Saudi itu bukan negeri sahabat, tp negeri majikan. From: Sunny <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Thursday, March 22, 2012 2:03 PM >Subject: [proletar] TKI Telantar di Arab Saudi bukan Ratusan tapi Ribuan > > > >Ref: Arab Saudia bukan saja tanah suci, tetapi juga negeri sahabat. Bagaimana >bisa ribuan TKI terlantar di negeri sahabat yang juga adalah tanah suci? >Apakah rezim NKRI tidak mempunyai tanggung jawab terhadap mereka yang >diberikan gelar pahlawan devisa, karena mereka memasukan devisa kurang lebih >US$ 7.000.000.000,—ke kas negara tiap tahun? > >http://www.tribunnews.com/2012/03/21/tki-telantar-di-arab-saudi-bukan-ratusan-tapi-ribuan >Derita TKI >TKI Telantar di Arab Saudi bukan Ratusan tapi Ribuan >Tribunnews.com - Rabu, 21 Maret 2012 09:02 WIB >Share8 > >Tribunnews.com/M IsmunadiSalmah, TKW asal Ujungpandang, Sulawesi bergembira >bisa pulang ke Indonesia setelah terlantar di Arab Saudi. >TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Mohammad Syahfan Badri >Sampurno menilai bahwa Tenaga Kerja Indonesia/Tenaga Kerja Wanita (TKW) >Indonesia yang dikirim selama ini ke Arab Saudi yang terlantar jumlahnya cukup >signifikan, tidak hanya ratusan tetapi sampai ribuan. Pengirim TKI yang >menyebabkan ketidakjelasan pekerjaan, tempat bekerja, bisa dikategorikan >sebagai bentuk human trafficking (perdagangan manusia) sebagaimana tertera >dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007. > >“Saya melihat ada unsur Human Trafficking selama ini dalam pengiriman TKI/TKW >ke Arab Saudi, sehingga menyebabkan adanya para TKI/TKW yang telantar” Tegas >Syahfan dikantornya, senayan. > >Selain itu, menurut Anggota F-PKS DPR ini dengan adanya pengiriman TKI/TKW >yang tidak memiliki skill yang memadai selama ini menjadi aib tersendiri bagi >bangsa kita di mata Arab Saudi, sehingga memperlemah posisi diplomasi >Indonesia. Padahal, di Arab Saudi banyak peluang-peluang bisnis dan investasi >bisa dibawa keIndonesia. Tetapi, dengan persoalan pengiriman ribuan TKI/TKW >untuk pekerja rumah tangga menyebabkan bangsa Arab memandang rendah bangsa >kita. > >“TKI/TKW yang dikirim ke Arab Saudi sebagai pembantu rumah tangga, menyebabkan >bangsa Arab memandang rendah bangsa kita. Sehingga menyebabkan peran diplomasi >kita lemah terhadap bangsa Arab Saudi.” Ujar Syahfan > >Ke depan Syahfan mengharapkan dengan moratorium TKI ini merupakan langkah >tepat bagi bangsa kita untuk mempersiapkan pengiriman TKI/TKW ke Arab Saudi >yang berpendidikan dan dipekerjakan di sektor publik seperti di perusahaan >pertambangan, medis, dan lain sebagainya. Tentunya untuk mengembalikan >martabat dan citra bangsa kita di hadapan negara lain. Sehingga mampu >meperkuat peran diplomasi kita ke depan. Untuk itu, para mafia-mafia >pengiriman TKI/TKW pasca moratorium ini harus ditindak tegas. > >“Semoga langkah moratorium TKI adalah langkah baik untuk bangsa kita untuk >mempersiapkan TKI yang berkualitas. Tentunya untuk mengembalikan citra dan >martabat bangsa kita. Oleh karena itu, mafia-mafia pengiriman TKI pasca >moratorium harus diberi sanksi berat” Demikian tutup Syahfan. > >Penulis: Srihandriatmo Malau | Editor: Gusti Sawabi >Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat >m.tribunnews.com > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > >
[Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
