G30S = Revolusi Kebudayaan Kunci Jatuhnya Cina ke Pihak Amerika !!!
                                        
Strategi Amerika dalam menguasai negara2 seperti Indonesia, Vietnam, China, dan 
Timur Tengah hampir sama cara2nya bahkan seperti hasil copyan saja yang 
di-ulang2 dilakukan di negara2 ybs.

http://factsanddetails.com/china.php?itemid=67
http://factsanddetails.com/china.php?itemid=68

Demikianlah, kalo Sukarno melarang barisan pendukung Sukarnoisme yang dia 
sendiri penciptanya tentu karena Sukarno menemukan penyusupan2 yang dia sendiri 
susah membuktikannya.

Tidak begitu dengan Revolusi Kebudayaan yang juga diciptakan oleh Mao Tse Tung 
untuk mendukung dirinya.  Revolusi Kebudayaan ini sama seperti Barisan 
Pendukung Sukarnoisme (BPS).  Kalo Sukarno berhasil membubarkan BPS-nya, 
berbeda dengan Revolusi Kebudayaan yang kebablasan menjadi perang pembantaian 
kader2 komunis yang justru mendukung Mao.  Juga hal ini sama2 keduanya telah 
disusupi oleh agen2 CIA yang bertujuan menjegal Sukarno dan ketua Mao dengan 
memanfaatkan gerakan2 pendukungnya melalui penyusupan2 atau infiltrasi 
intelegent.

http://www.historylearningsite.co.uk/cultural_revolution.htm

The Cultural Revolution had a massive impact on China from 1965 to 1968. The 
movement began in September 1965 with a speech by Lin Piao who urged pupils in 
schools and colleges to return to the basic principles of the revolutionary 
movement. Chinese youths were also encouraged to openly criticise the liberals 
in the Chinese Communist Party and those apparently influenced by Nikita 
Khruschev of the USSR

Meskipun Sukarno berhasil membubarkan BPS sehingga gagal pecah menjadi semacam 
Revolusi Kebudayaan di Cina, tapi Sukarno tetap terjegal dalam G30S PKI yang 
juga didukungnya sendiri dalam menumpas gerakan Dewan Jendral.

Revolusi Kebudayaan diCina kebablasan terlambat disadari ketua Mao, akhirnya 
dengan memperalat istri termuda Mao bekas bintang filem, semua kader2 Maois 
jadi mayat.  Kalo di Indonesia yang jadi korban sekitar 10 juta, maka korban 
revolusi kebudayaan di Cina mencapai lebih dari 24 juta jiwa dan kedua angka 
ini tidak diberitakan disemua media diluar negerinya.

Tentu jejak tangan2 CIA bisa anda lacak, bahwa bukan kebetulan bahwa terjadinya 
G30S dibulan September 1965 itu bersamaan simultan dengan gerakan Revolusi 
Kebudayaan di Cina juga dimulai pada bulan yang sama yaitu September 1965.  
Jadi kalopun Sukarno bisa meloloskan diri ke Cina sewaktu G30S waktu itu, tetap 
tidak akan lolos dari eksekusi agen2 CIA yang sudah siap di Cina waktu itu.

Seperti juga Suharto yang mengambil alih kekuasaan secara konstitusional tanpa 
kudeta, demikian juga proses di Cina pengambil alihan kekuasaan dari semua 
simpatisan ketua Mao berlangsung secara konstitusional tanpa kudeta.  Meskipun 
sama2 memerlukan korban2 jutaan manusia.

Kompi 454 Diponegoro dan kompi 530 Brawijaya dihari malam pertamanya bergerak 
sebagai G30S menduduki RRI dan Istana negara dibawah perintah LetKol Untung, 
tapi dipagi harinya beralih menjadi pasukan penumpas G30S dibawah Kol. Latif.  
Kedua kompi ini tanpa diberitakan semuanya dibantai habis dengan alasan 
terlibat G30S.

Kejadian ini tidak berbeda, satu juta pasukan Cina pendukung setia ketua Mao 
dikirim Ke Vietnam tepat setelah seminggu penarikan mundur tentara Amerika dari 
Vietnam.  Semuanya habis mati terbantai, karena memang sengaja dikirim untuk 
dibantai di Vietnam yang sebenarnya sudah jatuh dibawah pengaruh Amerika.  Jadi 
tidak benar kalo ada yang berpendapat bahwa Amerika kalah perang di Vietnam, 
yang benar adalah strategi menarik diri dikarenakan Vietnam Utara sudah jatuh 
kedalam tangan Amerika dengan cara sama seperti yang dilakukan Suharto.  Agen2 
CIA berhasil menamatkan riwayat hidup paman Ho dan mengangkatnya jadi pahlawan 
bangsa sementara tentara Amerika menarik diri keluar Vietnam se-olah2 kalah.  
Sementara itu jendral2 yang menjadi kader2 Amerika di Vietnam Utara 
mempersiapkan jebakan maut untuk membantai tentara Cina yang akan dikirim ke 
Vietnam untuk melengkapi dan mengamankan keberhasilan agen2 CIA di Cina dalam 
menguasai Cina keseluruhannya.

Baik di Cina maupun G30S di Indonesia, pasukan elite Amerika terlibat 
didalamnya.  Pasukan Amerika dengan seragam kompi2 454 Diponegoro dan 530 
Brawijaya masuk ke Indonesia dengan kapal perang laut Inggris dengan dipandu, 
dikawal, dan dijemput oleh perwira2 Kostrad dibawah Suharto yaitu dibawah 
pimpinan Kolonel Yasir Hadibroto yang menjemputnya dilaut Jawa.  Semua pasukan 
Amerika masuk ke Indonesia sementara pasukan aseli 454 dan 530 bertugas 
disekitar Istana negara sementara pasukan tetiron dari Amerika dengan 
menggunakan seragam yang sama menjemput para jendral2.

Sama dengan kejadian di Cina menjelang pecahnya Revolusi Kebudayaan ditahun 
1965 itu.  Pasukan itu dipimpin oleh orang Cina Taiwan yang menjadi opsir 
pasukan khusus Amerika dengan anggauta2nya yang juga berasal dari Cina daratan. 
 Jendral2 penting pendukung ketua Mao sama seperti dewan jendral, dituduh 
bersekongkol dengan Amerika untuk kemudian dieksekusi oleh pasukan khusus 
Amerika yang mengenakan seragam pasukan Cina pengawal khusus ketua Mao.

Semuanya sudah berlalu, kita hanya menyaksikan bagaimana mundurnya tentara 
Amerika dari Vietnam dan bersatunya Vietnam Utara dan Selatan dibawah penguasa 
baru pasca paman Ho yang ternyata antek Amerika.

Juga kita menyaksikan bagaimana Cina mengadakan perundingan persahabatan Cina 
Amerika yang simultan dengan persahabatan Amerika dengan Vietnam.

Prosesnya memang memakan waktu, mana yang lebih dulu dan mana yang belakangan 
tidak ada agendanya.  Tapi satu hal yang penting, keberhasilan Amerika di Asia 
juga simultan dengan keberhasilan Amerika di Timur tengah.  Dengan jatuhnya 
Indonesia, Cina, dan Vietnam dibawah kekuatan Amerika, mendorong agen2 Amerika 
yang disusupi dari Russia maupun di lokalnya untuk juga melakukan serangan 
mendadak ke Israel.  Pecahlah perang 6 hari ditahun 1967, dimana ratusan ribu 
pasukan Arab dibantai habis oleh Israel, dan wilayah2 strategis jatuh dan 
dikuasai Israel hingga detik ini termasuk Gaza dan Westbank.

Jadi semua kejadian2 ini masih satu paket karena poros Jakarta, Hanoi, 
Pnompenh, Bejing dan Pyongyang juga merupakan proyek satu paket antara ketua 
Mao, paman Ho, Bung Karno dan Kim Il Sung.

Jendral Gamal Abdul Nasser yang memperingati Bung Karno tentang adanya dokument 
Gilchrist telah menimbulkan malapetaka oleh skenario palsu Dewan Jendral ini.  
Ternyata Gamal Abdul Nasser sendiri terperangkap oleh skenario palsu itu 
sendiri, dia ter-buru2 menyerang Israel tanpa ultimatum, dan hancur seluruh 
pasukan dibawah pimpinannya hanya dalam 6 hari yang didukung oleh semua negara2 
Arab.

Demikianlah sekelumit sejarah yang menghasilkan perdamaian dunia yang kita 
nikmati sekarang ini.  Sementara kasus negara Palestina dan pergolakan 
diseluruh Timur Tengah sekarang ini hanyalah "finishing touch" yang merupakan 
pembersihan bekas agen2 yang berkhianat dan mencoba merusak perdamaian yang 
sudah dicapai sekarang ini.

Juga dengan mundurnya Russia dari Afghanistant jangan dianggap bahwa Russia 
telah kalah atau dikalahkan karena kejadian itu hanyalah sebagian dari strategi 
Amerika dalam menata semua pemerintahan di Timur Tengah.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke