http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/02/23/ArticleHtmls/Polisi-Selidiki-Kemungkinan-John-Kei-Diperintah-23022012005013.shtml?Mode=0
           Polisi Selidiki Kemungkinan John Kei Diperintah  
                 
                  JAKARTA  


                 
            Polisi menduga pembunuhan yang dilakukan John Refra alias John Kei 
terhadap bekas Direktur Power Steel Mandiri, Tan Harry Tantono, dilakukan 
karena ada yang memerintah. Pihak yang menyuruh ditengarai sesama pengusaha, 
dan polisi sedang menyelidikinya. Meski demikian, sebelumnya ada pengakuan dari 
anak buah John Kei bahwa keterlibatan tersangka dipicu oleh fee jasa yang belum 
dibayar oleh Tan Harry alias Ayung. 
            “Masih terbuka kemungkinan persaingan bisnis. Untuk motif, masih 
kami dalami,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya 
Komisaris Besar Toni Harmanto kemarin. 

            Toni menjelaskan, durasi rekaman kamera CCTV di Swiss Bel-Hotel 
pada 26 Januari lalu bisa menjadi bukti adanya pembunuhan terencana oleh 
kelompok John Kei terhadap Tan. 

            Polisi mengidentifikasi 13 kamera CCTV yang memperlihatkan 
aktivitas mereka di Hotel Swiss Bel, mulai dari lobi, lift, hingga koridor 
atas. 

            “John Kei masuk kamar hotel sampai keluar kamar, itu kan ada 
jedanya. 

            Jeda itu kami anggap sebagai perencanaan (pembunuhan),”ujar Toni 
sambil menambahkan, alat bukti itu akan ditambah dengan keterangan saksi ahli 
serta keterangan tersangka lain. 

            Kepolisian wilayah di Jakarta dan sekitarnya hari ini menggelar 
pertemuan di Polda Metro Jaya. Mereka membahas kasus kriminal yang terkait 
dengan John Kei dan kelompoknya. 

            Polda, menurut Toni, memiliki catatan belasan kasus kriminal yang 
belum terselesaikan. Hal itu termasuk kasus perkelahian di klub malam Blowfish 
dan di jalan di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. “Kami akan lihat 
apakah sudah kedaluwarsa. Kalau belum, kami akan selesaikan,“kata Toni. 

            Polisi menyergap John Kei di sebuah kamar hotel di Pulomas, Jakarta 
Timur, pada Jumat malam lalu. Dalam operasi penyergapan itu John ditembak pada 
betis kanannya. Ratusan orang yang mengaku berasal dari Angkatan Muda Kei (AMK) 
menyatakan dukungannya terhadap penangkapan John Kei tersebut.
            Mereka menggelar aksi di Bundaran Hotel Indonesia dan di depan 
Markas Besar Polri kemarin. “Hidup preman baik!“mereka berseru.

            Secara terpisah, juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar 
Rikwanto, mengatakan operasi khusus memberantas premanisme dimulai hari ini. 
Operasi bersandi Operasi Kilat Jaya 2012 tersebut dilakukan di seluruh wilayah 
Jabodetabek.

            ELLIZA HAMZAH | INDRA WIJAYA 
           
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke