Walau terlambat, tidak salah rasanya untuk turut
mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Ibu Herawaty;
semoga dilimpahi nikmat sehat selalu.

Satu hal tentang Ibu Herawaty yang perlu diingat
bangsa ini adalah beliau orang pertama (bersama Ibu Yo)
yang menerjemahkan UUD'45 ke dalam bahasa Inggris,
sehingga dasar-dasar bernegara dari bangsa kepulauan ini
dikagumi kawan, dipahami lawan, dan dikenal awam.

Barangkali naskah UUD'45 edisi bahasa Inggris ini
perlu dicetak ulang, mengingat presiden yang sekarang
tampak lebih mengerti bahasa tersebut.

--- From: dasman djamaluddin <djamaluddindasman@...> 

> Sebuah judul "Herawati Diah Perempuan Jurnalis dan Perintis," di
> sebuah harian ibukota dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun beliau
> ke-95, 3 April lalu memang cocok dilekatkan kepada perempuan yang
> ikut mendirikan Koran Merdeka bersama suaminya almarhum Burhanuddin
> Mohammad Diah (B.M.Diah), di samping mendirikan dan memimpin Koran
> The Indonesian Observer tahun 1955. Tetapi bagi saya yang
> bersinggungan langsung dengan beliau ketika menulis buku suaminya
> B.M.Diah (Butir-butir Padi B.M.Diah, Tokoh Sejarah yang Menghayati
> Zaman, Jakarta: Pustaka Merdeka, 1992) menambahkan judul: "Herawati
> Diah, Ketabahan Seorang Perempuan."
>
> Mengapa harus demikian? Karena saya menyaksikan dari dekat betapa
> sebuah peristiwa bisa saja begitu cepat terjadi ketika saya sedang
> mengumpulkan bahan untuk menulis buku B.M.Diah, suaminya, pendiri
> dan pemimpin Harian Merdeka, sebuah koran perjuangan yang lahir 1
> Oktober 1945. Di samping B.M.Diah adalah satu-satunya saksi sejarah
> yang pada malam 17 Agustus 1945, di rumah Maeda ikut bergabung
> bersama-sama Bung Karno-Hatta dan lain-lainnya menyusun naskah
> proklamasi, sebagai seorang wartawan. Setelah itu, B.M.Diah
> menjadi Duta Besar Indonesia untuk Cekoslowakia, Inggris dan
> Thailand. Akhirnya menjadi Menteri Penerangan RI.Orang dekat Bung
> Karno dan sesuai dengan Garis Harian Merdeka waktu itu.
>
> Di kala menyusun buku B.M.Diah inilah saya berada dalam dilema.
> Ketika bahan sudah terkumpul dan ingin naik cetak, ada orang kedua
> dalam kehidupan Ibu Herawati Diah, yaitu Ibu Julia yang ada di
> halaman buku yang saya tulis. Saya berhubungan baik dengan
> keduanya. Memang ada keraguan untuk menerbitkan buku ini atau
> tidak. Karena ada nama-nama besar yang berhasil saya kumpulkan,
> seperti Dr.H.Roeslan Abdulgani, Mh.Isnaeni, Tjokropranolo,
> A.H.Nasution, SK.Trimurti, Hardi, Ibnu Sutowo, Manai Sophiaan,
> Ridwan Saidi dan Aristides Katoppo, saya kemudian memutuskan
> terbit. Saat itu pula Ibu Herawati bertanya kepada saya, "Bung
> Dasman, foto-foto yang saya berikan mana?." Saya bilang foto-foto
> ibu disimpan Bapak (B.M.Diah), saya tidak bisa berbuat apa-apa
> karena saya menulis buku Bapak."
>
> Akhirnya saya sarankan Ibu Herawati menulis buku, yang kemudian
> lahirlah buku Kembara Tiada Berakhir dan dikirim ke alamat saya,
> juga B.M.Diah Wartawan Serba Bisa." Tetapi ketika Pak Rosihan Anwar
> meresensi buku terakhir ini di Majalah Gatra, beliau meragukan data
> yang dikumpulkan karena B.M.Diah sudah sakit-sakitan. Pak Rosihan
> mendukung data saya karena saya sendiri menulisnya ketika B.M.Diah
> masih segar bugar di usia 75 Tahun. Juga buku "Butir-butir Padi
> B.M.Diah, Tokoh Sejarah yang Menghayati Zaman," yang saya tulis
> banyak dicuplik di buku B.M.Diah Wartawan Serba Bisa ini.
>
> Tidak perlu diceritakan bagaimana selanjutnya. Saya mungkin tidak
> mau mendalami psikologi wanita jika berhadapan dengan masalah itu.
> Hanya saya ingin mengatakan, Ibu Herawati Diah tabah menjalani
> hidup ini hingga usia ke-95. Semoga Allah SWT terus memberkati Ibu.
> Selamat Ulang Tahun Ibu. Di usia ke-95 betul-betul anugerah dari
> Sang Pencipta.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke