Papua Siap Merdeka dan Pasukan Amerika Siap Mengamankannya !!!
                                         
Pemahaman tentang kemerdekaan oleh pemerintah RI dan rakyatnya salah kaprah, 
menyesatkan dan tidak mendidik.

Freeport sudah setahun tidak bisa berproduksi akibat tindakan mogok sepihak 
oleh RI untuk menyita paksa perusahaan ini. Seluruh pegawai wni terancam 
dipecat semuanya.

> <bdgkusumo@...> wrote:
> Hariyadi Wirawan ketika diwawancarai,
> Menurutnya, apa yang terjadi di Papua
> sekarang, jelas mengikuti skenario
> kemerdekaan Kosovo, yang berhasil
> memerdekakan dirinya dengan bantuan
> lembaga internasional. Hal ini terlihat
> dengan didaftarkannya kemerdekaan
> Papua Barat ke Perserikatan Bangsa-
> Bangsa (PBB) minggu lalu.
> Lisman Manurung <lismanm@...> wrote:
> pendekatan yang digunakan di Papua
> selalu saja sama dengan Papua sebagai
> bagian dari NKRI sudah harga mati.

Setiap negara hanya bisa diakui kemerdekaannya oleh United Nation atau 
Perserikatan Bangsa2.  Jadi untuk bisa mendapatkan pengakuan UN itupun ada 
persyaratan2nya, jadi kemerdekaan itu bukanlah se-mena2 naik kereta api enggak 
bayar, makan direstoran tidak bayar, segalanya bebas semaunya.  Bukan begitu, 
itu bukan makna kemerdekaan.

Semua ada aturannya, bahwa negara yang tadinya dijajah sekalipun sewaktu 
dimerdekakan tidak boleh dibumi hanguskan oleh pihak bekas penjajahnya seperti 
yang dilakukan oleh Indonesia terhadap Timor Timur.  Tindakan RI itu malah 
merusak legitimasi Indonesia sendiri sebagai negara merdeka dan berdaulat hanya 
karena merusak kedaulatan negara lain yang diakui sebagai negara merdeka oleh 
UN.

Demikianlah, sejak RI dinyatakan merdeka maka pemerintah memiliki kewajiban2 
melindungi hak milik properti setiap penduduknya yang warganegaranya maupun 
warganegara asing.  Sukarno dinyatakan bersalah karena merampas hak milik 
perusahaan2 asing yang olehnya dinamakan nasionalisasi.  Padahal proses 
nasionalisasi pun ada prosedur bakunya di UN, yaitu memberi ganti rugi kepada 
pemiliknya dan juga menjamin pesangon yang kena dipecat dan juga melanjutkan 
gaji semua yang sebelumnya bekerja diperusahaan tsb.  Hal ini semuanya 
dilanggar oleh Sukarno.  Oleh karena itu Indonesai mengalami default dalam 
segala urusan didunia Internasional.

Dengan diserahkannya Irian Jaya kepihak RI, maka tanggung jawab RI tetap sama, 
menjamin semua pemilikan penduduk yang sudah ada sebelumnya bukan malah 
mengusirnya untuk memasukan penduduk baru.  Demikian juga menjamin semua 
pemilikan perusahaan2 asing yang sudah ada berdiri sebelum wilayah ini masuk 
menjadi wilayah RI.

Lalu apa yang wajib dilindung RI malah dilanggar, perusahaan Freeport yang 
memang sudah ada sejak sebelum Irian diserahkan kepada RI terus menerus 
diganggu gugat, diperas, diancam dan diteror oleh TNI dengan memperalat 
penduduknya dan pegawai2 di perusahaan ybs sehingga sekarang perusahaan besar 
ini total terhenti kegiatannya yang merugikan perusahaan sebesar ratusan 
milyardan dollar.

Apa yang dilakukan RI ini hanyalah pengulangan tingkah laku Sukarno, hal ini 
disebabkan pemahaman tentang negara merdeka tidak pernah diajarkan disekolah di 
Indonesia, malah yang diajarkan adalah Syariah Islam yang memaksakan semua yang 
bukan Islam tidak punya hak didunia yang katanya hanya milik Allah saja.  
Islamisasi Papua terus dipaksakan meskipun ditolak dan ditentang masyarakat 
Papua.

Jadi janganlah kaget kalo nantinya ada tindakan dari dunia Internasional dan 
United Nation, dan Amerika berhak melindungi penduduk dan perusahaan miliknya 
yang terancam pembantaian oleh penguasa pemerintah RI.

Jadi penempatan pasukan Amerika di Darwin adalah sangat strategis bisa 
melindungi segera sebelum peristiwa yang pernah dialami Timor Timur bisa 
dimulai.

Ny. Muslim binti Muskitawati.








------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke