http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/03/26/ArticleHtmls/Partai-koalisi-pendukung-pemerintah-di-Badan-Anggaran-Dewan-26032012001006.shtml?Mode=0
PARTAI KOALISI SETUJUI KENAIKAN HARGA BBM 


Partai Keadilan Sejahtera akhirnya sepakat.

Partai koalisi pendukung pemerintah di Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat 
satu suara mendukung kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi. 
“Fraksi-fraksi telah sepakat,“ ujar anggota Badan Anggaran dari Partai Amanat 
Nasional, Laurens Bahang Dama, di sela rapat kerja dengan pemerintah membahas 
subsidi energi kemarin. 
Laurens berujar Fraksi Demokrat, Golkar, Partai Keadilan Sejahtera, Partai 
Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional, dan Partai Kebangkitan Bangsa 
menyetujui opsi pertama dari dua opsi subsidi energi dalam Rancangan Anggaran 
Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2012. Opsi tersebut adalah memberikan 
subsidi BBM Rp 137 triliun, subsidi listrik Rp 64,9 triliun, cadangan risiko 
fiskal Rp 26,6 triliun, dan mencabut Pasal 7 ayat 6 UndangUndang APBN 2012 yang 
melarang pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. Pencabutan pasal tersebut 
berarti memberi kesempatan kepada pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi 
sebesar Rp 1.500 menjadi Rp 6.000 per liter.

Sebelumnya juga beredar opsi kedua, yakni menaikkan subsidi BBM dari Rp 123,6 
triliun menjadi Rp 178 triliun, subsidi listrik tetap Rp 64,9 triliun, dan 
cadangan risiko fiskal Rp 26,6 triliun. Konsekuensinya, harga BBM bersubsidi 
tidak naik.

“Pengusung opsi ini adalah PDI Perjuangan, Gerindra, dan Hanura,“ ujar Laurens. 
Ia menyatakan kedua opsi tersebut akan diboyong ke sidang paripurna DPR yang 
akan digelar Selasa pagi nanti. Bila opsi satu akhirnya dipilih, harga BBM 
dipastikan naik mulai 1 April mendatang.

Dimintai konfirmasi, anggota Badan Anggaran dari Fraksi PKS, Andi Rahmat, hanya 
menjawab, “Opsi pertama mencabut pasal dan menentukan besaran subsidi. Soal 
penyesuaian harga BBM, itu urusan pemerintah,“ ujarnya.

Namun, hingga kemarin malam, rapat kerja antara pemerintah dan Badan Anggaran 
DPR kembali diskors. Penyebabnya, debat alot antara Menteri Keuangan Agus 
Martowardojo dan sejumlah anggota Badan Anggaran. Ia berkeras meminta 
pencabutan pasal 7.

Ketua Badan Anggaran Melchias Marcus Mekeng meminta waktu untuk melobi kalangan 
internal dengan ketua-ketua fraksi. “Akan dibahas apakah rapat kali ini hanya 
membahas angka (subsidi) atau juga pencabutan pasal 7,“ ujarnya. Hingga pukul 
23.00, rapat itu belum berakhir.

M ANDI PERDANA | IRA GUSLINA SUFA | EFRI R 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke