Kagak ilmiah sama sekali pakai bawa2 singapore,malay,manila badut2 bloon yang mau bikin itu aturan pasti kagak ada kerjaan.
________________________________ From: ajeg <[email protected]> To: [email protected] Sent: Monday, March 12, 2012 12:51 AM Subject: [proletar] Penyatuan Zona Waktu Sekalipun kerangkanya "pemanfaatan iptek" tapi langkahnya samasekali tidak ilmiah. Mengabaikan kondisi alamiah yang sudah diilmiahkan melalui satuan koordinat / garis lintang & bujur. Yang lebih penting dilakukan pemerintahan SBY untuk menyejahterakan rakyat adalah pengaturan & pengetatan waktu, bukan perubahan waktu. Perketat waktu untuk berlamban-ria & hapus dulu waktu untuk nyanyi-nyanyi. --- > Terkesan kok ujug-ujug. > > > *Zona Satu Waktu Timbulkan Inefisiensi* > > Pemerintah berencana menyatukan tiga zona waktu sehingga dari Sabang > sampai Merauke memiliki standar waktu yang sama. Penyatuan tiga zona > waktu, yakni Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah > (WITA), dan Waktu Indonesia Timur (WIT) ini diklaim dapat menghemat > triliunan rupiah biaya-biaya yang tak perlu. Menteri Koordinator > Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menilai, rencana penyatuan zona > waktu di Indonesia itu bisa menjadi langkah penghematan bagi > negara. "Ada studi-studi yang mengatakan bahwa dengan penyatuan > zona waktu, pengaturan dan sebagainya akan menjadi lebih efisien > dan menguntungkan sehingga bisa menghemat hingga triliunan," kata > Hatta seusai Seminar Nasional bertajuk "Pemanfaatan Inovasi Ilmu > Pengetahuan dan Teknologi sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan > Rakyat" di Jakarta, Ahad (11/3). > > Dengan penyatuan zona waktu menjadi GMT+8, lanjut Hatta, waktu > Indonesia akan sama dengan beberapa negara tetangga, seperti > Malaysia dan Singapura. "Kalau zona waktu kita bisa sama dengan > negara-negara tetangga, kita bisa menghemat dalam jumlah besar, > baik jam kerja, traffic, maupun aktivitas ekonomi," kata Hatta. > > GMT merupakan kependekan dari Greenwich Mean Time. Pukul nol dalam > sistem waktu GMT berpatokan pada jam atom yang berada di Royal > Observatory Greenwich di London, Inggris. Melalui konvensi > internasional pada 1 Januari 1972, titik nol derajat garis bujur > ditetapkan pada garis bujur ini. > > Sedangkan, WIB selisih tujuh jam dengan waktu nol GMT sehingga WIB > setara dengan GMT+7. Tiga zona waktu membagi Indonesia dalam > rentang dua jam. WIB dengan WITA berbeda satu jam, sedangkan WIB > dengan WIT berselang waktu dua jam. "Namun, saya masih belum tahu > kapan rencana ini bisa mulai direalisasikan." > > Jika jadi direalisasikan, menurut Kepala Divisi Hubungan Masyarakat > dan Promosi Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi > Indonesia (KP3EI) Edib Muslim, zona WITA yang akan dijadikan > patokan. > Penyatuan zona waktu ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing > bangsa, khususnya dalam bidang ekonomi dan menciptakan efisiensi > kinerja birokrasi. > > "Rencananya, (zona waktu) WITA atau GMT+8 yang akan dijadikan > patokan waktu," kata Edib di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3). > Menurut Edib, penyatuan zona waktu itu menjadikan daya saing > ekonomi meningkat dan mengefisiensikan birokrasi. Edib mengatakan, > penyatuan waktu akan meningkatkan produktivitas nasional karena 240 > juta warga Indonesia bisa beraktivitas dalam waktu yang sama. > Berbeda dengan pembagian tiga zona waktu saat ini yang hanya > menjadikan 190 juta warga di zona WIB beraktivitas dalam zonasi > waktu sama. > > "Selisih satu jam di antara tiga zona waktu di Indonesia ini tidak > efektif. Contohnya, dalam waktu dagang antara dunia usaha di zona > WIB dan WIT. Kalau transaksi perdagangan di Jakarta dimulai jam > 09.00 WIB dan berakhir pukul 17.00, berarti waktu yang efektif > untuk aktivitas perdagangan dunia usaha di zona WIB dan WIT cuma > empat jam," katanya. > > Edib menyatakan, penyatuan waktu semata-mata untuk meningkatkan > kinerja birokrasi mulai dari Sabang hingga Merauke. Selain itu, > penyatuan waktu ini juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing > bangsa dalam bidang ekonomi, sosial, politik, bahkan ekologi. > > Melalui GMT+8, katanya, masyarakat yang tinggal di kawasan Indonesia > timur dan tengah akan memiliki waktu transaksi lebih banyak dengan > masyarakat yang tinggal di kawasan barat. > > Kesiapan bidang pemetaan sebagai pendukul zonasi waktu juga telah > dilakukan Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional > (Bakosurtanal). > "Hanya saja, tidak kita cantumkan perbedaan waktu antarwilayah," > kata Deputi Bidang Survei Dasar dan Sumber Daya Alam Bakosurtanal > Priyadi Kardono. > > antara ed: nur hasan murtiaji [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
