Sekalipun kerangkanya "pemanfaatan iptek" tapi langkahnya 
samasekali tidak ilmiah. Mengabaikan kondisi alamiah yang 
sudah diilmiahkan melalui satuan koordinat / garis lintang & 
bujur. 

Yang lebih penting dilakukan pemerintahan SBY untuk 
menyejahterakan rakyat adalah pengaturan & pengetatan waktu, 
bukan perubahan waktu. 

Perketat waktu untuk berlamban-ria & hapus dulu waktu untuk 
nyanyi-nyanyi. 

--- 

> Terkesan kok ujug-ujug.
>
> 
> *Zona Satu Waktu Timbulkan Inefisiensi*
> 
> Pemerintah berencana menyatukan tiga zona waktu sehingga dari Sabang
> sampai Merauke memiliki standar waktu yang sama. Penyatuan tiga zona
> waktu, yakni Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah 
> (WITA), dan Waktu Indonesia Timur (WIT) ini diklaim dapat menghemat 
> triliunan rupiah biaya-biaya yang tak perlu. Menteri Koordinator 
> Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menilai, rencana penyatuan zona 
> waktu di Indonesia itu bisa menjadi langkah penghematan bagi 
> negara. "Ada studi-studi yang mengatakan bahwa dengan penyatuan 
> zona waktu, pengaturan dan sebagainya akan menjadi lebih efisien 
> dan menguntungkan sehingga bisa menghemat hingga triliunan," kata 
> Hatta seusai Seminar Nasional bertajuk "Pemanfaatan Inovasi Ilmu 
> Pengetahuan dan Teknologi sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan 
> Rakyat" di Jakarta, Ahad (11/3).
> 
> Dengan penyatuan zona waktu menjadi GMT+8, lanjut Hatta, waktu 
> Indonesia akan sama dengan beberapa negara tetangga, seperti 
> Malaysia dan Singapura. "Kalau zona waktu kita bisa sama dengan 
> negara-negara tetangga, kita bisa menghemat dalam jumlah besar, 
> baik jam kerja, traffic, maupun aktivitas ekonomi," kata Hatta.
> 
> GMT merupakan kependekan dari Greenwich Mean Time. Pukul nol dalam
> sistem waktu GMT berpatokan pada jam atom yang berada di Royal
> Observatory Greenwich di London, Inggris. Melalui konvensi 
> internasional pada 1 Januari 1972, titik nol derajat garis bujur 
> ditetapkan pada garis bujur ini.
> 
> Sedangkan, WIB selisih tujuh jam dengan waktu nol GMT sehingga WIB
> setara dengan GMT+7. Tiga zona waktu membagi Indonesia dalam 
> rentang dua jam. WIB dengan WITA berbeda satu jam, sedangkan WIB 
> dengan WIT berselang waktu dua jam. "Namun, saya masih belum tahu 
> kapan rencana ini bisa mulai direalisasikan."
> 
> Jika jadi direalisasikan, menurut Kepala Divisi Hubungan Masyarakat 
> dan Promosi Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi 
> Indonesia (KP3EI) Edib Muslim, zona WITA yang akan dijadikan 
> patokan.
> Penyatuan zona waktu ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing 
> bangsa, khususnya dalam bidang ekonomi dan menciptakan efisiensi 
> kinerja birokrasi.
> 
> "Rencananya, (zona waktu) WITA atau GMT+8 yang akan dijadikan 
> patokan waktu," kata Edib di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3). 
> Menurut Edib, penyatuan zona waktu itu menjadikan daya saing 
> ekonomi meningkat dan mengefisiensikan birokrasi. Edib mengatakan, 
> penyatuan waktu akan meningkatkan produktivitas nasional karena 240 
> juta warga Indonesia bisa beraktivitas dalam waktu yang sama. 
> Berbeda dengan pembagian tiga zona waktu saat ini yang hanya 
> menjadikan 190 juta warga di zona WIB beraktivitas dalam zonasi 
> waktu sama.
> 
> "Selisih satu jam di antara tiga zona waktu di Indonesia ini tidak
> efektif. Contohnya, dalam waktu dagang antara dunia usaha di zona 
> WIB dan WIT. Kalau transaksi perdagangan di Jakarta dimulai jam 
> 09.00 WIB dan berakhir pukul 17.00, berarti waktu yang efektif 
> untuk aktivitas perdagangan dunia usaha di zona WIB dan WIT cuma 
> empat jam," katanya.
> 
> Edib menyatakan, penyatuan waktu semata-mata untuk meningkatkan 
> kinerja birokrasi mulai dari Sabang hingga Merauke. Selain itu, 
> penyatuan waktu ini juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing 
> bangsa dalam bidang ekonomi, sosial, politik, bahkan ekologi.
> 
> Melalui GMT+8, katanya, masyarakat yang tinggal di kawasan Indonesia
> timur dan tengah akan memiliki waktu transaksi lebih banyak dengan
> masyarakat yang tinggal di kawasan barat.
> 
> Kesiapan bidang pemetaan sebagai pendukul zonasi waktu juga telah
> dilakukan Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional 
> (Bakosurtanal).
> "Hanya saja, tidak kita cantumkan perbedaan waktu antarwilayah," 
> kata Deputi Bidang Survei Dasar dan Sumber Daya Alam Bakosurtanal 
> Priyadi Kardono.
> 
> antara ed: nur hasan murtiaji




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke