http://www.harianterbit.com/artikel/fokus/artikel.php?aid=147483

Pelabuhan dilumpuhkan
      Tanggal :  27 Mar 2012 
      Sumber :  Harian Terbit 
JAKARTA - Aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa di depan Istana Negara selain 
membawa poster, selebaran, dan bendera, mereka membawa beberapa kantong berisi 
tinja untuk dilemparkan ke dalam halaman Istana SBY. Sementara itu, akibat aksi 
demo ratusan buruh dan sopir, pelabuhan atau terminal kontainer Pelabuhan 
Tanjung Priok lumpuh total.

Humas Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (Konami) Deni Ardiansyah 
mengatakan, rencana untuk melemparkan tinja ke istana itu sebagai bentuk 
perlawanan demonstran terhadap pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. 

"Pelemparan tinja itu sama sekali berbahaya. Ini hanya simbol perjuangan kami, 
kalau kebijakan menaikan harga BBM sangat wajar mendapat hadiah kotoran 
manusia," tegas Deni, Selasa (27/3).

Dilaporkan, aksi demo ratusan mahasiswa di Kendari rusuh. Demonstran dan polisi 
baku hantam. Sementara itu, aksi di Makassar, demonstran membakar foto Presiden 
SBY. Sedangkan aksi di depan Gedung DPR Jakarta, massa merusak kawat berduri 
yang dipasang aparat keamanan.

JICT lumpuh total
Sementara itu, akibat aksi ratusan sopir dan buruh yang berlangsung di Pos IX 
Pelabuhan Tanjung Priok, kegiatan dan operasional di PT JICT (Jakarta 
International Container Terminal), lumpuh total. Massa menghadang sambil orasi 
menolak kenaikan BBM menghadang truk-truk yang hendak masuk ke pelabuhan peti 
kemas itu. 

Kerugian akibat stop operasi itu, JICT mengalami kerugian puluhan mliar rupiah. 
Setiap hari arus keluar masuk kontainer 4.000 box. Menurut pengusaha truk tidak 
operasi semua karena takut truknya kejebak aksi.

Dia menjelaskan, massa aksi yang datang tidak hanya Jakarta, tetapi juga akan 
diikuti oleh mahasiswa dari berbagai daerah. 

Dilaporkan, sekitar 700 sopir dan buruh menggelar demo di pintu 9 Pelabuhan 
Tanjung Priok menentang kenaikan harga BBM. Namun menurut Kasat Reskrin Poklres 
Pelabuhan Tanjung Priok AKP Jerry Siahaan jumlah pendemo sekitar 500 orang 
tidak sampai masuk ke wulayah kerja pelabuhan. "Pendemo hanya menggelar aksi di 
depan pintu 9," katanya. 

Sementara itu Lamen Hendra Saputra dari LMND mengatakan pukul 11 sekitar 
1.000-1.500 mahasiswa tergabung dalam Komisi Nasional Mahasiswa Indonesia 
(Konami) akan turun ke jalan. Mereka berkumpul di halaman Kantor LBH Jakarta 
Jl. Deponegoro, Jakpus, selanjutnya menuju Salemba-Kwitang-Tugu Tani-Gambir 
menuju Istana.

"Kita sudah berkoordinasi untuk tidak terjadi kerusuhan, tapi semuanya itu 
tergantung situasi di lapangan mengingat pemerintah sudah menciptakan kondisi 
mencekam dengan menurunkan aparat TNI," kata Lamen.

Menurutnya, kenaikan harga BBM tak mungkin lagi ditahan untuk tidak naik. Tapi 
bagi mahasiswa di antaranya datang dari daerah ke Jakarta tujuannya jelas bukan 
sekedar ikut-ikutan demo. "BBM mau naik atau tidak kita minta SBY-Boediono tak 
bisa dipertahankan memimpin negara."

Tembak di tempat
Sementara itu, Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Pol Drs Boy 
Rafly Amar mengemukakan, pengunjukrasa yang mencoba melakukan tindakan anarkis 
akan ditindak dengan cara memborgol tangannya, lalu dibawa ke kantor polisi 
untuk proses penyelidikan. Tidak ada perintah tembak di tempat atau penempatan 
sniper di tempat-tempat khusus yang diangkat rawan.

"Tidak ada perintah tembak ditempat bagi pengunjukrasa yang melakukan tindakan 
anarkis. Cukup mengejar pelakunya, lalu tangan diborgol kemudian dimasukkan ke 
dalam mobil dinas yang sudah disediakan baru dibawa ke kantor polisi. Jadi, 
kami tidak menyebar sniper," ujar Boy Rafly kepada Harian Terbit, Selasa (27/3) 
seputar pengamanan aksi demo yang berlangsung di DKI Jakarta dan kota lainnya 
menuntut pembatalan kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak) yang rencananya 1 April 
mendatang. 

Tidak rusuh
Pernyataan yang sama juga dilontarkan Kepolisian Daerah Metro Jaya meminta 
masyarakat tidak terpengaruh pesan berantai, yang menyebut demonstrasi menolak 
kenaikan BBM di sejumlah tempat di Jakarta akan berlangsung rusuh. Masyarakat 
diimbau untuk tidak panik dengan segala bentuk provokasi.

"Kami yakin itu semua kebanyakan isapan jempol. Buruh, LSM, dan mahasiswa sudah 
kami koordinasi, dari beberpaa kali pertemuan dipastikan demo akan berjalan 
lancar, itu yang kami harapkan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol 
Rikwanto, di Jakarta, pagi tadi.

Rikwanto mengatakan, demo yang akan berlangsung hari ini diikuti oleh ribuan 
orang dari berbagai elemen masyarakat. Berdasarkan laporan yang masuk estimasi 
jumlah massa ada 8.000 orang. Demonstran diperkirakan berkumpul di tiga titik 
utama Jakarta yakni Bunderan HI, Gedung DPR/MPR dan Istana Merdeka. "Kita akan 
kawal dan fasilitasi agar berjalan lancar," ujar Rikwanto.

Berikut, peserta demo dan kekuatan massa: Unas (50 orang), UBK (60), USNI (60), 
UMJ, (87), Unpam (100), UKI (50), UIJ (25), STKIP (25), UIN (80), IISIP (40), 
Unisma (40), Usahid (35), MH Thamrin (5), UMT (30), BEM UI (100), Mahasiswa 
Bersatu Untuk Perubahan (50), Front Indonesia Semesta (30), Gerakan Mahasiswa 
Tolak Kenaikan BBM (150).

Kemudian DPC PDIP Jakpus dan Jaktim mengerahkan massa 1500 orang, Serikat Buruh 
Sejahtera Jakut dan Banten (1000), Laskar Rakyat Tolak Kenaikan Harga BBM 
(100), Serikat Rakyat Miskin (200).

Tuntutan: Tolak kenaikan BBM dan turunkan SBY-Boediono

Rute aksi: Longmarch dari Salemba-Senen-Tugu Tani-Gambir berakhir di Istana 
Negara. Aksi dimulai pukul 08.00, 10.00, dan 13.00 WIB.

Demonstran antara lain akan memblokir jalan di Gambir lalu ke Istana Negara. 
Bila dibubarkan demonstran kembali menyerbu Istana. (marolop/wilam/ali/dodo)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke