http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/03/01/ArticleHtmls/ANAS-MAKIN-SULIT-BERKELIT-01032012001007.shtml?Mode=0
ANAS MAKIN SULIT BERKELIT
JAKARTA
Dituding menerima duit dan mobil, serta menjadi pemilik Anugrah Nusantara.
Posisi Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dinilai kian tersudut
setelah tampilnya empat saksi dalam sidang perkara suap Wisma Atlet di
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, kemarin. Empat saksi yang
meringankan terdakwa Muhammad Nazaruddin itu adalah Heri Sunandari, sopir
operasional Grup Permai; Hidayat, sopir Yulianis; A'an Ihyauddin, sopir
Nazaruddin; dan Ferdian Riko Baskoro, mantan manajer HRD Anugrah Nusantara dan
Grup Permai.
Heri, dalam sidang, mengatakan pernah tiga kali memberikan uang perusahaan
kepada Anas, pada 2009, 2010, dan 2011. Pada Maret 2011, Heri membawa uang US$
1 juta ke rumah Anas di Duren Sawit. Uang itu dari Yulianis dan Oktarina Furi,
keduanya staf keuangan Grup Permai, perusahaan milik Nazar. Sebelum tiba di
rumah Anas, Heri mendapat telepon dari Yulianis agar memberikan uang itu kepada
Yadi, sopir pribadi Anas.“Kami bertemu di sekitar Jalan Tendean,“ kata dia.
Heri menyodorkan uang itu kepada Yadi untuk diserahkan ke Anas.
Saksi lain, Hidayat, sopir Yulianis, mengatakan pernah mengantar tiga mobil:
Alphard, Camry, dan Harrier, ke rumah Anas pada 2009 dan 2010. A'an Ihyauddin
juga menyebutkan keterlibatan Anas di Grup Permai. Dia bersama Hidayat, Heri,
serta Baskoro mengatakan Ana berkali-kali datang ke kantor PT Anugrah Nusantara
maupun di Tower Permai.
Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada, Oce Madril, menilai
keterangan sejumlah saksi itu menyulitkan Anas untuk berkelit.“Sehingga Anas
harus segera diperiksa,“kata Oce.
Anas sebelum ini sudah berkalikali menampik berbagai tudingan kubu Nazar. “Itu
hanya halusinasi,“kata Anas. RUSMAN PARAQBUEQ | M. ANDI PER DANA | ISMA SAVITRI
| SUNUDYANTORO
HARTA SANG BIG BOSS Berbagai kesaksian dan data kian menunjukkan keterlibatan
Anas Urbaningrum dalam berbagai perusahaan yang beberapa di antaranya terbelit
masalah hukum. Diduga, dari kepemilikan di perusahaan-perusahaan itulah mantan
ketua fraksi dan kini Ketua Umum Partai Demokrat tersebut mengumpulkan hartanya.
MOBIL ANAS URBANINGRUM Hummer Range Rover Toyota Alphard* Toyota Camry* Toyota
Harrier* *Diduga didapat ketika bekerja di Grup Permai dan dibeli pada 2009.
PERUSAHAAN ANAS # Grup Permai Di kalangan karyawan, dia disebut Big Boss
(kesaksian bekas Manajer Sumber Daya Manusia Grup Permai, Baskoro, dalam
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Rabu, 29 Februari 2012).
# PT Anugrah Anas adalah salah satu pimpin an yang dua-tiga kali menghadiri
rapat pada 2008 (kesaksian Mindo Rosalina Manulang dalam sidang pada 16 Januari
2012).
PT ini adalah perusahaan untuk mengendalikan proyek yang sa hamnya dipegang
Anas dan Na zaruddin (wawancara Nazar de ngan Tempo).
Dalam dokumen yang dimiliki Tempo, jual-beli saham PT Anu grah Nusantara antara
Nazarud din dan Anas Urbaningrum terja di pada 1 Maret 2007. Nazarud din
menjual 30 persen saham nya kepada Anas dengan pemba yaran lunas. Penjualan
disahkan di hadapan notaris bernama As man Yunus pada 5 Juli 2011.
# PT Panahatan Berdasarkan akta perseroan no mor 29 tanggal 29 Februari 2008,
sejak 2008 nama Anas Urbaningrum tercatat sebagai pemegang 35 ribu saham PT Pa
nahatan dan menjabat komisa ris.
# PT Berkah Alam Berlimpah Istri Anas, Athiyyah Laila, adalah komisaris di
perusahaan ini (Ke saksian Rosa dalam sidang 16 Januari 2012) Berdasarkan akta
perseroan, Athiyyah tercatat memiliki 34.500 saham senilai Rp 34.500.000.000
dan menjabat komisaris. GAJI ANAS URBANINGRUM (AGUSTUS 2008) DI PT ANUGRAH/ PT
BERKAH ALAM BERLIMPAH (GEDUNG GRAHA ANUGRAH) Jabatan : Presiden Komisa
ris/Owner Gaji pokok : Rp 15.000.000 Tunjangan :Jabatan : Rp 2.500.000
Transport : Rp 3.000.000 Keluarga : Rp 1.000.000 Makan : Rp 1.500.000 Asuransi
: Rp 1.300.000 Penampilan : Rp 15.000.000 Total tunjangan : Rp 24.300.000 Total
gross : Rp 39.300.000 PROYEK-PROYEK PT ANUGRAH NUSANTARA Proyek Pengadaan
Peralatan Laboratorium, Kementerian Riset dan Teknologi. Tahun 2007 Nilai
proyek: Rp 4,57 miliar Proyek Pengadaan Mebel, Badan Koordinasi Penanaman
Modal. Tahun 2007 Nilai proyek: Rp 1.186.576.300.
Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Kementerian Tenaga Kerja dan
Transmigrasi. Tahun 2008.
Nilai proyek: Rp 8,9 miliar *meminjam bendera PT Alfindo Nuratama untuk
mengikuti tender Proyek Pembangunan Pabrik Vaksin Flu Burung. Tahun 2009 Nilai
Proyek: Rp 700 miliar Proyek Pengadaan Peralatan di Universitas Negeri Jakarta
(UNJ).
Tahun 2010 Nilai proyek: Rp 17 miliar Proyek Pengadaan Peralatan Laboratorium
Pusat Riset dan Pengembangan Bidang Ilmu Pengetahuan Universitas Jenderal
Soedirman, Jawa Tengah. Tahun 2010.
Nilai proyek: Rp 45.699.443.000 Proyek Pengadaan 13 Pesawat Latih dan 2
Simulator Sayap untuk STPI Curug, Kementerian Perhubungan Nilai proyek: Rp
114,59 miliar Proyek Pengadaan Alat Laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Madrasah Tsanawiyah se-Indonesia, Kementerian Agama Nilai proyek: Rp 27,5
miliar SUMBER: DIOLAH TEMPO, DRIYAN/PDAT Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi
(Pukat) Universitas Gadjah Mada, Oce Madril, menilai Ketua Umum Partai Demokrat
Anas Urbaningrum bisa dijerat dengan pasal suap dalam kasus suap Wisma Atlet
Jakabaring dan sejumlah kasus lain. “Dia bisa disangka terlibat suap karena
sejumlah perkara terjadi saat dia anggota Dewan Perwakilan Rakyat,“ kata Oce
kemarin.
Menurut Oce,pada Oktober 2009 hingga Juni 2010, Anas adalah Ketua Fraksi Partai
Demokrat di DPR. Ini, kata dia, klop waktunya dengan sejumlah tudingan yang
ditembakkan kepadanya selama ini. Sebagai ketua fraksi, Anas dinilai
berkepentingan mengatur program anggotanya dan target proyek. “Posisi ketua
fraksi itu strategis, karena proses mengatur anggaran pasti melalui dia juga.”
Anas beberapa kali disebut kecipratan fee proyek Wisma Atlet. Terdakwa kasus
tersebut, Muhammad Nazaruddin, menyebut Anas menerima Rp 2 miliar dari proyek
senilai Rp 191 miliar tersebut. Hal itu diketahui Nazar dari pengakuan bekas
Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Angelina Sondakh di hadapan Tim Pencari
Fakta Demokrat.
Adapun bekas Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis, mengatakan
perusahaannya pernah mengalirkan US$ 5 juta dan Rp 30 miliar untuk pemenangan
Anas sebagai ketua umum dalam Kongres Demokrat di Bandung pada Mei 2010. Duit
itu diduga didapat dari proyek pembangunan Stadion Hambalang, Sentul, Jawa
Barat.
Bekas Direktur Marketing PT Anak Negeri, Mindo Rosalina Manulang, juga pernah
memberi kesaksian yang menyudutkan Anas.
Menurut Rosa, ia pernah melihat mobil Anas terpar
kir di kantor Grup Permai, Tebet, Jakarta Selatan. Rosa juga menyebut Anas
sebagai “Bos Besar” yang pernah meminta jatah komisi proyek Wisma Atlet.
Pintu masuk untuk menjerat Anas, kata Oce, ada pada Yulianis. Sebab, dialah
yang mengerti keluarmasuknya duit dari kas Grup Permai, termasuk yang diduga
mengalir ke Anas. “Kesaksian Yulianis yang paling kuat. Dan kalau benar yang
dia katakan, duit perusahaan mengalir ke Kongres Demokrat, Anas bisa dijerat
pasal pencucian uang juga,” ujar Oce.
Dalam sidang kasus suap Wisma Atlet dengan terdakwa bekas Bendahara Umum Partai
Demokrat Muhammad Nazaruddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta,
kemarin, saksi Ferdian Riko Baskoro mengatakan Anas setidaknya tiga kali dalam
seminggu datang ke kantor Anugrah Nusantara di Casablanca.
Saksi lain, Hidayat, sopir Yulianis, menyatakan, keti
ka pindah ke Tower Permai, Jalan Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Anas juga
sering datang, terutama pada hari Sabtu. “Kalau hari lainnya, tidak pasti,“
ujar Hidayat. Dua saksi tersebut, bersama dua saksi lain, Heri Sunandari, sopir
operasional Grup Permai; dan A'an Ihyauddin, sopir Nazaruddin; menyatakan
pemilik Grup Permai adalah Anas, bersama Mujahidin Nur Hasyim--adik Nazar-dan
Yulianis.
Anas berkali-kali menolak tuduhan tersebut. Anggota Dewan Pembina Partai
Demokrat, Ahmad Mubarok, tak menyangkal Anas pernah dikirimi Hummer oleh Nazar.
Tapi mobil mewah itu dikembalikan ke Nazar.
Ihwal setoran Grup Permai buat Anas dan tudingan lain, bekas ketua tim
pemenangan Anas dalam Kongres Demokrat di Bandung Mei 2010 ini menyatakan tak
tahu. “Saya enggak tahu,“ kata dia.
ISMA SAVITRI | RUSMAN PARAQBUEQ | M. ANDI PERDANA | SUNUDYANTORO
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/