Sebetulnya BUMN  bisa berjalan  baik dan mendatangkan faedah besar dari 
keuntungannya kepada masyarakat, kalau management-nya diurus dengan betul oleh 
orang yang jujur, kalau tidak jalannya pincang lemah seperti orang  berpenyakit 
 asthma.  Tidak sepenuh benar bila dikatakan bahwa kalau perusahaan dipegang 
swasta akan lebih baik jalannya, sebab banyak perusahaan swasta juga mengalami 
bangkrut disebabkan terutama oleh salah urus saja. Di Europa juga ada perusahan 
milik negara dan berjalan baik dan berkembang karena mendatangkan laba tak 
terputuskan dari tahun ke tahun. Keuntungan lain dengan perusahaan milik 
negara, yaitu bisa diwajibkan mempunyai tanggung jawab sosial. Kalau perusahaan 
sepenuhnya swasta untuk tanggung jawab sosial, lebih repot sebab tidak rela 
mengunrangi (membagi) keuntungannya kepada masyarakat.

Dulu zaman kolonial roda ekonomi Indonesia dipegang oleh lima perusahan Belanda 
antara lain Geo Wehry, Borsumij, Jacobson vd Berg etc. Setelah 
dinasionalisasikan perusahaan tsb bukannya berjalan baik dan membawa keuntungan 
tetapi malah menjadi beban negara yang merusak ekonomi zaman Soekarno dan 
menadi alasan untuk diruntuhkan pemerintahannya. Pada zaman Soeharto juga 
terjadi hal yang sama, teristimewa dengan Pertamina, ketika 
perusahaan-perusahaan minyak di dunia mengeruk laba beripat ganda pada masa 
krisis Suez, tahun 1970-an, satu-satunya perusahaan yang rugi ialah Pertamina, 
ruginya tidak tanggung-tanggung  US$ 10 miliar ( US$ 10.000.000.000,—). Tidak 
ada pertanggungan jawab pemimpin perusahaan tsb. malah orang  itu-itu juga yang 
terus menjalankan perusahaan tsb. 

Agaknya di direksi BUMN sekarang juga  duduk pensiunan jenderal TNI, jadi sama 
saja situasi direksi seperti pada tahun 1950-an pada Perusahaan Negara,  yang 
namanya kemudian diganti menjadi Badan Usaha Milik Negara.


From: wawan 
Sent: Sunday, March 11, 2012 7:00 AM
To: [email protected] 
Subject: [proletar] Re: INDONESIA MASUKI REZIM NASIONALISASI TAMBANG

  

kalau 100% milik pemerintah, ya tidak bakalan ada transparansi dan kredible, 
pasti akan banyak korupsi di BUMN kalau sahamnya 100% milik pemerintah,

FYI,

E&Y pernah menolak sbg akuntan publik Telkom di tahun 2002, itu membuktikan 
mereka menjaga kredibilitasnya, daripada menunjukan hasil audit yg sudah sesuai 
pesanan 'telkom'

kalo yg teriak2 di jalanan itu sih saya kira cuman modal teriak dan dengkul 
doang...

;-)

--- In mailto:proletar%40yahoogroups.com, "ajeg" <ajegilelu@...> wrote:
>
> Kalau mau nasionalisasi tambang, mestinya ya seperti 
> teriakan orang-orang di jalan & tv soal kedaulatan energi, 
> yakni 100% saham dimiliki negara / rakyat (pemerintah 
> cuma pengelola). Teriakan yang sesuai belaka dengan Pasal-33 
> UUD'45. 
> 





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke