Mengenai presiden Amerika, nyak Mus atur ajah deh pola pandangannya, ogut terima kasih deh.
Mengenai diskriminasi, maka oretan nyak Mus jelas jemelas menulis bahwa yg kena diskriminasi saat ini bukan orang Cina, karena bila KTP saat ini sudah tidak ada lagi kode ini dan itu. Sekarang silahkan jelaskan kepada sunny loper koran buta huruf dengan otak ber sel 1, bahwa KTP cina Indonesia tidak ada lagi kode ini dan itu, manggung barongsay yg kadang bikin kuping conge an sudah biasa di mall mall sur. ----- Original Message ----- From: "muskitawati" <[email protected]> > >> "suryana" <gsuryana@> wrote: >> Obama aku perhitungkan bisa keok oleh >> Romney (aku lebih mendukung Santori) >> hanya bila Romney yg menang, maka >> ketelengasannya sebagai umat mormon >> akan terlihat jelas, dan korbannya >> adalah negara negara di Afrika dan >> Timur Tengah. > > Siapa juga yang jadi presiden Amerika, kalo urusan luar negeri pasti tidak > akan berbeda. Yang mungkin bisa berbeda hanyalah urusan ekonomi, urusan > pendidikan, project2 teknologi yang diprioritaskan, dan yang menjamin > suksesnya usaha presiden adalah financial yaitu presiden mana yang > mendapatkan dukungan kuat para kapitalist. > > Jadi kalo urusan agama semuanya sama, menjadi presiden Amerika tidak sama > dengan menjadi pendeta, imam, atau nabi. Karena para pendeta, imam dan > nabi bisa membuat keputusan seenak jidatnya sendiri dengan mengaku > mendapatkan wahyu dari Allah seperti halnya nabi Muhammad. Sedangkan > sebaliknya dengan presiden Amerika, dimana semua keputusannya tergantung > suara terbanyak rakyat Amerika. > > Suara terbanyak sekarang memang Santorium, kedua adalah Romney, dan ketiga > adalah Newt Gingrich. Pada mulanya Santorium mau mengundurkan diri dan > memberikan suaranya kepada Newt Gingrich. Namun karena kehidupan keluarga > Gingrich kurang harmonis dengan perceraiannya, maka suara kepada Gingrich > agak kendor, tapi posisi Santorium dan Gingrich tetap diposisi kesatu dan > ketiga. > > Romney seorang kapitalist dan kalo dia bisa terpilih kemungkinan dunia > bisnis kembali cerah katimbang dibawah Obama yang memusuhi dan dimusuhi > kalangan bisnis yang menyebabkan Amerika tetap terpuruk ekonominya. Jadi > enggak bisa dihubungkan agamanya seperti di Indonesia atau didalam dunia > Islam dimana agama harus dikaitkan dengan keputusan sebagai kepala > pemerintahan. Meskipun Romney beragama Mormon, namun sebagai presiden dia > tidak boleh menggunakan kesempatan untuk memasukan ajaran Mormon ataupun > memanfaatkan untuk menyebarkan agama Mormon karena ada UU yang > mengawasinya melarang presiden Amerika memanfaatkan posisinya atau > jabatannya untuk kepentingan agamanya. > > Santorium memang beragama Katolik, tetapi dalam debat terbuka dia > menyatakan sendiri bahwa menjadi presiden Amerika adalah jabatan membela, > menyelamatkan dan mensejahterakan rakyat Amerika bukan agamanya. Jadi > Paus Katolik melarang abortion kepada umatnya, meskipun Sanatorium pribadi > adalah umat yang mematuhinya, namun sebagai presiden Amerika Santorium > tidak akan melarang abortion, karena hal itu tergantung pilihan masing2 > rakyat Amerika sendiri, ada yang merasa penting diresmikannya abortion, > dan ada yang menolak abortion. Namun UU negara tidak bisa melarang > Abortion karena hal ini merupakan pilihan pribadi yang tidak bisa diatur > negara. Demikian pendapat Santorium menjawab penanya apakan beliau akan > melarang Abortion maka jawabnya "tidak melarang". > > Menyangkut Israel, semua presiden Amerika sama pandangannya, bahwa tugas > Amerika adalah menegakkan keamanan, keadilan, dan kesejahteraan bagi umat > manusia didunia, sehingga Amerika wajib membela Israel yang didholimi oleh > ajaran agama Islam yang mewajibkan umatnya untuk merebut Israel dan > membantai musnah seluruh penduduknya. Jadi semua rakyat Amerika pun punya > pandangan yang sama, ajaran Islam melanggar HAM karena mewajibkan umatnya > untuk memusuhi, memusnahkan dan merebut semua milik orang2 Yahudi didunia. > Rakyat Amerika juga sadar bahwa ajaran Islam itu bukan cuma memusuhi > Yahudi saja, tapi juga memusuhi semua umat manusia yang bukan Islam bahkan > juga sesama Islam itu sendiri. > > Jadi siapapun presiden Amerika, dan semua rakyat Amerika satu pandangan, > bukan memusuhi agama Islamnya, tetapi memusuhi kejahatan2 yang diajarkan > dalam agama Islamnya. > >> "suryana" <gsuryana@> wrote: >> Bagi orang Indonesia yg sudah menjadi >> warganegara bukan Indonesia dan tidak >> memiliki informasi Indonesia saat ini, >> maka akan selalu menganggap bahwa >> Cina di Indonesia masih di diskriminasi >> dan kondisi Indonesia masih tidak >> aman. > > Kalo masalah diskriminasi terhadap orang Cina di Indonesia maka yang > dijadikan pembandingnya bukanlah informasi seperti diatas ini, karena > informasi diatas ini sama sekali tidak ada bukti2 dan referensinya. > > Jadi kalo setiap KTP keturunan Cina masih ada kode2 yang membedakan > kecinaannya, apakah hal tsb bisa disebut sebagai tidak diskriminasi??? > Itu tentunya terserah kepada yang menganggapnya, tapi di semua negara > didunia hanya di Indonesia yang membedakan setiap manusia dari agamanya > dan keturunannya yang di identifikasikan dalam KTP-nya, ini termasuk > negara2 Timur Tengah dan negara2 yang mayoritas beragama Islam. > > Indonesia termasuk negara diskriminatif, diskriminasi terhadap ras, > ethnic, gender, dan agama setiap orang. Bahkan sesama Islam pun, seperti > Akhmadiah dan Syiah dibantai, diusir dan dilarang tinggal dinegara ini. > > Islam Ahmadiah sudah dilarang, namun belum bisa diusir karena dilarang > oleh Lembaga HAM. Jadi kalo diskriminasi pura2 dicabut, se-mata2 > bertujuan menipun lembaga HAM Internasional. Diskriminasi di Indonesia > tidak bisa dihapuskan karena ajaran Islam memang diskriminatif terhadap > ras, gender, ethnicity dan agama, namun prakteknya harus disembunyikan, > harus ditutupi karena ada pengawasan dibawah UN. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
