http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/04/01/ArticleHtmls/Sepekan-Demonstrasi-135-Orang-Ditangkap-01042012005012.shtml?Mode=1


Sepekan Demonstrasi, 135 Orang Ditangkap
JAKARTA

Sebanyak 56 tersangka diduga menganiaya dan membakar.
Juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan 
135 orang ditangkap dalam demonstrasi menentang kenaikan harga bahan bakar 
minyak yang berakhir ricuh di Jakarta. Mereka ditangkap dalam sepekan, sejak 
keributan di Gambir, Jakarta Pusat, pada Selasa pekan lalu hingga demonstrasi 
di area Dewan Perwakilan Rakyat, Jumat lalu.

Dari semua yang ditangkap, hanya 56 yang dijadikan tersangka. Mereka adalah 
mahasiswa, buruh, karyawan, hingga pedagang yang diduga menganiaya dan 
membakar. Polisi juga melepas 23 demonstran yang ditangkap di depan gedung DPR, 
Jumat lalu. “Mereka hanya mencoba masuk, jadi kesalahannya tidak berat.“

Dari kericuhan di Gambir, po lisi menangkap 32 orang, yang sebagian besar 
mahasiswa. Itulah kericuhan besar yang pertama kali pecah dalam rangkaian 
demonstrasi protes kenaikan harga BBM. Konsolidasi Nasional Aksi Mahasiswa 
(Konami) adu pukul dengan polisi. Tapi mereka yang ditangkap kemudian dilepas 
lagi.

Bentrokan berikutnya terjadi di Jalan Salemba dan Jalan Diponegoro, Jakarta 
Pusat, Kamis lalu. Di Salemba, yang terlibat adalah mahasiswa Yayasan 
Administrasi Indonesia (YAI) dan Universitas Kristen Indonesia yang kampusnya 
bersebelahan.

Mereka berhadapan dengan personel Kepolisian Sektor Senen.

Beberapa kali molotov meletup, polisi mengeluarkan tembakan.

Di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo tercatat setidaknya tujuh orang masuk 
Instalasi Ga
wat Darurat. Lima di antaranya mahasiswa. Dua dari yang terluka terkena peluru 
karet adalah Fikri Gilang, mahasiswa Psikologi YAI, dan anggota satuan 
pengamanan YAI, Irfan Tahir. Kepala Polsek Senen Komisaris Iman Zebua juga 
mengalami cedera di dadanya. Ia masih dirawat di rumah sakit. Belasan orang 
ditangkap atas kericuhan di Salemba, tapi belum ada yang menjadi tersangka.

Berjarak 500 meter dari kericuhan Salemba juga terjadi perusakan. Sebuah mobil 
Kijang milik aparat Reserse Mobil Polda Metro Jaya dibakar tepat di depan 
kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta. Suasana memanas. Polisi mengejar 
mahasiswa yang berlari berlindung ke gedung LBH. Polisi menggeledah gedung itu 
dan menangkap setidaknya 46 mahasiswa. Dari dua
kejadian itu, polisi menangkap 56 mahasiswa. “Semuanya jadi tersangka,”ujar 
Rikwanto.

Bentrokan terakhir terjadi pada Jumat di depan gedung DPR.

Demonstrasi berlangsung pada pukul 10.00-19.00 WIB. Massa merusak gerbang DPR. 
Tapi tak satu pun yang ditangkap.

Pukul 19.00, demonstrasi memuncak hingga akhirnya dibubarkan paksa. Ribuan 
demonstran yang hendak menerobos masuk area DPR dihalau polisi.

Butuh waktu sekitar dua jam bagi polisi untuk mengurai massa yang sebagian 
besar mahasiswa dan buruh itu. Pada saat massa terurai itulah polisi menangkap 
23 demonstran. Hanya lima dari mereka yang mahasiswa. “Sisanya buruh, warga, 
dan pengamen.”Tapi tak ada yang menjadi tersangka.


+++++
http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=53&id=37627

SABTU, 31 Maret 2012 | 1352 Hits

Saat Demo di Salemba, Jakarta
Mahasiswa Asal Maluku Ditembak

Jakarta, AE.- Salah satu mahasiswa asal Maluku, Agung Tuanany, tertembak dalam 
aksi demonstrasi yang dilakukan di Salemba, pada Kamis (29/3) malam.

Tuanany merupakan Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Yayasan Administrasi 
Indonesia (YAI) angkatan 2009. Dia berasal dari Desa Kailolo, Kecamatan Pulau 
Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.

Awalnya, Tuanany melakukan demonstrasi di depan kampus mereka di Salemba 
menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Aksi dilakukan dari siang hari 
sampai malam. Aksi mulai panas, dan kemudian terjadi bentrok antara polisi dan 
mahasiswa.

Kejar-kejar-an terjadi antara polisi dan mahasiswa, saat itulah Agung Tuanany 
terkena tembak. Informasi yang dihimpun Ambon Ekspres, Tuanany ditembak dari 
jarak dekat. Beruntung dia ditembak hanya dengan peluru karet. Sebelumnya 
dipukuli, dan diseret di tengah jalan.

Terdapat sejumlah luka seret di badannya, dan luka akibat terkena peluruh karet 
di rusuk kiri. Sejumlah media nasional di Jakarta, bahkan telah melaporkan 
dalam berita bahwa Tuanany tewas. Namun pasca kejadian dia dibawah ke Rumah 
Sakit Cipto Mangunkusumoh (RSCM) untuk mendapat perawatan.

Tak lama di RSCM dia dibawah oleh Ketua Umum PB HMI, Noerfazriansyah, ke Kantor 
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Menteng. Noerfazriansyah 
juga menepis kabar tewasnya Tuanany.

Agung Tuanany merupakan aktivis HMI di Jakarta, yang aktif dalam aksi-aksi 
kemahasiswaan. Informasi terakhir yang diterima, Tuanany saat ini dirawat lagi 
di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, di sekitar kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Tuanany seperti dikutip dari TvOne mengungkapkan, mereka ditambak di dalam 
kampus. Awalnya polisi memaksa menerbos masuk tapi dihadang oleh mahasiswa 
Matepala. Mereka menghalau polisi, namun tembakan beruntung menembus tubuhnya. 
‘’Saya sempat melihat Satpam ditembak kena kaki. Dia cukup parah,” ungkap 
Tuanany.

Dalam bentrok tersebut, Kapolsek Senen Komisaris Imam Zebua juga dipukuli 
mahasiswa. Dia dilaporkan mengalami luka cukup serius. Kapolsek Senen mengalami 
luka-luka di bagian wajah, badan. Bahkan laporan terakhir menyebutkan, terdapat 
cedera serius di bagian rusuk kiri. Bentrok malam itu kian melebar, tatkala 
ratusan mahasiswa dari Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (Konami) 
terlibat dalam bentrok itu.

Akibatnya sekitar 53 aktivis Konami kembali diamankan polisi. Mereka ditangkap 
saat bentrok sementara berlangsung, ada juga di tangkap di kantor LBH, Menteng.
Menurut Humas Konami Wa Ode Nurlansi, rekan-rekannya yang ditahan aparat 
kepolisian, diambil pada malam hari (Kamis) sekitar pukul 20.00 wib. “Mereka 
ditangkap aparat kepolisian di Kantor LBH Jakarta, padahal mereka tidak ikut 
berunjuk rasa,” ungkapnya.

Saat itu, jelasnya, rekan-rekannya sedang beristrahat di LBH Jakarta, dan tidak 
turun bersama rekan-rekannya yang lain berunjuk rasa di Salemba, karena cedera 
saat bentrokan di Stasiun Gambir. Tiba-tiba aparat datang dan membawa mereka.
Namun menurut versi polisi, penangkapan aktivis Konami karena ada laporan 
masyarakat saat mobilnya terbakar akibat bentrok di Gambir dua hari lalu.

JAKARTA TEGANG
Sementara itu pantauan Ambon Ekspres Biro Jakarta, aparat keamanan terutama 
polisi di tempatkan di setiap sudut kota Jakarta. Konsentrasi penuh disiagakan 
di kantor DPR RI dan Kantor Presiden Jakarta Pusat.

Terdapat pengalihan sejumlah jalur lalulintas dari biasanya. Misalkan di 
wilayah Slipi, Jalan Gatot Subroto, Jalan Medan Merdeka, dan beberapa ruas 
jalan lainnya. Jakarta kemarin cukup tegang. Masyarakat yang mendekati kantor 
DPR RI dari arah Slipi diwajibkan mengeluarkan identitas, padahal belum sampai 
di lingkungan DPR RI.

Helicopter polisi terus mondar mandir di atas udara kantor DPR RI memantau 
perkembangan demonstrasi. Menjelang sore, para demonstran merobohkan sejumlah 
pagar DPR RI, dan mencoba menerobos masuk, namun berikade polisi kuat melebihi 
para demonstran.

Sementara di dalam kantor DPR RI loby berjalan alot. Rapat paripurna diskors 
berjam-jam hanya untuk loby agar menemukan kata sepakat atau tidak sepakat 
menaikan BBM. Konstalasi politik terkait kenaikan BBM berubah drastis, akibat 
Golkar menyatakan menunda kenaikan BBM.

Sikap Golkar mendukung penolakan kenaikan BBM diduga karena jengkel dengan 
pernyataan Ketua Fraksi Demokrat Jafar Hafsah bahwa Ketum Golkar Aburizal 
Bakrie mengusulkan kenaikan BBM dengan harga tertentu. Menurut Golkar Abrizal 
tak pernah mengatakan hal tersebut. Namun Jafar Hafsah juga telah 
mengklarifikasi pernyataannya, menurutnya dia tak pernah mengeluarkan 
pernyataan tersebut.

Namun nasi telah menjadi bubur, Ketua Umum Demokrat langsung bertindak dengan 
menonaktifkan Jafar dari Ketua Fraksi PD. Pencopotan ini diduga disebabkan oleh 
permintaan Golkar yang ingin melihat Demokrat tegas. Namun Golkar telanjur 
menyatakan sikap untuk menunda kenaikan BBM, pernyataan itu dikeluarkan 
Aburizal dan diperjelas oleh Sekjen DPP Golkar Idrus Marham.
(fik/fmc)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke