Dan ini terjadi setelah Indonesia sekian puluh tahun merdeka..
--- In [email protected], "Sunny" <ambon@...> wrote: > > Refl : Kalau pegawai menengah bisa memiliki sekian banyak rejeki, maka tentu > saja sesuai hukum alamnya ialah makin tinggi kedudukannya dalam herarki > kekuasaan negara makin besar pula pendapatannya. Hidup harga mati NKRI! Ayo > ramai-ramai tepuk tangan, jangan malu-malu kucing untuk tepuk tangan demi > kebahagian para petinggi negara dalam suasana aman sentosa. > > > http://www.suarapembaruan.com/home/ppatk-gayus-dan-dw-bukan-sasaran-pengungkapan-korupsi-skala-besar/17657 > PPATK: Gayus dan DW Bukan Sasaran Pengungkapan Korupsi Skala Besar > > > Selasa, 28 Februari 2012 | 15:03 > > SURABAYA] Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) > Muhammad Yusuf menyatakan DW atau Gayus Tambunan bukan merupakan target atau > sasaran dalam pengungkapan kasus korupsi skala besar. > > "Sasaran kami bukan mereka (DW atau Gayus), tapi bagaimana kasus begitu bisa > berakhir. Kalau sekarang 'kan berulang, ada Gayus, ada DW, dan nanti ada > lagi," katanya setelah menandatangani nota kesepahaman Unair-PPATK di kampus > setempat, Surabaya, Selasa (28/2). > > Ia mengemukakan hal itu ketika dikonfirmasi tentang permintaan Kejaksaan > Agung untuk membantu penelusuran aliran dana dalam kasus dugaan korupsi yang > dilakukan mantan pegawai Ditjen Pajak, DW. > > DW telah dijadikan tersangka kasus korupsi oleh Kejaksaan Agung sejak 16 > Februari 2012, kemudian Kejagung juga telah memohon kepada Imigrasi untuk > mencekal DW ke luar negeri dan Imigrasi sudah mencekal DW selama enam bulan > sejak 21 Februari 2012. > > Menurut dia, pihaknya sejak awal sudah mempunyai informasi tentang DW, bahkan > DW juga mengarah kepada nama lain, yakni DA dan HI. > > "Kami juga sudah mempunyai informasi dari 18 bank dan analisis yang kami > lakukan juga bukan sembarangan. Kalau dia bilang mempunyai usaha penyewaan > truk dan bisnis mobil, apa masuk akal kalau pakai uang dolar dengan usaha di > sini?" katanya. > > Namun, M. Yusuf tidak bersedia merinci bisnis jumlah rekening dan nilai uang > yang diduga dikorupsi DW. "Saya nggak bisa ngomong banyak karena > pemeriksaannya masih sedang berproses," katanya. > > Ia menyebut pihaknya dalam kasus Gayus Tambunan mampu menyelamatkan uang > negara sebesar Rp74 miliar, 3,1 kilogram emas, dan sebuah rumah mewah. "Rumah > itu semula jelek, tapi dibangun lagi menjadi mewah," katanya. > > Setelah menandatangani MoU bersama Wakil Rektor III Prof. Achmad Syahrani Apt > di hadapan sivitas akademika Unair, Kepala PPATK Muhammad Yusuf mengatakan > bahwa tujuan kerja sama dengan Unair itu untuk pertukaran informasi, riset, > dan kepakaran. > > "Nantinya, mahasiswa dan dosen Unair bisa melakukan riset ke PPATK, namun > staf PPATK nantinya juga bisa studi di Unair, bukan hanya di UI, UGM, dan dua > universitas asing," katanya. > > Selain itu, PPATK juga bisa meminta bantuan Unair untuk menyertakan > keterangan ahli, misalnya, kriminolog, ahli perundang-undangan, dan bisnis. > "Yang jelas, kasus pencucian uang itu ada tren meningkat," katanya. > > Menanggapi hal itu, Prof. Achmad Syahrani mengatakan bahwa Unair ke depan > tidak menutup kemungkinan akan mengembangkan program studi terkait dengan > hukum. "Mungkin juga ada program pascasarjana terkait pencucian uang," > katanya. [Ant/L-9] > > +++++ > > http://www.suarapembaruan.com/home/gaji-dw-tak-sampai-rp-5-juta-per-bulan-tapi-diduga-punya-rekening-rp-60-m/17648 > Gaji DW Tak Sampai Rp 5 Juta Per Bulan Tapi Diduga Punya Rekening Rp 60 M > Selasa, 28 Februari 2012 | 14:05 > > > JAKARTA] Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta (dulu Dispenda) memperkirakan gaji > yang diterima Dhana Widyatmika (DW) sebagai PNS golongan III/C hanya sebesar > kurang dari Rp 5 juta per bulannya. Sementara, dari informasi yang > dikumpulkan, DW diduga memiliki rekening senilai Rp 60 miliar sekarang. > > âYang bersangkutan (DW) masih staf, mungkin gajinya di bawah Rp 5 juta > untuk golongan III/C. Tetapi jelasnya tanya ke BKD (Badan Kepegawaian > Daerah), mungkin lebih tahu,â ucap Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah > (BKD) Provinsi DKI Jakarta Budi Utomo dalam dalam keterangan pers di kantor > Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) DKI Jakarta, Selasa (28/2). > > Budi menjelaskan gaji yang didapat DW sekitar Rp 3 juta, namun belum termasuk > tunjangan-tunjangan lainnya. âKalau ditambah TKD (Tunjangan Kerja Daerah) > dan lainnya, ya mungkin take home pay Rp 5 juta. Tetapi berapa rinciannya, > saya harus lihat dulu. Kemudian TKD itu kan beda-beda, tergantung kinerja > pegawainya,â ucapnya. > > Mengenai apakah DW sudah terima gaji atau belum semenjak kerja di Dinas > Pelayanan Pajak DKI terhitung 12 Januari 2012, Budi mengaku tidak tahu pasti. > Hal senada juga dilontarkan Sekretaris Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta > Djuli Zulkarnaen. âWah, kalau soal itu harus dicek lagi. Masalahnya dia kan > baru pindah. Baru sebulan lebih. Kami tidak tahu apa yang bersangkutan sudah > terima gaji atau belum,â ucapnya. > > Djuli menambahkan, mengenai gaji itu ada prosesnya bagi pegawai pindahan > seperti dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak. âSudah digaji belum, > Februari ini maksimal baru boleh gajian. Gaji PNS di Indonesia sama sesuai > ketentuan golongan tadi,â tukas dia. [O-2] > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
