http://wargatumpat.blogspot.com/2012/03/pesisir-biarlah-rakyat-mengonggong.html
Biarlah Rakyat Mengonggong, Korupsi dana DAK pendidikan Tulungagung Tetap 
Berlangsung

Karena sejak dahulu tidak pernah ada tindakan dari aparat hukum dalam kasus 
korupsi dana pendidikan Tulungagung, maka
 korupsi dilakukan terus menerus dan turun menurun. 
hal menarik dari
 beberapa berita  dibawah ini adalah pernyataan dari aparat hukum, bahwa
 mereka kesulitan menggali keterangan, meski ada alat bukti berupa hasil
 pemeriksaan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan).. lho kok malah menghargai 
pada orang yang enggan memberi keterangan dalam penyidikan, dengan 
alasan pemberi keterangan masih aktif pegawai negeri dan takut pada 
atasannya. Akhirnya kasus tidak ada kabar lebih lanjut.
Apakah karena pelaku punya beking kuat, sehingga kasus tak berlanjut?
Hal
 ini bisa membuat pelaku tidak jera, bahkan dengan arogan akan terus 
mengulang2 korupsi, karena mungkin pejabat yang korup dan pelaku 
beranggapan, yang penting aparat dapat bagian.. maka korupsi akan aman. 
Maka timbul arogan, karena merasa bisa membayar aparat, maka biarlah 
rakyat mengongong.. korupsi jalan terus...
gedung sekolah rusak parah terus, meskipun ratusan milyar telah digelontorkan 
untuk
 perbaikan sekolah
bangku sekolah hancur terus meski tiap tahun dapat
 dana ratusan milyar untuk beli bangku baru, karena yang terjadi bukan 
beli baru, tapi barang lama diperbaiki & dicat baru.
sarana pengingkatan mutu seperti buku, peraga pendidikan dan komputer mendapat 
barang jelek dengan harga mahal...
meski
 didemonstrasi masyarakat Tulungagung, karena arogan bahwa aparat akan 
diam karena sudah dapat bagian, maka para pejabat dan pelaku memakai 
peribahasa
BIARLAH PENDIDIKAN HANCUR, BIARLAH RAKYAT MENGONGGONG.. KORUPSI BERJAMAAH TETAP 
BERLANGSUNG
______________________
http://www.prigibeach.com/?soda=YmFjYV9iZXJpdGE=&pan=MzI2MQ==

Senin, 05 April 2010 00:49:31 Wib            
            
Tulungagung : Kasek Bungkam, Polisi Buntu 

Penyelidikan Mark-Up Mebelair SD Tulungagung (prigibeach.com/Jpos) 


Upaya polisi mengungkap dugaan mark-up proyek mebelair Dinas 

Pendidikan (Diknas) Tulungagung, tampak menemui jalan buntu. Itu 

disebabkan sejumlah kepala sekolah (kasek) yang dimintai keterangan di 

mapolres memilih bungkam alias tutup mulut.Seperti disampaikan 

Kapolres Tulungagung AKBP Rudi Kristantyo melalui Kasatreskrim AKP 

Mustofa kemarin. Perwira dengan tanda pangkat tiga balok di pundak ini 

mengatakan, kasek hanya sebagai saksi dugaan proyek mebelair yang 

merugikan keuangan negara Rp 512 juta. Meski begitu mereka terkesan 

ketakutan."Memang tidak semua kasek penerima bantuan yang kami 

periksa. Hanya perwakilan saja. Tapi ya itu tadi. Semuanya bungkam 

karena ketakutan," tutur mantan Kasatreskrim Polres Blitar ini.AKP 



Mustofa melanjutkan, akibatnya polisi kesulitan menggali keterangan 

untuk mengungkap mark up proyek yang bersumber dana alokasi khusus (DAK) 

2007 itu. Namun pihaknya tetap menghargai sikap yang diambil oleh 

kasek. "Kami dapat memaklumi sikap mereka. Mungkin karena masih aktif 

menjabat sebagai pegawai negeri, mereka memilih bungkam," terangnya.Meski 

gagal, AKP Mustofa menjamin penyelidikan polisi jalan terus. Saat ini 

harapan polisi hanya tertumpu pada laporan data hasil audit BPK. 

Sayangnya, hasil audit BPK pun bersifat global. Tidak tertulis secara 

terperinci item yang diduga digelembungkan oleh dua rekanan."Repotnya 

 ya itu, dalam laporan hasil audit BPK tidak ditulis secara rinci. Kami 

harus metani (mengurai, red) satu per satu agar semuanya jelas," 

tuturnya.Satu lagi yang menjadi catatan polisi. Yakni terdapat 

bukti tanda kesepakatan proyek atau addendum. Intinya, pihak rekanan 

bersedia mengganti jika dalam proyek tersebut ditengarai
bermasalah."Apalagi 

 pihak rekanan sudah mengganti kekurangan dan kesalahan sesuai dengan 

ketentuan ganti rugi yang diajukan oleh BPK. Otomatis rekanan pasti 

merugi," kata AKP Mustofa.Seperti diberitakan sebelumnya, dua 

adik pejabat teras di Pemkab Tulungagung mendapat proyek mebelair untuk 

79 SD sebesar Rp 869 juta. Ditengarai proyek pada 2007 itu bermasalah. 

Ada dugaan mark up hingga Rp 512 juta.Itu berdasar laporan BPK 

yang diungkapkan Kapolres Tulungagung AKBP Rudi Kristantyo. Polisi pun 

menyelidiki kasus ini. (tri/her/Jpos)

_________________________________
http://www.suaramandiri.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1088:mafia-proyek-dak-pendidikan-sebut-marwan-effendy-sebagai-beking&catid=156:hukum-a-investigasi&Itemid=114
Mafia Pendidikan Sebut Marwan Effendi Sebagai Beking

suaramandiri.com (Surabaya) -  DAK (Dana Alokasi Khusus) pendidikan 
di beberapa kota di Jawa Timur terindikasi kuat menjadi ajang bancaan 
korupsi berjamaah antara birokrat dan rekanan dengan bantuan mafia 
pengadaan atau mafia proyek. Tidak tanggung-tanggung, mafia proyek yang 
menurut beberapa LSM teridentifikasi bernama Inggarwati dan Rudy Budiman
 menggunakan nama pejabat negara sekelas Marwan Effendy yang sekarang 
menjabat Jamwas (Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan) Kejagung yang 
diklaim sebagai beking.
Siaran pers yang dikeluarkan Panggung (Paguyuban LSM Tulungagung) 
menguatkan info bila sepak terjang mafia proyek itu cukup ampuh dalam 
memuluskan rekanan yang digandeng untuk dapat menjadi pemenang tender 
pengadaan DAK Pendidikan.
Tanggal 17 Agusutus 2011 lalu, Panggung menangkap basah adanya 
pertemuan Kepala Dinas Pendidikan (Bambang) dan Kepala Bagian Keuangan 
Kabupaten Tulungagung  (Fauzi) dengan Inggarwati dan Rudy Budiman di 
Hotel Elmi Surabaya. Karena merasa ketahuan sedang dibuntuti beberapa 
LSM dari Tulungagung, akhirnya pertemuan itu pindah di Hotel Majapahit 
Surabaya.
Hasil pertemuan di hotel Majapahit itu disepakati pekerjaan 
peningkatan mutu pendidikan akan diberikan kepada Inggarwati, Rudy 
Budiman, dan rekanan yang yang mewakili kepentingan DPRD Kabupaten 
Tulungagung. Setelah disepakati, maka pekerjaan akan mulai diatur agar 
orang atau rekanan lain tidak bisa mengikuti pelelangan.
Inggarwati menjamin, meski nanti mekanismenya menyimpang, tidak perlu
 kuatir jika dilaporkan  LSM. Karena dirinya diback-up pejabat tinggi 
Kejaksaan Agung. Sehingga nanti bila ada laporan dari LSM ke kejaksaan 
negeri ataupun kejaksaan tinggi, pasti aparat kejaksaan di Jawa Timur 
tidak akan berani memeriksa pekerjaan ini, sembari menyebut nama Marwan 
(Jamwas, red).
Dibeberapa daerah  peningkatan mutu pendidikan yang dibiayai dana DAK
 pendidikan yang dikerjakan Inggarwati, meski ada mekanisme yang tidak 
terlalu sesuai dengan aturan dan tidak sesuai dokumen pelelangan RKS 
serta barang yang dikirim tidak sesuai dengan spesifikasi dari 
Kementrian Pendidikan, terbukti aman – aman  saja.
“Inggarwati menyebut Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Mojokerto, 
Ngawi dan beberapa tempat lagi diluar Jawa Timur dirinya pernah mendapat
 jatah DAK Pendidikan. Yang penting bagaimana panitia mau memenangkan 
Inggarwati atau orang - orangnya. Karena selain punya backing dan 
menjalankan perintah dari oknum di kejaksaan agung yang bernama Marwan 
tadi untuk mencarikan dana operasional, juga aparat hukum di jawa Timur 
dan beberapa tempat lain telah menerima jasa baiknya, baik promosi 
jabatan ataupun juga mendapat setoran  rutin darinya,” ungkap aktivis 
LSM mengutip perbincangan Inggarwati dengan pejabat Pemkab Tulungagung 
di Hotel Majapahit. 
 
 Hal ini ditambahi Rudy Budiman yang 
mengaku suruhan Kadin Jawa Timur mencontohkan dirinya sebagai penyedia 
kain dan seragam untuk  pegawai negeri di hampir seluruh kabupaten di 
Jawa Timur. Sebab seperti pengadaan kain dan seragam pegawai negeri 
tersebut, meski bahan kain tidak sesuai spesifikasi dan mutu yang 
ditentukan, tapi terbukti aman – aman saja. Karena selain dibacking 
Ketua Kadin Jawa Timur, juga rutin memberi setoran memelihara aparat 
hukum.
Tidak hanya itu, kedua mafia proyek ini selalu mengiming – imingi 
pejabat yang berwenang dengan komisi senilai 25 – 30 % dari nilai 
proyek. Sampai berita ini dirilis, Inggarwati dan Rudy Budiman kompak 
melakukan aksi tutup mulut ketika dikonfirmasi terkait keterlibatan 
dalam mafia proyek DAK Pendidikan beberapa daerah di Provinsi Jawa 
Timur.  Yudha
 
 ________________________________________
Harian Bhirawa

http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:JD076KH_VQ8J:www.harianbhirawa.co.id/kasus/36637-tuntut-koruptor-pemkab-dihabisi+abaikan+korupsi+dak+pendidikan+tulungagung&cd=4&hl=id&ct=clnk&gl=id

Tuntut Koruptor Pemkab Dihabisi

Sunday
, 18 September 2011 19:48 Media Online Bhirawa 

Tulungagung, Bhirawa

Sedikitnya seratusan massa pengunjuk rasa
yang menamakan diri Komunitas Tulungagug satu, Jumat (16/9), melakukan aksi
unjuk rasa di depan Kantor DPRD dan Patung Kartini sekitar Alun-Alun Kota 
Tulungagung. Mereka menuntut
agar para koruptor di tubuh pemkab setempat dihabisi.

Aksi unjuk rasa ini cukup menarik perhatian warga yang saat itu melintas di
seputaran Alun-Alun. Apalagi gabungan berbagai elemen masyarakat Kota Marmer
itu juga menyuguhkan atraksi teatrikal yang cukup memikat.

Koordinator aksi, Zainul Fuad, seperti yang tertulis dalam selebaran yang
disebar ke publik, menyatakan sudah tidak asing lagi jika setiap kali ada
persoalan kasus yang identik dengan keuanga daerah di tubuh Pemkab Tulungagung 
hanya
diselesaikan dengan cara politis. "Salah satu contohnya DAK Pendidikan yang 
diduga penuh
intrik rekayasa," katanya.

Selanjutnya, dia menyatakan hal itu kini seharusnya menjadi pekerjaaan rumah
(PR) bagi penegak hukum untuk tidak berpangku tangan saja. Terlebih dari hasil
pemberitaan media lokal dan nasional tidak sedikit yang berhasil mengendus
aroma busuk dugaan praktik korupsi
tersebut.

Pantaua Bhirawa, aksi unjuk rasa yang dikawal aparat kepolisian ini berlangsung
tertib. Mereka langsung membubarkan diri begitu usai mementaskan drama
teatrikal. Sebelumnya, Zainul Fuad juga membacakan tuntutannya secara lengkap.
Selain meminta koruptor dihabisi, dia menuntut agar jangan libatkan pegawai
afkiran untuk menata birokrasi, adanya transparansi anggaran, adili mafia DAK, 
pendidikan murah , kesehatan
murah dan jangan politisir kasus. [wed]

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke