Terlalu komplek bila dilakukan analisa bahwa BBM tidak boleh naik, maupun 
harus naik.

Hanya bila kita renungkan dengan pikiran jernih, siapapun penguasa Indonesia 
tidak akan ada yg bersedia menaikan harga BBM dengan alasan apapun, karena 
menaikan harga BBM bukanlah tindakan bijak.

Bila sampai penguasa memaksa terjadinya kenaikan BBM, tentunya sudah 
berdasarkan banyak asumsi dan masukan dari para penasihat, mentri terkait 
sampai dengan masukan dari kalangan pengusaha yg nota bene paling terpukul 
dengan kenaikan BBM.

Bila memang kenaikan BBM merugikan masyarakat Indonesia, tentunya para 
pengusaha akan mengerahkan para buruh buruh di semua wilayah industri di 
Indonesia utk ber demo, demikian juga bila para penasihat dan para mentri 
terkait akan mundur teratur karena bisa merusak karier politik yg sudah di 
dapat nya.

KKG sebagai salah satu tokoh yg selalu bicara keras utk masalah kenaikan BBM 
bukan sekali ini saja, melainkan di jaman Mbak Mega berkuasa pun berteriak, 
sayang teriakannya hanya seorang diri.
Bila berteriak seorang diri sedang yg lainnya tidak ikut teriak tentunya ada 
sesuatu dibalik kenaikan BBM, dan apakah ketika KKG berteriak para teman 
seperjuangan di PDI-Perjuangan sejak 1992 an hanya diam dan nunut saja ?, 
apa karena teman seperjuangannya orang " bodoh " semisal Laks Soekardi, Theo 
F Thoemeon, Permadi dan lainnya ?

BBM utk negara Indonesia termasuk hasil produksi yg sangat vital, dan bila 
sampai membuat sengsara masyarakat Indonesia, maka di era Soeharto pun sudah 
akan kena dampaknya.
Padahal di era Soeharto nilai Rp dibandingkan dengan US$ termasuk kuat 
karena system peg yg diberlakukan oleh pemerintahan Soeharto.
Dan kenaikan BBM pun masih tetap terjadi, apakah Soeharto dan para 
penasihatnya juga termasuk bodoh ?.

Siapa yg paling dirugikan bila BBM tidak naik ?.......
Jujur saja yg paling dirugikan tetap rakyat kecil, karena APBN-P akan 
membengkak, tentunya diluar pengeluaran didalam APBN utk keperluan yg tidak 
jelas semisal pembelian pesawat, renovasi wc ( jadi inget beruk lagi ) DPR, 
dan kenaikan BBM sudah di setujui oleh DPR, apakah DPR nya yg di isi oleh 
orang orang yg tidak paham mengenai BBM ?.
Bila memang tidak paham, maka seharusnya demo di tuju kan hanya ke DPR 
karena di DPR lah rakyat sudah mewakilkan suaranya.
Mengapa disaat seperti saat ini malah pemerintah yg dijadikan target ?, 
sedang para wakil rakyat ( wakli rakyat saja sudah berdasi dan berkendaraan 
mewah, bgmn dengan rakyatnya yah ), sorak sorai tepuk tangan.

Yg menyedihkan mengapa partai nya Mbak Mega ikut ikut an memakai pola 
parlemen jalanan ?, dan ketika mBak Mega minta tidak melakukan demo tanpa 
atribut partai malah tidak di gubris, siapa yg bermain ?, dan utk tujuan apa 
sampai kader PDI-Perjuangan ikut demo dengan atribut partai dan seruan Ketua 
Umum tidak didengar ? ( jelas terlambat didengar karena issue demo didukung 
Ketum sudah keluar duluan ).

Siapa yg bermain ?, siapa yg bermain pula utk para buruh yg ikut berdemo ?

Silahkan renungkan.

sur. 



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke