Ref: Bagaimana kalau diwajibkan semua warganegara NKRI berpakain pantas seperti garabeya (jubah) yang biasanya dipakai orang Arab di padang pasir. Bukankah dengan begitu akan lenyap pelecehan seksual, karena bukan saja orang laki mempunyai mata dan perasaan sex-sexan, tetapi wanita juga, masalahnya akan lain apabila yang disebut wanita atau perempuan adalah benda mati seperti batu nizan.
Mazuki ini main jalan putar-putar seperti kambing hilang jalan di padang tandus. Silahkan berterusterang, bilang mulai tgl x bulan y tahun z, semua warganegara NKRI diwajibkan berpakaian tutup aurat al arbaia. Dirgahayu hargamati NKRI! http://nasional.kompas.com/read/2012/03/06/14273563/Marzuki.Ali.Pelecehan.Seksual.Dipicu.Pakaian.Tak.Pantas Marzuki Ali: Pelecehan Seksual Dipicu Pakaian Tak Pantas Sandro Gatra | Tri Wahono | Selasa, 6 Maret 2012 | 14:27 WIB Share: KOMPAS/HENDRA A SETYAWANKetua DPR, Marzuki Alie (tiga kanan) memberikan hasil pertemuan antar pemimpin lembaga tinggi negara yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Senin (20/3/2012). JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPR Marzuki Alie menyalahkan perempuan yang berpakaian tak pantas, seperti menggunakan rok mini, sehingga mengakibatkan terjadinya pelecehan seksual ataupun pemerkosaan. "Kita tahu banyak sekali terjadinya perkosa, kasus-kasus asusila itu, karena perempuannya tidak berpakaian yang pantas sehingga membuat hasrat laki-laki menjadi berubah. Itu yang harus dihindari. Namanya laki-laki, pakaian tidak pantas yang itu menarik laki-laki, akhirnya berbuat sesuatu," kata Marzuki di Kompleks DPR, Jakarta, Selasa (5/3/2012). Marzuki dimintai tanggapan rencana pihak Sekretariat Jenderal DPR yang mengatur pakaian di lingkungan DPR. Langkah itu menyusul banyaknya orang yang berpakaian mencolok di lingkungan DPR. Pernyataan Marzuki itu mengingatkan kepada pernyataan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo alias Foke yang meminta perempuan tidak mengenakan rok mini di dalam angkot agar terhindar dari aksi pemerkosaan di dalam angkot. Setelah dikritik banyak pihak, Foke akhirnya meminta maaf dan meralat pernyataannya. Marzuki mengatakan, pihaknya tidak bisa melarang orang dalam berpakaian. Namun, kata politisi Partai Demokrat itu, sebaiknya perempuan menggunakan pakaian yang sesuai kultur bangsa Indonesia. Adapun mengenai rencana pengaturan berpakaian di lingkungan DPR, lanjut Marzuki, sebagai langkah perbaikan citra DPR. "Citra DPR ini terdiri berbagai aspek, seperti aspek kinerja, tampilan. Semuanya kita perbaiki. Semoga dengan langkah ini pelan-pelan citra DPR akan semakin baik," ucapnya. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
