Papare.

JERRY OMONA


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke