REFL: 173 ribu kelas ataukah sekolah? Manipulasi statistik? Umumnya kelas tidak 
dibangun sebagai bangunan tunggal tetapi sekolah. Jadi kalau kelas rusak 
berarti sekolah pun rusak sebab kwalitas dari bangunan bukannya kelas tertentu 
tetapi seluruh bangunan sekolah. 


http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/03/26/ArticleHtmls/173-Ribu-Kelas-Rusak-Selesai-Direhabilitasi-Tahun-Ini-26032012008012.shtml?Mode=0



173 Ribu Kelas Rusak Selesai Direhabilitasi Tahun Ini 
JAKARTA 


Rata-rata sekolah tersebut dibangun pada 1980-an.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menyatakan sebanyak 173.344 
ruang kelas sekolah dasar dan sekolah menengah pertama negeri ataupun swasta di 
Indonesia yang rusak berat akan selesai direhabilitasi tahun ini. Ruang kelas 
yang akan direhabilitasi terdiri atas 132.317 ruang kelas SD dan 41.027 ruang 
kelas SMP. 
Total anggaran rehabilitasi tahun ini Rp 15,8 triliun, yang terdiri atas Rp 
12,04 triliun untuk SD dan Rp 3,78 triliun untuk SMP. Dana berasal dari 
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2012 sebesar Rp 7,8 triliun dan sisanya, 
Rp 8 triliun, berasal dari Dana Alokasi Khusus. 

“Kalau dengan APBN 2011, total Rp 20,4 triliun untuk anggaran rehabilitasi 
sekolah. Total ada 21.500 ruang kelas yang hingga Maret ini rampung 
direhabilitasi,” kata Menteri Nuh saat mengunjungi sekolah rusak di Cilegon, 
Banten, dan Tanjung Priok, Jakarta Utara, bersama Wakil Presiden Boediono dan 
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, kemarin. 

Nuh menambahkan, perbaikan ruang SD dan SMP sebenarnya merupakan tanggung jawab 
pemerintah daerah. Namun, pada kenyataannya, jika seluruh program rehabilitasi 
sekolah rusak diserahkan kepada pemda sepenuhnya, tidak akan selesai. 

Wakil Presiden Boediono menyatakan APBN yang dia lokasikan untuk rehabilitasi 
sekolah yang rusak berat masih terbatas. Padahal kebutuhan rehabilitasi sekolah 
tidak hanya untuk SD dan SMP, tapi juga mencakup sekolah menengah atas dan 
sekolah menengah kejuruan untuk persiapan wajib belajar 12 tahun. 

“Karena uang masih terbatas, insya Allah nanti APBN-P ada ruang (untuk) 
menampung lebih banyak. Tentu ini kaitannya subsidi BBM dan sebagainya. Saya 
kira, kalau dialihkan untuk pembangunan seperti ini, sangat bagus,” kata 
Boediono. 

Beberapa waktu lalu Mohammad Nuh mengungkapkan ruang kelas SD dan SMP, baik 
negeri maupun swasta, yang mengalami kerusakan berat tahun ini merata di 
seluruh Indonesia. “Hampir di seluruh wilayah ada ruang kelas yang rusak 
berat,” ujarnya. 

Nusa Tenggara Timur merupakan provinsi yang memiliki ruang kelas yang rusak 
berat terbanyak di Indonesia, yakni 23 persen dari total 5.000 kelas yang ada. 

Di Jawa, jumlah ruang kelas yang rusak tak kalah memprihatinkan, dengan jumlah 
mencapai 57 ribu kelas setingkat SD. “SMP hampir sama juga jumlahnya,” ucap 
Nuh. 

Berdasarkan pengecekan di lapangan oleh tim Kementerian Pendidikan dan 
Kebudayaan, ternyata rata-rata sekolah tersebut dibangun pada 1980-an sehingga 
wajar jika mengalami kerusakan. “Karena itu, sekarang kami bertekad 
menyelesaikan ini. Mudah-mudahan tahun ini yang rusak berat sudah selesai 
(direhabilitasi),” ujar Nuh. 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke