ah fiq brentilah ngurusin kontol orang. Semakin banyak anda mengurusin kontol orang maka semakin sengsara lah hidup anda.
________________________________ Dari: Bukan Pedanda <[email protected]> Kepada: [email protected] Dikirim: Jumat, 2 Maret 2012 8:35 Judul: [proletar] Re: Untuk Jusfiq... Orang tua rezameutia yang dungu kayak anjing Sekedar megingatkan: Orang tua rezameutia yang dungu kayak anjing Dan saya tambahkan: ternyata keadaan rezameutia itu lebih gawat dari yang saya sangka semula: dia juga menderita premature ejaculation. Jadi nggak heran hidupnya begitu sengsara. ---- Orang tua rezameutia yang dungu kayak anjing, seperti juga orang tua peserta mailing list ini yang beragama Islam kayak Dipo, johny-indon, ndeboost, PAREWA PAREWA, Roman Proteus, Tawang dll. tidak sanggup memberikan pendidikan yang memadai kepada anaknya yang tentu saja jadi dungu kayak anjing seperti orang tuanya dan berpengetahuan dangkal kayak comberan dimusim kemarau di Jakarta. Bayangin, begitu cetek pengetahuan rezameutia itu hingga Afrika Selatan dikatakannya negeri bule, bahasa Inggerisnya juga acak-acakan hingga dia tidak tahu apa arti kata legendary. Kesanggupannnya juga terutama terbatas ngomong tentang sepak bola dan musik dan, menurut Suryana tukang jilat pantat orang Islam, ngedongeng.. Disamping itu orang tua rezameutia yang memang dungu kayak anjing itu juga membiarkan anaknya yang memang suka mikir pake kontol itu menjadikan buku taik anjing al-Mushaf susunan orang Arab primitif sebagai kitab suci. rezameutia juga tidak dilatih oleh orang tuanya yang memang dungu-dungu kayak anjing itu memakai otaknya buat berfikir, dia tidak dilatih untuk berfikir kritis. Dia tidak dilatih untuk mempertanyakan apa yang dikatakan orang sekelilingnya. Dia dilatih buat biasa bersikap seperti anjing budug lapar dihadapan taik angat: diajar untuk melahap apa yang dikatakan orang sekelilingnya dan kayak bebek, dia suka ikut apa yang dilakukan orang lain, tanpa mikir, seperti naik haji sembari muter-muter kayak orang gila disekeliling Kaabah dan nyambit setan yang nggak ada di padang pasir sono. Selanjutnya... Di abad ke XXI ini, berkat kemajuan teknologi, rezameutia juga punya akses ke internet dan sempat melihat kenyataan lain yang pahit lagi menyilaukan yang ditunjukkan orang lain di internet: ajaran agama Islam yang dianutnya dan yang dikiranya berdasarkan kebenaran dan berdasarkan wahyu dari Allah itu ternyata cuman berdasarkan omong kosong dan kibulan hasil khayalan orang Arab primitif. Karena dia tidak dilatih untuk memakai otaknya untuk berfikir dan untuk mempertanyakan apa yang dia yakini selama ini maka dia bingung dihadapan kenyataan itu: groggy. Dia jadi gila. Gila dan lantas kalap. Lalu dia jadi tukang fitnah dan penyebar dusta. Karena saya bercerita bahwa saya pernah mengisap ganja satu kali, maka saya difitnhnya junkie. Dan karena saya menurutkan nasehat berbagai lembaga kesehatan di Eropa yang menganjurkan orang untuk mengikuti diet mediteranian yang antara lain terdiri dari dua atautiga gelas anggur tiap hari maka saya difitnahnya alkoholik. Berbeda dengan orang Islam lain yang juga sudah pada jadi gila, rezameutia memang bersedia menjalani terapi. Tapi hasilnya tetap saja sama: rezameutia tetap saja cuma bisa memakai kontolnya buat berfikir dan buah fikirannnya, tidak mengherankan, tetap saja terutam najis seperti fitnah dan dusta. Kasihan saya melihatnya --- In [email protected], "rezameutia" <rezameutia@...> wrote: > > > Ini terbaca di situs Cina Sina.com. Supaya bisa memohon euthanasia di Belanda, > seseorang harus tunduk di bawah hukum bawah. Orang asing tidak bisa datang ke > Belanda untuk melakukan euthanasia. > Menurut aturan, sang pasien yang mengajukan permohonan euthanasia, harus > berdasarkan sukarela dan sudah mempertimbangkannya secara matang, bahwa > kehidupannya sudah sangat menderita dan tidak ada harapan hidup lagi. Untuk > bisa > menilai ini semua, dokter harus benar-benar mengenal pasien terkait. > > > --------- > > > "...kehidupannya sudah sangat menderita dan tidak ada harapan hidup lagi." > > Tuh, Fiq. > > Kehidupan anda sudah sangat menderita akibat terlalu lama menjadi junkie, > udah gitu anda tidak punya anak, dan anda sudah tua bangka pula. Sudah tidak > ada harapan hidup lagi. Jadi anda qualified tuh untuk euthanasia. > > Ngapain lagi anda hidup, Fiq? > > Btw, apa untuk melakukan permohonan euthanasia anda musti bayar ya? Jangan > khawatir kalo anda musti bayar, banyak orang yang bersedia membantu untuk > mengurangi kesengsaraan anda kok, Fiq. > > Hehehe.... > > > > > --- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@> wrote: > > > > *< Orang tua rezameutia yang dungu kayak anjing Message List > > Reply | Delete Message #337550 of 337550 < Prev | Next > > > > > < Orang tua rezameutia yang dungu kayak anjing > > > > Sekedar megingatkan: Orang tua rezameutia yang dungu kayak anjing > > > > Dan saya tambahkan: ternyata keadaan rezameutia itu lebih gawat dari yang > > saya > > sangka semula: dia juga menderita premature ejaculation. > > > > Jadi nggak heran hidupnya begitu sengsara. > > > > ---- > > > > > > Orang tua rezameutia yang dungu kayak anjing, seperti juga orang tua > > peserta > > mailing list ini yang beragama Islam kayak Dipo, johny-indon, > > ndeboost, PAREWA > > PAREWA, Roman Proteus, Tawang dll. tidak sanggup memberikan pendidikan > > yang > > memadai kepada anaknya yang tentu saja jadi dungu kayak anjing seperti > > orang > > tuanya dan berpengetahuan dangkal kayak comberan dimusim kemarau di > > Jakarta. > > > > Bayangin, begitu cetek pengetahuan rezameutia itu hingga Afrika > > Selatan > > dikatakannya negeri bule, bahasa Inggerisnya juga acak-acakan hingga > > dia tidak > > tahu apa arti kata legendary. > > > > Kesanggupannnya juga terutama terbatas ngomong tentang sepak bola dan > > musik dan, > > menurut Suryana tukang jilat pantat orang Islam, ngedongeng.. > > > > Disamping itu orang tua rezameutia yang memang dungu kayak anjing itu > > juga > > membiarkan anaknya yang memang suka mikir pake kontol itu menjadikan > > buku taik > > anjing al-Mushaf susunan orang Arab primitif sebagai kitab suci. > > > > rezameutia juga tidak dilatih oleh orang tuanya yang memang > > dungu-dungu kayak > > anjing itu memakai otaknya buat berfikir, dia tidak dilatih untuk > > berfikir > > kritis. > > > > Dia tidak dilatih untuk mempertanyakan apa yang dikatakan orang > > sekelilingnya. > > > > Dia dilatih buat biasa bersikap seperti anjing budug lapar dihadapan > > taik angat: > > diajar untuk melahap apa yang dikatakan orang sekelilingnya dan kayak > > bebek, dia > > suka ikut apa yang dilakukan orang lain, tanpa mikir, seperti naik > > haji sembari > > muter-muter kayak orang gila disekeliling Kaabah dan nyambit setan > > yang nggak > > ada di padang pasir sono. > > > > Selanjutnya... > > > > Di abad ke XXI ini, berkat kemajuan teknologi, rezameutia juga punya > > akses ke > > internet dan sempat > > melihat > > kenyataan lain yang pahit lagi menyilaukan yang ditunjukkan orang lain > > di > > internet: ajaran agama Islam yang dianutnya dan yang dikiranya > > berdasarkan > > kebenaran dan berdasarkan wahyu dari Allah itu ternyata cuman > > berdasarkan > > omong > > kosong dan kibulan hasil khayalan orang Arab primitif. > > > > Karena dia tidak dilatih untuk memakai otaknya untuk berfikir dan > > untuk > > mempertanyakan apa yang dia yakini selama ini maka dia bingung > > dihadapan > > kenyataan itu: groggy. > > > > Dia jadi gila. > > > > Gila dan lantas kalap. > > > > Lalu dia jadi tukang fitnah dan penyebar dusta. > > > > Karena saya bercerita bahwa saya pernah mengisap ganja satu kali, maka > > saya > > difitnhnya junkie. > > > > Dan karena saya menurutkan nasehat berbagai lembaga kesehatan di Eropa > > yang > > menganjurkan orang untuk mengikuti diet mediteranian yang antara lain > > terdiri > > dari dua atautiga gelas anggur tiap hari maka saya difitnahnya > > alkoholik. > > > > Berbeda dengan orang Islam lain yang juga sudah pada jadi gila, > > rezameutia > > memang bersedia menjalani terapi. > > > > Tapi hasilnya tetap saja sama: rezameutia tetap saja cuma bisa memakai > > kontolnya > > buat berfikir dan buah fikirannnya, tidak mengherankan, tetap saja > > terutam > > najis seperti fitnah dan dusta. > > > > Kasihan saya melihatnya > > > > > > --- In [email protected], "rezameutia" <rezameutia@> wrote: > > > > > > saya kesian melihat hidup anda yang susah dan sengsar, fiq.. saya > > > mencoba membantu, ini ada solusi yang mudah2an bisa membantu anda fiq. > > > > > > lagian, buat apa lagi anda hidup? > > > anda nggak punya anak, hidup udah tua masih juga junkie, disarankan ke > > > psikiater malahan ngeloco bareng sama si item. > > > > > > > > > ========= > > > > > > > > > > > > > > > Mitos 1: Euthanasia sangat mudah di Belanda. > > > Undang Undang Euthanasia berusia sepuluh tahun April mendatang. UU ini > > > memungkinkan orang mengakhiri hidup dengan bantuan dokter. > > > Pasien itu sendiri yang harus meminta untuk diakhiri hidupnya, dan dia > > > harus menderita sakit tidak tertahankan - seperti penyakit yang tidak > > > dapat disembuhkan - atau menderita masalah psikologis yang tidak > > > tertahankan. Semua kasus ini harus dilapor terlebih dahulu pada komisi > > > penguji euthanasia. > > > Euthanasia dan mengakhiri hidup dengan bantuan, pada prinsipnya dilarang > > > dan dapat dikenai hukuman maksimal 12 tahun penjara. Putusan itu > > > dibatalkan jika pasien memenuhi semua syarat yang tertera dalam Undang > > > Undang Euthanasia. > > > > > > Mitos 2: Orang lansia lebih memilih dirawat di rumah sakit di luar negeri > > > karena takut dibunuh dokter di rumah sakit negeri sendiri. > > > Rumah sakit tidak boleh secara sepihak mengakhiri hidup seseorang. Orang > > > Belanda kadang-kadang memilih dirawat di rumah sakit di luar negeri, > > > karena bisa lebih cepat menjalani operasi atau perawatan tertentu. > > > > > > Mitos 3: Seorang anak bisa memutuskan agar dokter mengakhiri hidup orang > > > tuanya sehingga mendapatkan warisan. > > > Anak tidak berwenang memutuskan tindakan euthanasia pada orangtua. > > > Euthanasia hanya boleh diterapkan jika pasien sendiri, dengan penuh > > > kesadaran, beberapa kali menunjukkan tidak mau meneruskan hidup dalam > > > kondisi tertentu. > > > Keinginan itu harus diungkapkan secara lisan dan tertulis kepada dokter. > > > Dan dokter itu harus menyimpan rahasia pasiennya. > > > Harus dibuktikan pula bahwa pasien mengidap penyakit yang tak dapat > > > disembuhkan. Orang yang menderita amnesia atua pikun, tidak bisa memohon > > > euthanasia, karena tidak lagi bisa melakukan itu dengan penuh kesadaran. > > > Namun, orang bisa juga menulis pernyataan bahwa ia ingin menjalani > > > euthanasia di masa sebelum ia mengidap amnesia. Anggota keluarga kemudian > > > bisa mengawawasi pelaksanaan euthanasia orangtuanya. > > > > > > Mitos 4: Belanda akan memiliki klinik, tempat orang bisa mengakhiri > > > hidupnya. > > > Dalam paruh kedua tahun ini, Asosiasi Mengakhiri Hidup Sendiri NVVE > > > membuka klinik untuk orang yang ingin mengakhiri hidup. Pasien bisa > > > datang ke sini jika memenuhi semua kriteria seperti yang tertera dalam > > > Undang Undang Euthanasia, namun dokter tidak mau membantu dia mengabulkan > > > permintaan tersebut. > > > Setelah permohonan untuk dirawat di klinik itu, pasien diskrining > > > terlebih dahulu dan dikunjungi seorang dokter dan perawat. Mereka > > > menyelidiki dengan cermat apakah pasien benar-benar memenuhi kriteria > > > Undang Undang Euthanasia. > > > Jika permohonan euthanasia diizinkan, maka akan dilihat apakah pasien > > > bisa meninggal di rumah sendiri. Jika tidak mungkin, dia bisa datang ke > > > klinik. Klinik ini menjadi bagian NVVE dan resmi diakui di Belanda. > > > > > > Mitos 5: Tim keliling datang ke rumah untuk mengakhiri hidup orang. > > > Mulai 1 Maret, sebanyak enam tim keliling aktif di Belanda. Tim NVVE ini > > > terdiri dari seorang dokter dan perawat yang atas permintaan pasien, > > > mendatangi di rumah dia. Itu bisa dilakukan jika dokter yang menangani > > > pasien tidak bisa, atau menolak melakukan atau membantu mengakhiri hayat > > > pasien, sementara pasien itu sendiri memenuhui semua kriteria yang > > > tertera dalam undang undang. > > > Konsulen independen akan melihat apakah itu memang kasusnya. Kalau > > > demikian, euthanasia akan dilakukan di rumah. > > > > > > Mitos 6: Warga Belanda pakai ikat tangan untuk menunjukkan mereka tidak > > > mau diakhiri hidupnya. > > > Pernyataan tersebut baru-baru ini disampaikan calon presiden Republiken > > > Rick Santorum. Menurutnya orang lansia di Belanda mengenakan ikat tangan > > > bertuliskan "Geen euthanasie, alstublieft" (Mohon jangan lakukan > > > euthanasia pada diri saya). > > > The Washington Post meneliti ungkapan capres dan menenangkan warga > > > Amerika. Pernyataan Santorum sama sekali tidak benar. Lalu dari mana > > > capres Amerika Serikat itu mendapatkan informasi itu? > > > Rumah sakit Albert Schweitzer di Dordrecht, menerapkan sistem ikat > > > tangan. Pasien yang tidak mau direanimasi diberi ikat tangan berwarna > > > merah. Dokter langsung dapat melihat pasien mana yang tidak menginginkan > > > reanimasi. > > > > > > Mitos 7: "Tiap tahun sepuluh persen warga Belanda meninggal karena > > > euthanasia dan sering dipaksa untuk itu." > > > Pada 2010 jumlah orang Belanda yang meninggal 136.058 orang dari 16,5 > > > juta total penduduk Belanda. Pada tahun 2010 dilaporkan jumlah euthanasia > > > sukarela sebanyak 3136. Berarti baru 2,3 persen, masih jauh dari 10 > > > persen. > > > Berdasarkan penelitian terakhir (2007), kasus yang dilaporkan jumlahnya > > > sekitar 80 persen. > > > > > > Mitos 8: Semua orang bisa ke Belanda untuk mengakhiri hayatnya. > > > Ini terbaca di situs Cina Sina.com. Supaya bisa memohon euthanasia di > > > Belanda, seseorang harus tunduk di bawah hukum bawah. Orang asing tidak > > > bisa datang ke Belanda untuk melakukan euthanasia. > > > Menurut aturan, sang pasien yang mengajukan permohonan euthanasia, harus > > > berdasarkan sukarela dan sudah mempertimbangkannya secara matang, bahwa > > > kehidupannya sudah sangat menderita dan tidak ada harapan hidup lagi. > > > Untuk bisa menilai ini semua, dokter harus benar-benar mengenal pasien > > > terkait. > > > > > > Mitos 9: Orang tua bisa memohon euthanasia buat anak mereka yang cacat. > > > Euthanasia bagi anak kecil atau bayi yang terbatas harapan hidupnya > > > memang terjadi Belanda. Karena anak-anak ini tidak mengajukan permohonan > > > sendiri untuk mengakhiri hayat atau meminta izin untuk itu, maka ini > > > namanya bukan euthanasia, tapi "mengakhiri hidup tanpa minta izin pasien". > > > Dokter dan orang tua anak terkait bisa memutuskan bersama untuk tidak > > > melakukan atau meneruskan pengobatan, karena tidak ada gunanya atau > > > karena tidak ada harapan hidup lagi. > > > Anak-anak antara umur 12 sampai 16 tahun yang mau melakukan euthanasia > > > perlu izin orang tua atau wali. Remaja antara umur 16 sampai 17 tahun > > > tidak perlu izin tersebut. > > > > > > > > > > > > =========== > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
