... ah, lu kyak katak dibawah tempurung aja..
... berita ginian sih di indonesia bertaburan..
..
...

On Thu, Mar 8, 2012 at 1:28 AM, Bukan Pedanda <[email protected]>wrote:

> **
>
>
>
> Selain kafir seperti Sunny dan item abu nggak banyak tuh orang lain yang
> peduli dengan kesenjangan sosial di Indonesia...
>
> Yang lain mah sibuk menyebar dusta dan fitnah atau pamer ketidak pedulian
> mereka...
>
> --- In [email protected], "Sunny" <ambon@...> wrote:
> >
> > Ref: Rakyat terjepit bukan masalah urgen, yang penting dan diutamakan
> agar penguasa bersuka ria dalam dunia bahagia, karena itulah harga mati
> NKRI.
> >
> >
> > http://www.sinarharapan.co.id/content/read/rakyat-kian-terjepit/
> > 07.03.2012 11:48
> >
> > Rakyat Kian Terjepit
> > Penulis : Faisal Rachman/Sulung Prasetyo/Vidi Batlolone/Ninuk Cucu
> Suwanti
> >
> > (foto:dok/SH)
> > JAKARTA â€" Pemerintah baru rencana akan menaikkan harga bahan bakar
> minyak (BBM) pada 1 April yang diikuti dengan kenaikan tarif dasar listrik
> (TDL) per 1 Mei 2012. Kondisi itu kian menyulitkan kehidupan keseharian
> masyarakat.
> >
> > Sebut saja apa yang dikeluhkan sejumlah nelayan Lampung. Mereka
> menyatakan resah atas rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi
> mulai 1 April 2012.
> >
> > Kenaikan harga BBM itu akan berpengaruh terhadap membengkaknya biaya
> operasional mereka selama melaut, kata Salim, salah seorang pemilik kapal
> nelayan di Telukbetung Bandar Lampung, Rabu (7/3). Ia mengatakan, dengan
> harga BBM sekarang, nelayan cukup kesulitan karena hasil tangkapan dan
> cuaca yang tidak menentu. Kalau harga BBM naik, biaya operasional naik juga.
> >
> > Belakangan ini hasil tangkapan mereka kadang tidak sesuai dengan biaya
> yang dikeluarkan. "Kalau BBM naik maka harga ikan juga pasti ikut naik,
> tapi apakah pembeli mau mengerti dengan keadaan ini," katanya.
> >
> > Ia menyebutkan, nelayan setempat membeli solar di Stasiun Pengisian
> Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Lempasing dengan harga normal. Jika stok solar
> di SPBN itu habis maka nelayan terpaksa membelinya di pengecer dengan harga
> lebih mahal Rp 1.000 per liter.
> >
> > "Kalau di SPBN harganya normal, Rp 4.500 per liter, tapi jika di
> pengecer harganya Rp 5.500 per liter," katanya. Saat ini, sekali melaut
> selama seminggu ia menghabiskan dana paling sedikit Rp 6 juta.
> >
> > "Untuk membeli bahan bakar sebanyak 500 liter saja sudah Rp 2,25 juta,
> belum lagi biaya belanja logistik untuk kebutuhan selama di laut. Jadi,
> saya harus menyiasati dengan menaikkan harga tangkapan agar tidak merugi,"
> ia melanjutkan.
> >
> > Menurut dia, jika harga solar naik menjadi Rp 6.000 per liter, biaya
> melaut dalam seminggu akan mencapai Rp 8 juta.
> >
> > Hal senada diungkapkan pemilik kapal lainnya, Rustono. Ia mengatakan,
> rencana kenaikan harga BBM itu akan mengganggu aktivitas mereka untuk
> mencari ikan. "Jika BBM naik maka biaya beban kami akan naik juga. Harga
> ikan pun pasti ikut naik," katanya saat ditemui di Tempat Pelelangan Ikan
> (TPI) Gudanglelang Telukbetung.
> >
> > Ia mengatakan kesulitan mencari tambahan modal jika harga BBM naik.
> "Biasanya saya sekali melaut harus mengeluarkan dana sekitar delapan sampai
> sembilan juta rupiah," kata dia menjelaskan.
> >
> > Sementara itu, sejumlah warga Lampung lainnya menyatakan lebih memilih
> kenaikan harga BBM daripada pembatasan penjualan solar dan Premium.
> >
> > "Lebih baik naik daripada sulit mendapatkan Premium," kata salah seorang
> warga setempat, Tobing.
> >
> > Sementara itu, harga cabai merah biasa di pasar tradisional Kabupaten
> dan Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu, naik menjadi Rp 21.000 per kilogram,
> padahal beberapa hari sebelumnya kurang Rp 13.000 per kg.
> >
> > Suwarno, pedagang cabai merah lain di Jagastru, mengatakan, kenaikan
> harga cabai merah di daerah Pantura Cirebon masih dipicu hambatan
> pengiriman dari petani. Kondisi itu akan kian buruk jika harga BBM naik
> juga pada 1 April 2012.
> >
> > Riwad, petani setempat menuturkan, budi daya cabai merah di Kabupaten
> Cirebon dan Brebes berhasil baik sehingga harga cabai merah stabil.
> >
> > Seiring dengan peningkatan produksi dan naiknya harga jual, sejumlah
> petani bawang merah mulai melirik menanam cabai karena menguntungkan.
> >
> > Biaya Tambahan
> >
> > Ketua Umum Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir kepada
> SH, Rabu mengatakan, menjelang kenaikan harga BBM kebutuhan harga sembako
> diprediksi tetap akan mengalami kenaikan. Dia menjelaskan, kenaikan
> tersebut tergantung dari biaya tambahan yang dikeluarkan petani untuk
> menggarap lahan pertaniannya, termasuk juga biaya BBM.
> >
> > “Jika si petani mengeluarkan biaya tambahan sampai 10 persen, otomatis
> harga produk pertaniannya ikut naik 10 persen,†katanya.
> >
> > Dia menambahkan, untuk saat ini kenaikan harga belum terlihat cukup
> tinggi, pasalnya untuk semua jenis produk pertanian saat ini sedang
> mengalami masa panen.
> >
> > Menurutnya, sekalipun panen raya sudah datang, harga produk pertanian
> masih bisa dikategorikan yang cukup tinggi pada tahun ini. Untuk komoditas
> hortikultura seperti bawang, cabai, dan tomat saja, kata Winarno, masih
> merupakan yang tertinggi pada tahun ini.
> >
> > “Cabai merah keriting masih di tataran Rp 75.000 per kg, bawang merah
> masih pada tataran Rp 30.000 per kg, pokoknya harga turun pada tataran 5
> persen. Namun ini masih terbilang harga yang tinggi, sebab musim panen
> bulan ini sudah tiba,†ujarnya.
> >
> > Dia menjelaskan, penyebab utama kenaikan harga pertanian menjelang dan
> ketika naiknya harga BBM, sering kali dipicu ulah pedagang yang mau
> mengambil untung dari situasi tersebut.
> >
> > Ia mencontohkan, pedagang sering kali menginjak para petani dengan
> membiarkan hasil panen mereka berlama-lama, sehingga pada akhirnya petani
> menjual dengan terpaksa lantaran membutuhkan uang. Petani dipaksa menjual
> dengan harga murah, selain itu harus menanggung beban biaya BBM untuk
> pengiriman produk pertaniannya.
> >
> > Menurut Winarno, sekalipun panen raya untuk beras saat ini sedang
> berlangsung, harga beras masih terbilang cukup tinggi, yakni Rp 5.000 per
> kg gabah kering giling (GKG).
> >
> > “Bulan November 2011 sampai Februari 2012, harga beras Rp 5.600 per kg
> GKG. Ini merupakan harga paling tinggi dalam 10 tahun terakhir, namun pada
> Maret ini turunnya hanya sedikit. Itu semua memang ada hubungannya dengan
> rencana kenaikan harga BBM,†tuturnya.
> >
> > Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Syahrul
> R Sempurnajaya mengharapkan pemerintah memantau lebih cermat perkembangan
> harga gabah dan beras di sentra-sentra produksi.
> >
> > Menjelang panen raya seperti sekarang ini seharusnya terjadi koreksi
> atau penurunan harga. Jika penurunan harga tidak terjadi, mengindikasikan
> kondisi anomali. Ada faktor lain seperti aksi spekulan menjelang kenaikan
> harga BBM dan TDL.
> >
> > Dari hasil pemantauan Bappebti, harga gabah di sentra-sentra produksi di
> Jawa dalam tiga bulan terakhir ada yang turun, ada juga yang naik. Pada
> saat di sentra produksi Jatim harga beras turun, di sentra produksi Jawa
> Barat justru mengalami kenaikan.
> >
> > Harga gabah jenis medium di sentra produksi di Jombang Jatim 1 Maret
> 2012 Rp 3.950, harga beras pada 6 Maret masih sama. Sebagai acuan, pada 1
> Januari 2012 di Jombang harga gabah Rp 4.000 per kg. Harga gabah di
> Banyumas 1 Maret Rp 5.150 dan pada 6 Maret masih sama.
> >
> > Sebagai acuan pada 1 Januari, di Banyumas harga gabah Rp 5.000 per kg.
> > Harga beras rata-rata medium di sentra produksi Indramayu pada 1 Maret
> Rp 8.425 per kg, sedangkan pada 6 Maret Rp 8.175 per kg. Sebagai acuan pada
> 1 Januari di Indramayu harga beras Rp 7.675.
> >
> > Pada medio Februari, harga beras di Indramayu untuk jenis IR64 kualitas
> 1 diperdagangkan pada harga Rp 8.425, kualitas 2 Rp 7.775 dan kualitas 3
> pada harga Rp 7.700.
> >
> > Di Indonesia, harga beras telah meningkat sejak Mei 2011. Pada Januari,
> kenaikan harga beras mencapai tingkat rekor baru rata-rata Rp 10.439
> (sekitar US$ 1,10) per kg, sekitar 13 persen lebih tinggi dibanding Januari
> 2010 satu tahun sebelumnya.
> >
> > Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa setelah membuka secara
> resmi Rapat Kerja Kementerian Perdagangan yang digelar di salah satu hotel
> berbintang di Jakarta, Rabu pagi ini mengatakan, kebijakan penyesuaian
> harga bahan bakar minyak bersubsidi akan menyelamatkan kondisi perekonomian
> nasional secara keseluruhan, sehingga hal tersebut mutlak dilakukan.
> >
> > Ditentang
> >
> > Sejumlah kalangan menolak rencana kenaikan harga BBM dan TDL dalam waktu
> dekat ini karena malah hanya membebani rakyat. Pemerintah seharusnya
> mencari sumber pendanaan subsidi dari sumber-sumber lain, yang kini bocor
> dikorupsi ketimbang menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
> (APBN).
> >
> > Demikian diungkapkan puluhan organisasi massa yang bersatu dalam Komite
> Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM dan TDL, di depan kantor Lembaga Bantuan
> Hukum (LBH) Jakarta, Selasa (6/3).
> >
> > “Untuk mengatasi membengkaknya subsidi, pemerintah bisa mengambil
> jalan lain yang pada intinya tidak merugikan mayoritas rakyat, seperti
> memberantas korupsi, yang kini diperkirakan telah menyusutkan dana APBN
> hingga 30 persen,†ujar Ramses D Aruan dari Serikat Buruh Migran
> Indonesia.
> >
> > Fraksi PDI Perjuangan melalui Maruarar Sirait di Gedung DPR Senayan,
> Jakarta, Selasa siang menyatakan, pihaknya menolak rencana kenaikan harga
> BBM yang diusulkan pemerintah. Ini karena pemerintah seharusnya bisa
> melakukan efisiensi melalui anggaran di eksekutif, legislatif dan yudikatif
> yang tak perlu.
> >
> > "Kenaikan BBM, PDI Perjuangan tolak. Alasannya, yang harus kita lakukan
> untuk efisiensi anggaran ada yang lain seperti efisiensi anggaran di
> eksekutif, legislatif dan yudikatif. Program yang tidak perlu tidak usah
> (dianggarkan), cukup biaya rutin yang berdampak langsung ke pelayanan
> publik," katanya.
> >
> > Sikap serupa diperlihatkan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di
> DPR. Sekretaris Jenderal PKS, Anis Matta menyatakan, partainya menolak
> rencana pemerintah menaikkan harga BBM. PKS berpendapat kenaikan harga BBM
> merupakan cara pemerintah mengalihkan beban pengelolaan fiskal dari
> anggaran negara kepada rakyat.
> >
> > Menurutnya, kenaikan harga BBM sebetulnya bisa diantisipasi. “Masih
> banyak pilihan yang bisa dilakukan pemerintah untuk tidak menaikkan harga
> BBM,†katanya.
> >
> > Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo seusai menghadiri rapat
> kerja dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Selasa siang mengatakan, mulai dengan
> APBN-P 2012 ini, pemerintah meminta diberi kewenangan lebih besar untuk
> menentukan harga BBM.
> >
> > Jika sebelumnya pemerintah baru bisa menaikkan harga BBM tatkala harga
> minyak dunia lebih tinggi 10 persen dari ICP yang ditentukan, pada APBN-P
> 2012 pemerintah ingin agar ketika harga minyak dunia naik 5 persen dari
> asumsi ICP, harga BBM bersubsidi bisa dinaikkan.
> >
> > Menkeu menegaskan kenaikan lanjutan hanya dilakukan bila kenaikan Rp
> 1.500 per liter saat ini tidak lagi mampu mengimbangi kenaikan harga minyak
> dunia. "Itu kami harus pegang karena kalau tidak akan menjadi sangat sulit
> kalau mesti melalui proses APBN-P baru dilakukan perubahan harga BBM
> bersubsidi," ucapnya. (CR-27/CR-28/Ant)
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke